Breaking News
light_mode

Demer Soroti Beban Dana PEN Rp1,5 Triliun untuk PKB Klungkung, Minta Pembangunan Kebudayaan Bali Lebih Merata

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, kembali menyoroti pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung. Politisi Partai Golkar tersebut mempertanyakan skema pembiayaan proyek bernilai triliunan rupiah melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sekaligus mendorong agar pembangunan kebudayaan di Bali dilakukan secara merata dan tidak terpusat.

Demer menilai konsep pembangunan kebudayaan Bali semestinya tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik berskala besar di satu lokasi. Menurutnya, kebudayaan Bali hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di berbagai daerah di Bali.

“Oleh sebab itu, maka konsep pembangunan kebudayaan Bali itu haruslah menyebar dan merata di seluruh Bali. Tidak terpusat,” ujar Demer dalam keterangannya, Rabu, 31 Maret 2021.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap besarnya anggaran pembangunan PKB yang saat itu diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun melalui skema pinjaman dana PEN. Menurut Demer, selain membutuhkan biaya pembangunan yang sangat besar, proyek tersebut juga berpotensi membebani keuangan daerah dalam jangka panjang akibat biaya pemeliharaan kawasan.

Karena itu, Demer meminta agar megaproyek tersebut dikaji ulang. Ia mengusulkan agar dana yang tersedia lebih difokuskan untuk memperkuat pusat-pusat kebudayaan yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Politikus senior Partai Golkar asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng itu mencontohkan sejumlah kawasan budaya dan desa adat yang dinilai telah menjadi representasi nyata kebudayaan Bali, seperti Desa Panglipuran, Desa Tenganan, hingga kawasan suci Pura Besakih.

“Bayangkan kalau dana sebesar Rp2,5 triliun dibagi menjadi Rp25 miliar per pusat kebudayaan Bali yang sudah ada, maka terdapat 100 titik pusat kebudayaan masyarakat Bali yang bisa diperkuat melalui beragam program,” kata Demer.

Ia menilai pendekatan tersebut akan lebih efektif dalam menjaga kelestarian budaya Bali karena langsung menyentuh masyarakat adat dan komunitas budaya yang selama ini menjaga tradisi secara turun-temurun.

“Dan ini tidak perlu menggerus anggaran daerah untuk biaya pemeliharaan sebagaimana halnya kita membuat bangunan fisik pusat kebudayaan,” tegasnya.

Meski demikian, Demer tetap mengapresiasi niat Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun kawasan PKB sebagai upaya memperkuat identitas dan pelestarian budaya Bali. Namun ia berharap konsep pembangunan budaya ke depan lebih berpihak pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali, bukan hanya terkonsentrasi di satu titik.

Sementara itu, proyek Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa pada akhirnya direalisasikan menggunakan pinjaman dana PEN sebesar Rp1,5 triliun. Pinjaman tersebut dicicil Pemerintah Provinsi Bali melalui APBD selama delapan tahun, mulai 2022 hingga 2029.

Ketua DPRD Bali saat itu, Nyoman Adi Wiryatama, menyebutkan Pemprov Bali harus membayar cicilan sekitar Rp186 miliar per tahun.

“Kami masih optimistis pembayarannya bisa dilakukan dengan lancar. Kalau tidak lancar, tentu ada evaluasi. Yang penting transparan,” ujar Adi Wiryatama usai sidang paripurna DPRD Bali di Denpasar.

Menurutnya, skema dana PEN merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi Covid-19, sehingga beban pembayarannya dinilai masih dapat dikelola oleh pemerintah daerah.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bazaar Pelayanan Publik 2026 di Kuta, Kajati Bali Tegaskan Kejaksaan Hadir untuk Melayani Masyarakat

    Bazaar Pelayanan Publik 2026 di Kuta, Kajati Bali Tegaskan Kejaksaan Hadir untuk Melayani Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menggelar Bazaar Pelayanan Publik 2026 di areal parkir Gedung Tsunami Center, Pasar Seni Kuta, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat dan wisatawan tersebut menjadi wujud komitmen Kejaksaan dalam menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, cepat, transparan, dan bebas biaya. Acara dibuka dengan aksi bersih-bersih Pantai Kuta serta pelepasan […]

  • Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    DENPASAR – Sejak Jumat malam (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, TikTok Live mendadak dibekukan. Warganet sontak meluapkan amarah: ruang siaran langsung mereka dipangkas tepat saat rakyat turun ke jalan menuntut keadilan. Keputusan itu berbarengan dengan ledakan aksi nasional yang mengguncang Indonesia sejak Senin (25/8/2025). Gelombang protes dipicu oleh isu kenaikan tunjangan DPR RI serta tragedi mengenaskan […]

  • Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar, Bali — Pemanfaatan Dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai arah kebijakan penggunaan dana tersebut berpotensi bergeser dari tujuan awalnya sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas pariwisata Pulau Dewata. PWA sebelumnya dirancang sebagai sumber pendanaan khusus yang berasal dari kontribusi wisatawan mancanegara. Dana ini diharapkan dapat dikembalikan langsung […]

  • Tatapan “Menghakimi” Ular Pucuk Hijau! Strategi Bertahan yang Lebih Mengintimidasi daripada Menyerang

    Tatapan “Menghakimi” Ular Pucuk Hijau! Strategi Bertahan yang Lebih Mengintimidasi daripada Menyerang

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Ular pucuk hijau dikenal bukan sebagai predator agresif, melainkan sebagai spesies yang mengandalkan strategi pertahanan unik berbasis perilaku dan kamuflase. Reptil yang banyak ditemukan di kawasan Asia Selatan hingga Asia Tenggara ini memiliki tubuh ramping dengan warna hijau cerah, memungkinkan mereka menyatu hampir sempurna dengan dedaunan di habitat alaminya. Alih-alih menyerang ketika merasa […]

  • Di Jantung Kota Tua Denpasar, Arka Amerta Padukan Wisata Sejarah dan Budaya Ngopi

    Di Jantung Kota Tua Denpasar, Arka Amerta Padukan Wisata Sejarah dan Budaya Ngopi

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Di tengah kawasan heritage Jalan Gajah Mada yang menjadi ikon kota tua Denpasar, hadir sebuah ruang unik yang menggabungkan kecintaan terhadap sejarah, seni, dan budaya kopi. Adalah Arka Amerta Antique Shop & Coffee, sebuah tempat yang menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan koleksi benda-benda antik bernilai sejarah dan sajian kopi nusantara dalam satu ruang […]

  • Bagian dari Pelestarian Seni Budaya, Rektor UPMI Bali dan Mahasiswa Ngayah

    Bagian dari Pelestarian Seni Budaya, Rektor UPMI Bali dan Mahasiswa Ngayah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 1Komentar

    DENPASAR – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian seni dan budaya melalui kegiatan “ngayah” yang dikemas dalam pementasan seni di Pura Dalem Sagening, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Sendratasik yang berkolaborasi menampilkan pementasan Calonarang, sebuah seni pertunjukan sakral yang sarat nilai tradisi dan spiritualitas Bali. […]

expand_less