Breaking News
light_mode

FKIK Unwar Gelar PkM Cegah Penyakit Tular Nyamuk di Bangli, Sejalan dengan Riset mRNA Antiviral Berkelas Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGLI – Upaya pencegahan penyakit tular nyamuk terus diperkuat oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Puri Dencarik, Bangli, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini menjadi respons atas masih tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, hingga ancaman penyakit arbovirus lain yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina.

PkM tersebut melibatkan 10 orang ibu-ibu PKK Puri Dencarik sebagai mitra, dengan fokus pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pencegahan penyakit tular nyamuk berbasis lingkungan. Kegiatan diawali dengan pretest, perkenalan tim dosen FKIK Unwar, penyuluhan kesehatan, hingga praktik langsung pengendalian vektor nyamuk.

Dosen FKIK Unwar, A.A. Dewi Megawati, S.Si, M.Biomed, Ph.D, memaparkan secara ilmiah berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi arbovirus, seperti dengue, chikungunya, dan Japanese encephalitis. Ia menjelaskan bahwa penularan penyakit tersebut tidak terjadi secara langsung antar manusia, melainkan melalui nyamuk sebagai vektor.

“Nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus, dan Culex memiliki siklus hidup yang cepat, hanya sekitar 9–10 hari. Bahkan genangan air dalam jumlah sangat kecil sudah cukup menjadi tempat berkembang biaknya,” jelasnya.

Pemahaman sains yang disampaikan kepada masyarakat ini sejalan dengan kiprah Dewi di tingkat internasional. Pada Selasa (11/11/2025), ia menjadi salah satu dari empat perempuan peneliti Indonesia yang menerima pendanaan riset L’Oréal–UNESCO For Women in Science 2025, yang diserahkan di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta.

Melihat kompleksitas penyakit infeksi yang dibawa nyamuk, Dewi saat ini juga mengembangkan penelitian berjudul “Terapi mRNA Antivirus Spektrum Luas untuk Penyakit yang Ditularkan oleh Nyamuk”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan terapi berbasis mRNA yang dirancang untuk menargetkan berbagai virus yang ditularkan nyamuk, termasuk virus dengue.

“Terapi mRNA ini diharapkan mampu menjadi antivirus spektrum luas, sehingga tidak hanya bekerja pada satu jenis virus, tetapi pada beberapa virus tropis sekaligus,” ujarnya.

Penelitian tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan University of California, Davis, dan dinilai memiliki potensi besar sebagai terobosan baru dalam pengendalian penyakit infeksi tropis, khususnya di negara endemis seperti Indonesia.

Sementara itu, dr. Ni Wayan Widhidewi, M.Biomed, menekankan bahwa upaya pencegahan di tingkat masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam menekan angka penularan. Ia mengingatkan pentingnya penerapan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta langkah tambahan seperti penggunaan kelambu, raket pembunuh nyamuk, dan pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk.

“Ketergantungan pada insektisida kimia saja tidak cukup dan berisiko menimbulkan resistensi nyamuk. Pendekatan biologis dan perilaku masyarakat justru sangat menentukan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim FKIK Unwar juga memeragakan penggunaan raket pembunuh nyamuk dan menyerahkan bantuan kepada peserta. Selain itu, ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan berbagai tanaman pengusir nyamuk, seperti serai wangi, lavender, zodia, rosemary, marigold, dan selasih, yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah.

Ketua PKK Puri Dencarik, Bangli, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Ia menilai penyuluhan yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa peran keluarga, khususnya ibu, sangat penting dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Melalui sinergi antara edukasi masyarakat dan riset ilmiah berkelas dunia, FKIK Universitas Warmadewa menunjukkan komitmennya dalam upaya promotif dan preventif untuk menekan penyakit tular nyamuk, sekaligus berkontribusi pada pengembangan solusi kesehatan global berbasis sains.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Bisa Beli Mobil Eropa Lebih Murah! Bea Masuk Dihapus, Era Baru Otomotif Dimulai

    Masyarakat Bisa Beli Mobil Eropa Lebih Murah! Bea Masuk Dihapus, Era Baru Otomotif Dimulai

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    JAKARTA — Kabar gembira bagi pecinta otomotif Tanah Air! Mobil-mobil mewah asal Eropa seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, hingga Audi akan segera hadir dengan harga lebih terjangkau. Hal ini terjadi setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang membuka jalan bagi penghapusan bea masuk mobil Eropa dalam lima tahun ke […]

  • Langit Kediri Diselimuti Burung Migran Rusia, Ribuan Terik Asia Singgah di Sawah Petani

    Langit Kediri Diselimuti Burung Migran Rusia, Ribuan Terik Asia Singgah di Sawah Petani

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    KEDIRI – Fenomena alam menarik terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ribuan burung migran dari wilayah utara seperti Rusia dan China terlihat memenuhi langit dan hamparan persawahan, menarik perhatian warga setempat dalam beberapa pekan terakhir. Kawanan burung tampak terbang berkelompok pada pagi dan sore hari, lalu mendarat di area persawahan untuk mencari makan dan beristirahat […]

  • From Jakarta to the World, The Journey of Wilson Lalengke

    From Jakarta to the World, The Journey of Wilson Lalengke

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    New York City – It was a quiet Sunday evening, October 5, 2025, when Wilson Lalengke stood at Soekarno-Hatta International Airport, surrounded by family and colleagues. The air was thick with anticipation. He wasn’t just boarding a flight—he was stepping into history. As Chairman of the Indonesian Citizen Journalists Association (Persatuan Pewarta Warga Indonesia – […]

  • Terbaring Lemas Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Tuntut Tanggung Jawab Puskesmas

    Terbaring Lemas Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Tuntut Tanggung Jawab Puskesmas

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 2Komentar

    Rote Ndao – Pelayanan pengobatan gratis yang diadakan oleh UPTD Puskesmas Batutua diduga menimbulkan dampak negatif bagi seorang warga Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya. Paulina Kiki, seorang ibu rumah tangga, mengalami kondisi kesehatan yang memburuk diduga setelah mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter puskesmas pada tanggal 26 Agustus 2025. Welhelmus Narang, suami korban, mengungkapkan […]

  • Dari Wangsit Menjadi Karya, Made Wiradana Tuangkan Pengalaman Spiritual dalam Pameran “KACATRI” di Sanur

    Dari Wangsit Menjadi Karya, Made Wiradana Tuangkan Pengalaman Spiritual dalam Pameran “KACATRI” di Sanur

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Terinspirasi mimpi bertemu orang tua yang telah wafat, 20 lukisan terbaru Made Wiradana mengangkat simbol spiritual, rerajahan, dan tradisi Bali dalam balutan seni kontemporer. DENPASAR – Pengalaman spiritual yang mendalam menjadi titik awal lahirnya pameran tunggal “KACATRI” karya perupa Bali, Made Wiradana. Digelar di Satrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan Nomor 47, Sanur, pameran yang […]

  • Pengkhianatan dari Dalam, Ancaman Paling Mematikan bagi Kekuasaan dan Institusi

    Pengkhianatan dari Dalam, Ancaman Paling Mematikan bagi Kekuasaan dan Institusi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sebuah ungkapan tajam kembali relevan di tengah dinamika politik dan sosial mutakhir: “Musuh di luar hanya menggores dinding, namun pengkhianatan di dalam merobohkan seluruh istana.” Kalimat ini bukan sekadar peribahasa, melainkan refleksi atas berbagai peristiwa yang menunjukkan bahwa ancaman terbesar terhadap sebuah kekuasaan, organisasi, maupun negara kerap lahir dari dalam tubuhnya sendiri. Sejarah […]

expand_less