Breaking News
light_mode

AHY Kenakan Busana Melayu Deli di Istana, Karya Datok Yan Djuna Jadi Sorotan

  • account_circle Ray
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Busana Melayu Deli berwarna Royal Blue yang dikenakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara ternyata memiliki cerita panjang, dari Tanah Deli hingga panggung kenegaraan.

MEDAN — Penampilan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, 17 Agustus 2026, mencuri perhatian. Mengenakan busana tradisional Melayu berwarna Royal Blue, AHY tampil berdampingan dengan istrinya, Annisa Pohan, yang mengenakan busana senada.

Di balik penampilan tersebut terdapat kisah tentang budaya Melayu Deli, kreativitas pelaku UMKM, dan keterlibatan Datok Yan Djuna dalam menyiapkan konsep busana yang kemudian dikenakan AHY pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kisah itu bermula dari permintaan tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Irmansyah Lubis, kepada Datok Yan Djuna untuk membantu menyiapkan busana Melayu Deli bagi AHY. Busana tersebut semula dipersiapkan untuk agenda dialog AHY bersama delapan kesultanan di Sumatera Utara.

Delapan kesultanan yang dimaksud yakni Kesultanan Asahan, Bilah, Deli, Serdang, Kotapinang, Kualuh, Langkat, dan Panai. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan sejarah, tanah ulayat, serta warisan budaya Kesultanan di Sumatera Utara. Kehadiran AHY dalam dialog tersebut sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Datok Yan Djuna.

Datok Yan Djuna

Datok Yan Djuna kemudian terlibat dalam proses penentuan bahan, warna, motif songket hingga kelengkapan busana. Warna Royal Blue dipilih untuk memberikan kesan elegan sekaligus berwibawa, kemudian dipadukan dengan kain songket sebagai kain samping dan tengkulok.

Pengerjaan busana melibatkan sejumlah pelaku UMKM, mulai dari penjahit hingga pengrajin perlengkapan adat. Ukuran pakaian disesuaikan dengan data dari pihak protokoler, sedangkan tengkulok dan pelengkap lainnya dikerjakan secara khusus.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah tengkulok yang dikenal dengan nama Tengkulok Mahkota Alam. Dalam filosofi Melayu, bentuk tersebut berkaitan dengan simbol kepemimpinan, keteguhan, disiplin, semangat perjuangan, serta penghormatan terhadap martabat dan cita-cita.

Sementara busana pria Melayu Deli lazim menggunakan baju kurung dengan kerah Cekak Musang. Model tersebut dapat dilengkapi lima kancing atau butang yang dalam pemaknaan adat Melayu dan nilai keislaman kerap dikaitkan dengan lima rukun Islam.

Kain samping yang melengkapi busana juga bukan sekadar aksesori. Dalam tradisi Melayu, kain tersebut memiliki nilai filosofis yang berkaitan dengan kehormatan, menjaga malu dan aib, serta mempertahankan martabat dan jati diri pemakainya.

Menariknya, busana yang awalnya disiapkan untuk agenda dialog AHY bersama delapan kesultanan itu belum sempat dikenakan dalam pertemuan tersebut. Setelah AHY menutup Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan pada 2 Juli 2026, busana tersebut kemudian dibawa ke Jakarta.

Tidak disangka, busana Melayu Deli itu justru muncul pada momentum yang jauh lebih besar: upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Datok Yan Djuna mengaku terharu melihat karya yang berangkat dari tradisi Melayu Deli tersebut akhirnya dikenakan seorang pejabat negara dalam salah satu agenda kenegaraan yang disaksikan masyarakat luas.

“Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ada rasa gembira, bangga sekaligus haru ketika melihat busana Melayu dari Tanah Deli dipakai dalam momen bersejarah dan disaksikan jutaan pasang mata,” ujar Datok Yan Djuna.

Menurutnya, momen tersebut tidak berhenti pada kebanggaan terhadap hasil karya busana. Lebih jauh, penggunaan busana Melayu Deli di Istana Negara dinilai menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya lokal sekaligus para pengrajin dan pelaku UMKM yang berada di balik proses pembuatannya.

“Saya juga bergembira hati sebab berkesempatan memberikan kenang-kenangan berupa Tengkulok Mahkota Alam beserta songket hasil dukungan dan karya para pelaku UMKM Melayu untuk AHY melalui H. Irmansyah Lubis yang menjadi tuan rumah,” kata Datok Yan Djuna.

Datok Yan Djuna sendiri dikenal sebagai pegiat budaya Melayu dari Kejeruan Metar Bilad Deli. Ia juga aktif dalam program Resam Melayu di RRI Pro 4 FM Medan serta kegiatan kehumasan di Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Kiprahnya dalam memperkenalkan sejarah dan budaya Melayu Deli juga tercatat dalam berbagai kegiatan kebudayaan di Medan.

