Breaking News
light_mode

BEM UI Gebrak Jakarta, Tuntut Hentikan “Penjajahan” atas Rakyat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEM UI menggelar aksi di Bundaran HI, Selasa, 18 Agustus 2026, dengan delapan tuntutan, termasuk evaluasi PSN, penghentian MBG dan KDMP, serta penolakan intervensi TNI-Polri di ruang sipil.

JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali turun ke jalan. Selasa, 18 Agustus 2026, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dengan membawa delapan tuntutan yang diarahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Aksi tersebut mengusung kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Salah satu isu utama yang dibawa mahasiswa adalah tuntutan untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “penjajahan negara atas rakyat sendiri”.

University students participate in a protest against government policies, including measures to address rupiah depreciation, the free meals program, and rising fuel prices for 92-octane gasoline, in Jakarta, Indonesia, on June 12, 2026. (Photo by Claudio Pramana/NurPhoto via Getty Images)

BEM UI juga mendesak pemerintah menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM), dan menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores.

Di bidang kebijakan pembangunan dan program pemerintah, mahasiswa kembali meminta agar Proyek Strategis Nasional (PSN) dievaluasi. Mereka juga mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kritik terhadap TNI-Polri di Ruang Sipil

Tuntutan lainnya menyasar keterlibatan aparat keamanan dalam ruang sipil. BEM UI meminta pemerintahan Prabowo menghentikan tindakan yang mereka nilai represif serta intervensi TNI dan Polri dalam kehidupan sipil.

Mahasiswa menilai ruang demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dijamin. Karena itu, isu mengenai peran aparat menjadi salah satu bagian penting dalam aksi tersebut.

BEM UI juga mengkritik seremoni peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Bagi mahasiswa, perayaan kemerdekaan tidak cukup hanya ditandai dengan seremoni, tetapi juga harus diikuti dengan evaluasi terhadap kondisi rakyat dan tata kelola negara.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat.

“Kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? Kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?” kata Yatalathof Imawan kepada media, Senin (17/8).

Pernah Dihadang Aparat

Aksi 18 Agustus 2026 bukan pertama kalinya BEM UI menyampaikan kritik melalui demonstrasi. Sekitar dua bulan sebelumnya, pada 12 Juni 2026, massa BEM UI juga menggelar aksi di Jakarta.

Saat itu, perjalanan mahasiswa menuju Bundaran HI sempat diadang aparat TNI dan kepolisian. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu latar belakang kritik mahasiswa terhadap keterlibatan aparat dalam pengamanan aksi sipil.

Pada periode yang sama, aksi mahasiswa juga berlangsung di sejumlah kota dengan membawa berbagai isu, antara lain penolakan terhadap program MBG, KDMP, serta kekhawatiran terhadap menguatnya peran militer di ranah sipil.

BEM UI kini kembali membawa sejumlah isu tersebut ke jalan. Evaluasi PSN, penghentian MBG dan KDMP, pemberantasan KKN, persoalan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga tuntutan penetapan status bencana nasional menjadi bagian dari delapan tuntutan yang mereka sampaikan.

Aksi tersebut sekaligus menjadi momentum mahasiswa untuk kembali mempertanyakan arah kebijakan pemerintah di tengah peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LSPR Juara Dunia Inovasi Penanganan Krisis

    LSPR Juara Dunia Inovasi Penanganan Krisis

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – LSPR Institute of Communication and Business meraih peringkat pertama dunia dalam kategori Crisis Management versi World University Rankings for Innovation (WURI) 2025. Penghargaan ini menegaskan posisi LSPR sebagai institusi pendidikan tinggi yang terdepan dalam inovasi, empati, dan aksi nyata di tengah krisis global. Lewat program Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim […]

  • Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata Play Button

    Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR – Kerapuhan penerapan hukum pidana di sektor pariwisata kembali menjadi sorotan tajam dalam ujian terbuka promosi doktor Fakultas Hukum Universitas Udayana yang digelar pada 4 Juli 2025. Promovendus Ida Bagus Anggapurana Pidada dalam disertasinya menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi bagi keberlanjutan sektor pariwisata, khususnya di Bali. Dalam pemaparannya, Anggapurana menyoroti lemahnya penegakan sanksi […]

  • Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    KLUNGKUNG – Nusa Penida adalah permatanya pulau Bali yang belum banyak terasah, potongan surga yang jatuh ke bumi. “Crystal Bay”, sebuah teluk indah di Nusa Penida yang dikenal karena airnya sebening kristal. Saat matahari mulai condong ke barat, langit perlahan berubah warna. Gradasi jingga, ungu, dan emas menyatu seperti lukisan yang hidup. Di kejauhan, seorang […]

  • Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    DENPASAR – Lautan menyimpan banyak misteri, dan salah satunya adalah kisah luar biasa tentang ikan tuna, spesies pelagis yang hidupnya benar-benar bergantung pada gerakan. Tak banyak yang tahu, ikan tuna adalah salah satu makhluk laut yang tidak bisa berhenti berenang. Jika mereka diam terlalu lama, mereka bisa mati kehabisan oksigen. Berbeda dengan kebanyakan ikan yang […]

  • AM Mortar Dorong Inovasi Konstruksi di Dewata Engineers Club 2026

    AM Mortar Dorong Inovasi Konstruksi di Dewata Engineers Club 2026

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    AM Mortar hadir membawa edukasi material bangunan sekaligus membuka ruang kolaborasi antara industri, engineer, praktisi, dan mahasiswa teknik. BADUNG – PT Adiwisesa Mandiri Building Products Indonesia (AMBPI) melalui brand AM Mortar mengambil bagian dalam Dewata Engineers Club 2026 bertajuk “Engineering Freedom: Innovating Beyond Limits” yang digelar 28-29 Agustus 2026 di Bali Sunset Road Convention Center. […]

  • KFC Indonesia Masih Tertekan di 2025, Rugi Menyusut Namun Beban Utang dan Keraguan Auditor Membayangi

    KFC Indonesia Masih Tertekan di 2025, Rugi Menyusut Namun Beban Utang dan Keraguan Auditor Membayangi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Mataram – Kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia, sepanjang tahun buku 2025 masih menghadapi tekanan berat. Meski mencatat perbaikan pada rugi bersih, perusahaan belum mampu keluar dari zona kerugian operasional di tengah stagnasi pendapatan dan meningkatnya beban utang. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, FAST membukukan rugi bersih sebesar Rp369 miliar, […]

expand_less