Serbuan Lalat Kembali Bayangi Kintamani, Citra Destinasi Wisata Ikonik Bali Terancam
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026

Sumber gambar ilustrasi FB Portal Media Bali.
Bangli — Keindahan Kintamani yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Bali kembali tersorot publik. Namun kali ini bukan karena panorama Gunung dan Danau Batur, melainkan akibat gangguan lalat yang kembali viral di media sosial dan dikeluhkan wisatawan, terutama di kawasan kuliner dan titik singgah wisata.
Keluhan datang dari wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengaku tidak nyaman menikmati makanan akibat lalat yang datang dalam jumlah besar. Kondisi tersebut juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha restoran dan kafe di kawasan Kintamani, yang khawatir persoalan ini berdampak pada penurunan kunjungan serta ulasan negatif terhadap destinasi tersebut.
Fenomena lalat di Kintamani sejatinya bukan persoalan baru. Pemerintah daerah setempat mengakui gangguan ini kerap muncul secara musiman. Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari pemasangan kipas angin, sekat transparan, hingga penggunaan perangkap lalat. Namun upaya tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan karena faktor lingkungan dan pengelolaan limbah masih menjadi dugaan utama penyebabnya.
Pengamat pariwisata menilai, jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, masalah ini berpotensi menggerus citra Kintamani sebagai destinasi unggulan Bangli. Di tengah persaingan pariwisata yang semakin ketat dan sensitif terhadap isu kebersihan serta kenyamanan, gangguan semacam ini dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap Bali secara lebih luas.
Masyarakat dan pelaku pariwisata pun mendorong adanya solusi jangka panjang yang melibatkan lintas sektor, mulai dari penataan lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah ternak, hingga edukasi bersama. Harapannya, persoalan lalat tidak lagi menjadi isu berulang yang mencederai potensi besar Kintamani sebagai destinasi alam dan kuliner kelas dunia.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar