Semeton MSP Bagikan Sepatu untuk Anak Subaya, Soroti Jalan Rusak Pemicu Putus Sekolah
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARANGASEM – Komunitas Semeton MSP kembali menggelar aksi sosial melalui program Berbuat dan Berbagi Semeton MSP dengan menyalurkan bantuan 25 pasang sepatu kepada anak-anak sekolah di Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Minggu (19/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di salah satu desa yang masih menghadapi tantangan ekonomi dan infrastruktur. Selain memberikan bantuan perlengkapan sekolah, Semeton MSP juga menyoroti kondisi akses jalan menuju sejumlah wilayah di Desa Subaya yang dinilai belum memadai dan berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Bantuan sepatu berasal dari dukungan I Ketut Pudja Wardana serta dana gotong royong Semeton MSP yang dihimpun dari para donatur, di antaranya I Gusti Ketut Suranata, I Nyoman Karsana, dan Kadek Agus Suarbawa.
Ketua Semeton MSP, Advokat I Made Somya Putra, SH., MH., dalam kegiatan tersebut diwakili oleh tim Semeton MSP Subaya yang terdiri atas I Wayan Windya, Wayan Serigenop, Nengah Sumiasa (Lon), Wayan Muliasa yang juga berprofesi sebagai guru SD, serta Wayan Arsawan yang selama ini aktif mendampingi masyarakat setempat.
Desa Subaya selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki angka putus sekolah cukup tinggi. Namun di balik kondisi tersebut, semangat belajar anak-anak tetap besar. Bahkan, sebagian anak memilih bersekolah ke wilayah Tejakula, Kabupaten Buleleng, meski harus menghadapi kendala administrasi karena berbeda rayon dan berbeda kabupaten.
Selain persoalan administrasi pendidikan, kondisi infrastruktur menjadi tantangan serius. Akses jalan menuju Banjar Tupada dan Banjar Subaya Beten masih didominasi jalan tanah dan pengecoran sederhana. Jalur yang sempit, curam, serta belum dapat dilalui kendaraan roda empat membuat mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, menjadi sangat terbatas.
Akibat kondisi tersebut, sebagian besar warga lebih memilih beraktivitas ke wilayah Tejakula dibandingkan menuju pusat desa karena akses yang dinilai lebih mudah.
Ketua Semeton MSP, I Made Somya Putra, SH., MH., menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian perlengkapan sekolah, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak di daerah terpencil.
“Kami berharap bantuan sederhana ini dapat menambah semangat anak-anak untuk terus bersekolah. Namun di sisi lain, kami juga mengajak semua pihak agar memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di Desa Subaya, karena akses jalan yang layak merupakan salah satu faktor penting untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mereka,” ujar I Made Somya Putra dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Perbekel Desa Subaya, I Nyoman Jonoarta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan Semeton MSP atas kepeduliannya kepada anak-anak Desa Subaya. Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus menempuh pendidikan dan kelak menjadi generasi yang mampu membangun desanya,” kata I Nyoman Jonoarta.
Melalui kegiatan tersebut, Semeton MSP berharap kepedulian terhadap pendidikan di daerah terpencil tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga diikuti dengan peningkatan infrastruktur dasar agar anak-anak memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah dan layak.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar