Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI Anugerahkan Gelar Kebangsawanan, Tekankan Amanah Jaga Marwah Melayu
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penganugerahan digelar bertepatan dengan peringatan 16 tahun pernikahan Tuanku Muhammad Fauzi dan YAM Cik Anita di Medan.
MEDAN — Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom., M.H., bergelar Al Mulk Akbar Shah, menganugerahkan sejumlah gelar kebangsawanan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa, kecakapan dan pengabdian terhadap masyarakat serta pelestarian adat dan budaya Melayu di Tanah Deli.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi Ke-16 Pernikahan Tuanku Muhammad Fauzi bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E., bergelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, di Hotel Miyanna Medan, Sabtu (22/8/2026).

Majelis yang berlangsung tertutup sejak pukul 10.00 WIB itu dikemas dengan tata upacara adat Melayu. Selain menjadi peringatan hari jadi pernikahan Raja dan Permaisuri, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh melalui penganugerahan gelar Datok Sri, Datok Limpah Kurnia, Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin.
Dalam prosesi tersebut, para penerima anugerah dipanggil satu per satu menghadap singgasana untuk menerima selempang, keris dan pingat dari Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan serta penandatanganan ikrar.
Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan, gelar yang diberikan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai simbol kehormatan ataupun status sosial. Di balik setiap gelar terdapat tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui pengabdian nyata.

“Gelar kebangsawanan bukan sekadar kebanggaan, penghormatan atau simbol status sosial. Setiap gelar merupakan amanah besar yang harus dijunjung tinggi oleh penerimanya,” ujar Tuanku Muhammad Fauzi dalam Amaran Diraja dan sambutannya.
Ia berharap para Datok dan Datin yang menerima anugerah mampu menjaga marwah adat Melayu, menjalankan kehidupan yang berlandaskan nilai syariat Islam serta menggunakan kecakapan dan pengabdiannya untuk memberikan manfaat kepada umat dan masyarakat.
“Datok dan Datin diharapkan mampu menjaga marwah adat Melayu, menjalankan kehidupan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam serta mengaplikasikan kecakapan dan pengabdiannya untuk kemaslahatan umat dan masyarakat hingga akhir hayat,” tegasnya.
Menurut Tuanku Muhammad Fauzi, keberadaan Melayu sebagai sebuah bangsa dengan sejarah dan kebudayaan yang panjang merupakan warisan yang harus terus dirawat. Karena itu, keberlanjutan nilai Melayu sangat bergantung pada kemampuan generasi saat ini dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan tersebut.
“Masa depan Melayu sangat bergantung pada bagaimana seluruh puak Melayu menjaga, mengembangkan dan mengarahkan warisan budayanya untuk generasi masa kini dan mendatang,” katanya.
Adapun penerima gelar Datok Sri yakni Datok Sri Haji Mohd Rosli Ibni Haji Bakir dengan gelar Datok Sri Moksha Arya Wangsa Diraja KMBD; Datok Sri Teuku Syeh Zubaili, S.Sos.I., Ibni Teuku Raja Muda dengan gelar Datok Sri Panca Wangsa Setia Utama Diraja KMBD; serta Datok Sri Prof. Dr. Fekri Juliansyah, S.IP., Ph.D., dengan gelar Datok Sri Indra Utama Diraja KMBD.
Untuk kategori Limpah Kurnia, gelar diberikan kepada Datok Bobby Irwansyah, S.E., Ibni Haji Syamsu Anwar Hamid Chan dengan gelar Datok Nirmana Setia Wangsa Diraja KMBD; Datok Ilham Sa’dani Damanik, S.H., Ibni Haji Ruslan Damanik dengan gelar Datok Adhivakta Setia Bangsawan Diraja KMBD; serta Datok Willy Firmansyah, Ibni Haji Hambali dengan gelar Datok Raksaka Setia Perkasa Diraja KMBD.
Kategori Datok Perangkat dianugerahkan kepada Datok Agung Indra Syahputra, S.H., Ibni Kusdianto Pradawansyah dengan gelar Datok Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja KMBD dan Datok Irfan Syah, Ibni Arifin dengan gelar Datok Setia Nartaka Wangsa Diraja KMBD.