Bagi Datok Yan Djuna, tampilnya AHY menggunakan busana tersebut membawa pesan bahwa budaya daerah tidak harus berhenti di ruang adat. Warisan budaya dapat hadir di ruang publik, pemerintahan, bahkan dalam agenda kenegaraan.

Ia berharap perhatian terhadap busana dan budaya Melayu Deli dapat terus berkembang, bukan hanya melalui seremoni, tetapi juga dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi pengrajin, pelaku UMKM, seniman, budayawan dan generasi muda.

“Ini bukan hanya tentang sebuah busana. Ini tentang bagaimana karya dan warisan budaya dari Tanah Deli dapat dikenal, dihargai dan hadir dalam ruang nasional. Kita ingin membuktikan bahwa adat, kreativitas pengrajin dan karya anak bangsa dari Tanah Deli mampu berdiri gagah di panggung Indonesia,” tegasnya.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif. Busana yang lahir dari pengetahuan tradisional, sentuhan desain dan keterampilan pelaku UMKM akhirnya mendapat panggung nasional melalui penampilan seorang pejabat negara.

Dengan demikian, busana Royal Blue yang dikenakan AHY di Istana Negara bukan sekadar pilihan fesyen. Di baliknya terdapat cerita tentang identitas Melayu Deli, keterlibatan masyarakat, karya UMKM dan upaya menjaga warisan budaya Tanah Deli agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopda Bazarsah Divonis Mati, Tewaskan Tiga Polisi 

    Kopda Bazarsah Divonis Mati, Tewaskan Tiga Polisi 

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    PALEMBANG – Pengadilan Militer I-04 Palembang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Kopral Dua (Kopda) Bazarsah, terdakwa kasus penembakan brutal yang menewaskan tiga anggota Polsek Negara Batin, Lampung. Putusan dibacakan majelis hakim dalam sidang terbuka di Palembang, Senin (11/8/2025). Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak hanya memvonis mati Kopda Bazarsah, tetapi juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa […]

  • Jepang Tinggalkan Doktrin Pasifis? Ketegangan Taiwan Dorong Perubahan Besar Strategi Keamanan Tokyo

    Jepang Tinggalkan Doktrin Pasifis? Ketegangan Taiwan Dorong Perubahan Besar Strategi Keamanan Tokyo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    Tokyo – Jepang menghadapi salah satu perubahan paling signifikan dalam kebijakan keamanannya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dan ekspansi militer China mendorong Tokyo memperkuat kemampuan pertahanan serta memperluas interpretasi terhadap peran militernya. Selama hampir delapan dekade, Jepang dikenal sebagai negara dengan konstitusi pasifis yang membatasi penggunaan kekuatan militer. Namun dalam […]

  • Dianpinru Kwarcab Denpasar 2025 Digelar, Cetak Pemimpin Muda Pramuka Berkarakter

    Dianpinru Kwarcab Denpasar 2025 Digelar, Cetak Pemimpin Muda Pramuka Berkarakter

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Denpasar resmi menggelar kegiatan Geladian Pemimpin Regu (Dianpinru) Tahun 2025 yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan pembinaan kepemimpinan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Desember 2025, dan diikuti oleh puluhan Pramuka Penggalang dari berbagai gugusdepan di Kota Denpasar. Sebanyak 82 peserta yang merupakan […]

  • Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Masih dalam pembahasan jejak gelap di balik tragedi naas yang menghantam Pariwisata di Bali pada waktu yang lalu. Paket widata misterius, travel ilegal dan 5 turis asal Tiongkok harus meregang nyawa tanpa selembar asuransi dari pihak agen travel. Kecelakaan maut yang merenggut lima turis Tiongkok di jalur ekstrem Singaraja–Denpasar, Jumat (14/11), bukan sekadar […]

  • Polemik Simbol Religi di Toilet, Kasus di Pecatu Picu Respons Organisasi

    Polemik Simbol Religi di Toilet, Kasus di Pecatu Picu Respons Organisasi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Daya tarik Sang Buddha yang hidup sekitar abad ke-6 hingga ke-4 SM, pamornya masih sampai dengan hari ini di seluruh dunia. Walaupun penganut agama mereka di Indonesia cenderung masih relatif sedikit. Banyak cafe, restoran dan Spa menggunakan simbolik Buddha sebagai maskot mereka, entah untuk meningkatkan aura keberadaan tempat tersebut atau simbolik “peacefull” yang […]

  • Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif resiprokal atas produk Indonesia yang masuk ke pasar AS menjadi 19%, dari sebelumnya 32%. Sebagai imbal balik, Indonesia menghapus lebih dari 99% hambatan tarif bagi produk asal AS di berbagai sektor. Kesepakatan ini diteken oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson […]

expand_less