Breaking News
light_mode

Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata

  • account_circle Ray
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kerapuhan penerapan hukum pidana di sektor pariwisata kembali menjadi sorotan tajam dalam ujian terbuka promosi doktor Fakultas Hukum Universitas Udayana yang digelar pada 4 Juli 2025. Promovendus Ida Bagus Anggapurana Pidada dalam disertasinya menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi bagi keberlanjutan sektor pariwisata, khususnya di Bali.

Dalam pemaparannya, Anggapurana menyoroti lemahnya penegakan sanksi pidana terhadap pelaku perusakan lingkungan dan investasi liar yang merugikan sektor pariwisata. Ia menyebut, selama ini hukum tidak hadir secara tegas dalam melindungi daya tarik wisata yang menjadi andalan ekonomi masyarakat Bali.

“Selama ini sanksi pidana terhadap pengerusakan daya tarik wisata sangat lemah. Akibatnya, banyak kerusakan lingkungan yang tidak tersentuh hukum,” ujarnya di hadapan para penguji.

Ia menilai bahwa pendekatan pariwisata sebagai industri kerap kali melahirkan keserakahan, dengan keuntungan finansial sebagai tujuan utama (cuan), namun mengabaikan dampak lingkungan. Tak sedikit pelaku usaha yang bertindak serampangan—membangun di tepi jurang, mengokupasi sepadan pantai, dan menutup akses publik terhadap alam—tanpa mendapatkan tindakan hukum yang tegas.

“Ironisnya, pelanggaran seperti ini memonopoli ruang publik dan menghalangi wisatawan serta masyarakat menikmati keindahan alam. Namun tetap saja luput dari penegakan hukum,” tegasnya.

Anggapurana juga mengkritisi ketidakharmonisan regulasi terkait investasi pariwisata, khususnya dari luar negeri, yang dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum. Menurutnya, regulasi yang tumpang tindih menjadi penghalang masuknya investor yang beretika dan berorientasi pada kelestarian.

“Kalau perlindungan hukumnya lemah, investor enggan masuk. Yang dirugikan justru masyarakat dan tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Ke depan, setelah menyelesaikan studi doktoralnya, ia bertekad untuk mendorong lahirnya kebijakan daerah, seperti Peraturan Daerah (Perda), yang bisa menjamin kepastian hukum serta mendorong investasi berkelanjutan di sektor pariwisata Bali.

“Kepastian hukum adalah kunci agar pariwisata bisa tumbuh tanpa menghancurkan lingkungan,” pungkasnya. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (13)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Polemik penyegelan proyek nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berbuntut panjang. Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, angkat suara keras dan membantah klaim adanya dukungan warga Serangan terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ditemui di Kantor Desa Adat Serangan, Jumat (24/4/2026), Pariatha menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan “Warga […]

  • Don Ritto Klaim Emas dan Uang di Brankas Rumah Febrie Miliknya

    Don Ritto Klaim Emas dan Uang di Brankas Rumah Febrie Miliknya

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kuasa hukum menyebut Don Ritto ikut membangun brankas di rumah Sentul dan telah menggunakan lokasi tersebut sebagai kantor operasional yayasan sejak 2023. JAKARTA – Kuasa hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, menegaskan bahwa emas dan uang yang ditemukan dalam brankas di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Sentul, […]

  • Hiduplah Sesuai Dhamma, Perenungan Ajahn Chah tentang Agama Hati

    Hiduplah Sesuai Dhamma, Perenungan Ajahn Chah tentang Agama Hati

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Namo Buddhaya. DENPASAR – Ajaran Buddha kembali ditegaskan sebagai jalan pembinaan batin melalui pesan mendalam dari mendiang guru besar aliran Theravāda, Ajahn Chah. Dalam sebuah perenungan yang diterjemahkan oleh Bhikkhu Sumedho dari Abhayagiri, Ajahn Chah menekankan bahwa esensi agama Buddha bukanlah sekadar ritual atau simbol keagamaan, melainkan latihan hati yang berkelanjutan. “Agama Buddha adalah agama […]

  • HARRIS Hotel Kuta Gelar Pink Mat Pilates, Kampanye Kesadaran Kanker Payudara

    HARRIS Hotel Kuta Gelar Pink Mat Pilates, Kampanye Kesadaran Kanker Payudara

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Gandeng 23 Club Studio Bali, HARRIS Stay Fit Ajak Masyarakat Bangun Gaya Hidup Sehat dan Kepedulian Sosial KUTA, BALI – HARRIS Hotel & Residences Riverview Kuta Bali menggelar kegiatan Pink Mat Pilates pada 24 Oktober 2026 sebagai bagian dari program HARRIS Stay Fit. Berkolaborasi dengan 23 Club Studio Bali, kegiatan ini menjadi upaya hotel untuk […]

  • Gus Islah Bahrawi Kritik Toa Masjid Bising, Desak Pemerintah Perketat Aturan

    Gus Islah Bahrawi Kritik Toa Masjid Bising, Desak Pemerintah Perketat Aturan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 1Komentar

    Menyoroti penggunaan pengeras suara yang dinilai mengganggu kenyamanan warga, Gus Islah Bahrawi mendorong pembatasan penggunaan toa di luar waktu azan serta penataan aktivitas keagamaan di kawasan permukiman. JAKARTA — Penggunaan pengeras suara atau toa masjid yang dinilai berlebihan kembali menjadi sorotan. Gus Islah Bahrawi, dalam sebuah podcast, menyampaikan kritik terhadap penggunaan pengeras suara yang terlalu […]

  • Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Jakarta, 4 Maret 2026 — Eskalasi konflik di Timur Tengah kian menekan perekonomian global. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga beberapa pekan ke depan memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan minyak dan gas dunia, serta berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan nasional. Disrupsi Energi Global, […]

expand_less