Breaking News
light_mode

KUR Urat Nadi Rakyat UMKM, Bank diduga Sembunyikan Kuota! Hati – hati dengan Uang Rakyat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pemerintah kembali menyoroti tumpulnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang seharusnya menjadi urat nadi bagi pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menuding adanya ketidakterbukaan dari pihak perbankan dalam menyalurkan dana ratusan triliun rupiah yang bersumber dari uang publik.

Pasalnya, meski data nasional menunjukkan dana KUR masih melimpah, banyak pelaku usaha di daerah justru mendengar jawaban yang sama dari bank: “Kuota sudah habis.” Ironis, karena di meja pemerintah pusat, dana puluhan triliun rupiah masih belum tersalurkan.

“Kita sudah kantongi beberapa nama bank yang tidak transparan. Ini bukan uang mereka, ini uang rakyat. Jangan main-main,” tegas Purbaya dalam rapat koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM.

Data Kementerian Keuangan mencatat hingga Oktober 2025 masih tersisa sekitar Rp 60 triliun dari total plafon Rp 297 triliun KUR nasional yang belum disalurkan. Namun di lapangan, banyak pelaku UMKM merasa dipingpong oleh bank—dari satu cabang ke cabang lain tanpa kepastian.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: ke mana tersangkutnya uang rakyat? Purbaya menyebut akan segera berkoordinasi dengan OJK dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan audit menyeluruh terhadap bank-bank pelaksana, terutama di tingkat cabang.

Fenomena “data tak sinkron” antara pusat dan daerah bukan barang baru, namun dalam konteks KUR, dampaknya langsung menimpa jutaan pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada pinjaman murah ini. Hingga kuartal ketiga 2025, penyaluran baru mencapai Rp 237 triliun, sementara sisanya belum bergerak.

Di sisi lain, pelaku usaha di berbagai daerah mengaku ditolak dengan alasan kuota penuh. Sinyal lemahnya transparansi real-time ini memperlihatkan betapa rapuhnya sistem distribusi dana publik di tangan perbankan.

Masalah lain yang juga disorot keras adalah syarat agunan. Padahal aturan terbaru menyebut pinjaman di bawah Rp 100 juta seharusnya tanpa jaminan tambahan. Namun di banyak daerah, bank masih mewajibkannya.

Akibatnya, banyak pelaku UMKM justru mundur karena tak punya aset besar. Padahal semangat KUR sejak awal adalah memberi napas bagi usaha kecil yang belum punya kekuatan modal, bukan justru menyingkirkan mereka dari sistem.

Ekonom Universitas Indonesia Bhima Yudhistira menilai langkah Menkeu sudah tepat. “Tanpa transparansi data dan pengawasan publik, KUR akan terus jadi ladang abu-abu bagi perbankan,” ujarnya. Bhima menekankan pentingnya akses publik terhadap data penyaluran KUR agar masyarakat tahu berapa sisa kuota di wilayah mereka tanpa harus bolak-balik ke kantor cabang.

Menkeu juga menuntut agar bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN menjadi teladan dalam penerapan transparansi. Mereka harus menjadi tolok ukur kepatuhan terhadap kebijakan publik, bukan malah ikut bermain di wilayah abu-abu.

Langkah ini diharapkan bisa menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam menjaga akuntabilitas setiap rupiah uang rakyat. Beberapa pengamat pun mendorong pemerintah mempercepat digitalisasi sistem pelaporan KUR agar setiap transaksi dapat diawasi secara real-time dan pelaku UMKM bisa memantau sisa kuota secara terbuka. Ini bukan sekadar reformasi teknis, melainkan pembuktian bahwa uang publik memang dikelola secara publik.

Pada akhirnya, semangat KUR sederhana: uang rakyat untuk rakyat. Bukan untuk ditahan di meja bank, bukan untuk dimainkan demi laporan semu. Selama transparansi masih kabur dan data tidak terbuka, KUR hanya akan menjadi slogan indah di atas kertas—sementara rakyat kecil terus menunggu haknya untuk berkembang. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen DPP ARUN Bungas T Fernando Duling, Perintahkan DPD ARUN Se Indonesia Kawal Kasus Kartel Migas & Mafia Pangan

    Sekjen DPP ARUN Bungas T Fernando Duling, Perintahkan DPD ARUN Se Indonesia Kawal Kasus Kartel Migas & Mafia Pangan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    DENPASAR – Sekretaris Jenderal DPP Aliansi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Bungas T. Fernando Duling, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pengurus daerah, khususnya DPD ARUN Bali, untuk mengawal ketat kasus-kasus hukum lokal yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Menanggapi putusan ringan Pengadilan Negeri Denpasar terhadap terpidana kasus mafia BBM oplosan di Tahura Ngurah Rai, Bungas T. […]

  • Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    Drama Lift Kaca Kelingking, Retribusi Masuk, Tanggung Jawab Hilang Bujuk Investasi Tempat Lain

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Koster untuk membongkar Lift Kaca Pantai Kelingking dalam wawancara singkat awak media dengan I Made Satria, S.H., selaku Bupati Klungkung yang dikutip dari Media Kabar Bali telah terang benderang mengakui retribusi yang telah dilakukan oleh investor Lift Kaca Pantai Kelingking. Dari info internal retribusi pelayanan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang […]

  • Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR — Standar kecantikan dan keperkasaan pria tidak selalu identik dengan tubuh atletis. Di pedalaman Lembah Omo, ukuran perut justru menjadi tolok ukur utama kehormatan dalam tradisi tahunan Suku Bodi melalui ritual Ka’el. Ritual ini memperlihatkan bagaimana tubuh gemuk dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan prestise keluarga. Setiap tahun, satu pria lajang dari tiap keluarga […]

  • Pemerintah Wajib Paham! Lima Langkah Teknis Bereskan Sampah di Bali

    Pemerintah Wajib Paham! Lima Langkah Teknis Bereskan Sampah di Bali

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Bali, 3 April 2026 — Persoalan sampah di Bali dinilai tidak akan pernah tuntas jika masih menggunakan pola lama “angkut, buang, lalu menunggu viral”. Pendekatan tersebut dianggap sudah tidak relevan, sehingga diperlukan perubahan sistemik menuju pola “kelola sampah” yang terukur, terpantau, dan berkelanjutan. Pemerhati lingkungan yang dikenal sebagai Masyus menyampaikan, ada lima langkah teknis utama […]

  • Upah Rp700 Ribu per Kg Disorot, Istana: Akan Kami Cek

    Upah Rp700 Ribu per Kg Disorot, Istana: Akan Kami Cek

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mensesneg Prasetyo Hadi mengaku belum mengetahui detail angka upah buruh pengupas bawang yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Istana akan mengecek kembali data tersebut. JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah seorang buruh harian pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan publik. Istana Kepresidenan menyatakan masih akan memeriksa kembali informasi […]

  • Pengemudi Outlander Mabuk Tabrak Taksi dan Pikap di Surabaya, Satu Orang Tewas

    Pengemudi Outlander Mabuk Tabrak Taksi dan Pikap di Surabaya, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    ENR (32) mengaku mengemudi setelah pesta dan mengonsumsi alkohol. Ia sempat kabur usai menabrak taksi listrik sebelum kembali menabrak hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. SURABAYA — ENR (32), ibu rumah tangga yang ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut di kawasan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, mengakui dirinya mengemudikan Mitsubishi Outlander dalam pengaruh alkohol. […]

expand_less