Breaking News
light_mode

Tersangka di Tengah Krisis, Ketika Mantan Kadis LH Bali Hadapi Hukum! Siapa Sebenarnya Bertanggung Jawab?

  • account_circle Ray
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Penetapan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Bali sebagai tersangka dalam kasus dugaan pidana lingkungan di kawasan TPA Suwung mengguncang ruang publik. Peristiwa ini tak sekadar perkara hukum, melainkan membuka kembali luka lama: krisis pengelolaan sampah yang bertahun-tahun tak kunjung terselesaikan.

Langkah aparat penegak hukum dipandang sebagai sinyal tegas bahwa pelanggaran lingkungan tidak lagi bisa ditoleransi. Dalam konstruksi hukum, jabatan publik membawa konsekuensi besar, setiap kebijakan, bahkan pembiaran, dapat berujung pidana jika terbukti melanggar aturan.

Namun di balik itu, muncul pertanyaan yang lebih dalam dan tak kalah penting: apakah adil jika tanggung jawab kompleks itu dipikul oleh satu orang?

Fakta di lapangan menunjukkan, TPA Suwung telah lama berada di ambang batas. Selama lebih dari satu dekade, volume sampah yang masuk terus melampaui kapasitas. Sistem pengelolaan yang masih bertumpu pada pola open dumping—yang sejatinya telah dilarang—menjadi bukti bahwa persoalan ini bukan lahir dalam satu periode kepemimpinan. Ini adalah akumulasi kebijakan lintas waktu, lintas pejabat, dan lintas institusi.

Di sinilah letak persoalan menjadi rumit. Dalam hukum pidana, penetapan tersangka harus memenuhi dua unsur utama: adanya perbuatan melawan hukum (actus reus) dan niat atau kesalahan (mens rea). Ketika seorang pejabat bekerja dalam sistem yang sejak awal sudah bermasalah dan minim dukungan infrastruktur, maka menakar unsur “niat jahat” menjadi tidak sesederhana hitam dan putih.

Lebih jauh, tata kelola sampah di Bali bukan hanya urusan satu dinas atau satu level pemerintahan. Ia melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga kebijakan nasional. Ketergantungan pada satu TPA tanpa terobosan teknologi pengolahan alternatif mencerminkan kegagalan struktural yang mengakar.

Seorang sumber di bidang kebijakan publik menyebut, persoalan ini kerap terjebak pada pola lama: mencari satu pihak untuk disalahkan, alih-alih membenahi sistem secara menyeluruh. “Jika sistemnya rapuh sejak awal, pejabat sering kali hanya menjadi operator dari kondisi yang sudah tidak ideal,” ujarnya.

Meski demikian, proses hukum tetap harus berjalan. Transparansi menjadi krusial agar publik tidak hanya melihat siapa yang dijadikan tersangka, tetapi juga memahami apakah benar terjadi penyimpangan kebijakan, atau justru ini adalah potret dari sistem yang gagal berbenah.

Kasus ini menjadi cermin keras bagi Bali. Krisis sampah bukan lagi isu teknis semata, melainkan persoalan tata kelola, keberanian politik, dan konsistensi kebijakan lintas pemerintahan yang selama ini kerap terputus di tengah jalan.

Editor – Ray

Di tengah pusaran ini, satu pertanyaan belum terjawab:
ketika sistem bermasalah sejak awal, apakah adil jika satu orang dijadikan wajah dari seluruh kegagalan?

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reaktivasi Alcatraz Disorot, Usulan Anggaran Rp2,4 Triliun Tuai Perdebatan di AS

    Reaktivasi Alcatraz Disorot, Usulan Anggaran Rp2,4 Triliun Tuai Perdebatan di AS

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    WASHINGTON D.C. — Rencana menghidupkan kembali penjara legendaris Alcatraz Island sebagai fasilitas maksimum keamanan memicu pro dan kontra di Amerika Serikat. Wacana ini mencuat setelah Donald Trump mengusulkan alokasi anggaran sebesar 152 juta dolar AS (sekitar Rp2,4 triliun) dalam rancangan anggaran tahun 2027. Dana tersebut disebut sebagai tahap awal dari proyek besar untuk mengembalikan fungsi […]

  • Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BALI — Persoalan sampah yang kian kompleks di Bali kembali menjadi sorotan. Di tengah belum optimalnya sistem pengelolaan, praktik pembakaran sampah oleh masyarakat dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Sejumlah kalangan menilai, pembakaran sampah—khususnya plastik—secara terbuka tanpa standar yang aman dapat […]

  • Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata Play Button

    Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR – Kerapuhan penerapan hukum pidana di sektor pariwisata kembali menjadi sorotan tajam dalam ujian terbuka promosi doktor Fakultas Hukum Universitas Udayana yang digelar pada 4 Juli 2025. Promovendus Ida Bagus Anggapurana Pidada dalam disertasinya menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi bagi keberlanjutan sektor pariwisata, khususnya di Bali. Dalam pemaparannya, Anggapurana menyoroti lemahnya penegakan sanksi […]

  • Antara Diculik dan Menipu, Publik Curiga Mr. Terimakasih Sedang Bermain Peran

    Antara Diculik dan Menipu, Publik Curiga Mr. Terimakasih Sedang Bermain Peran

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Ramainya ungkapan seorang influenser Sergeii Domogatsky yang dikenal luas di media sosial dengan nama Mr. Terimakasih, yang dikatakan menjadi korban penculikan, pemerasan, dan penyiksaan oleh kelompok bersenjata di Bali. Dalam beberapa media, ia mengungkapkan bahwa dirinya saat mengendarai motor disergap dengan menggunakan mobil Alphard hitam dan ada dua pria berpakaian menyerupai polisi menyeretnya […]

  • Rubi Raksasa 11.000 Karat Ditemukan di Myanmar, Mogok Kembali Gegerkan Dunia Permata

    Rubi Raksasa 11.000 Karat Ditemukan di Myanmar, Mogok Kembali Gegerkan Dunia Permata

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Myanmar — Sebuah batu rubi langka berukuran raksasa ditemukan di kawasan tambang legendaris Mogok, Wilayah Mandalay, Myanmar. Batu mulia seberat 11.000 karat atau sekitar 2,2 kilogram itu disebut sebagai salah satu temuan rubi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara yang dikenal sebagai penghasil batu permata terbaik dunia. Pemerintah Myanmar yang didukung militer menyatakan rubi […]

  • Setelah MoU, PT BIBU Panji Sakti Teken Kontrak Pembelian Tiga N219 Amfibi dari PTDI

    Setelah MoU, PT BIBU Panji Sakti Teken Kontrak Pembelian Tiga N219 Amfibi dari PTDI

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Kontrak tiga N219 Amfibi menjadi langkah konkret membangun jaringan logistik udara-maritim untuk mendukung distribusi hasil laut dari Indonesia Timur menuju pasar domestik dan ekspor. BANDUNG — Kerja sama PT BIBU Panji Sakti dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memasuki tahap baru. Setelah sebelumnya dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), rencana pengadaan tiga unit […]

expand_less