Sementara kategori Datok Timbalan diberikan kepada Datok Muhammad Irvan, S.E., Ibni Baharudin dengan gelar Datok Setia Praja Sandhana Diraja KMBD serta Datok Arifuddin, S.H., S.Pd.I., M.Pd., Ibni H. Abdul Jalil dengan gelar Datok Setia Praja Wangsa Diraja KMBD.
Adapun penerima gelar Datin terdiri atas Datin May Sara Binti Jalaluddin dengan gelar Datin Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja KMBD; Datin Khairunnisa, S.E., Binti H. Rusli dengan gelar Datin Setia Praja Sandhana Diraja KMBD; Datin Nurma Dewi Amra, S.Sos.I., S.Pd.I., Binti Amril Effendi dengan gelar Datin Setia Praja Wangsa Diraja KMBD; serta Datin Hj. Fitriani A. Md.Ak., Binti Mhd Zaharuddin, S.H., dengan gelar Datin Wangsa Metar Niskala Diraja KMBD.
Berikutnya, Datin Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA)., Sp.PA., Binti Prof. dr. H.M. Nadjib Dahlan Lubis, Sp.PA(K), menerima gelar Datin Cendikia Gala Bayu Wangsa Diraja KMBD. Gelar Datin Setia Punggawa Sakti Pawang Negeri Diraja KMBD diberikan kepada Datin Juliana Binti Usman.
Sementara Datin Dra. Hj. Fatimah Zahara, M.Pd., Binti H. Omar Abu Bakar menerima gelar Datin Abimata Perkasa Wangsa Diraja KMBD.
Rangkaian prosesi berlangsung dengan tata adat yang diawali masuknya Raja dan Permaisuri ke ruang yang ditata menyerupai balairung. Keduanya diiringi Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri, Datok Bentara Kanan, prajurit dan dayang-dayang.
Setelah Raja dan Permaisuri menempati singgasana, prosesi dilanjutkan dengan masuknya kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin. Acara kemudian diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa oleh Datok Imam serta alu-aluan mengenai Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Datok Setia Diraja.
Seluruh prosesi adat dibuka dan ditutup oleh Penghulu Balai. Setelah penganugerahan selesai, para penerima gelar mengucapkan dan menandatangani ikrar sebagai bentuk kesanggupan menjalankan amanah yang melekat pada gelar masing-masing.
Majelis tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi IV Fajri Akbar, S.H., Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.SP., perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara, Joe, serta sejumlah perwakilan kedatukan dan organisasi masyarakat.
Selain penganugerahan gelar, kegiatan juga dirangkai dengan pemberian sijjil penghargaan kepada Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Medan, Yayasan Budi Agung Medan. Lembaga pendidikan tersebut mendapat penghargaan sebagai Sekolah Pelestari Budaya Melayu Kota Medan karena dinilai konsisten menerapkan unsur budaya Melayu dalam lingkungan pendidikan.
Usai prosesi utama, Raja dan Permaisuri bersama para dayang serta prajurit meninggalkan balairung untuk mengikuti rangkaian silaturahmi, foto bersama dan Santap Diraja.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan kembali ikrar setia yang diperbarui Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin yang selama ini mendampingi Raja dalam berbagai kegiatan dan program Kejeruan Metar Bilad Deli.
Pembaruan ikrar tersebut sekaligus menegaskan bahwa penganugerahan gelar kebangsawanan bukanlah akhir dari sebuah penghormatan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga adat istiadat, kebudayaan dan marwah Melayu di Tanah Deli.
Penganugerahan ini juga memperlihatkan konsistensi Kejeruan Metar Bilad Deli dalam memadukan pelestarian adat dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sebelumnya, kegiatan KMBD sepanjang 2026 juga mendapat perhatian melalui berbagai agenda kebudayaan dan sosial, termasuk pelestarian tradisi Melayu dalam kegiatan sunatan massal serta pelaksanaan kurban akbar yang melibatkan masyarakat luas.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar