Breaking News
light_mode

KEK Kura Kura Bali Olah 9,8 Ton Sampah Organik, Targetkan Zero Waste to Landfill

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Island Compost Center berkapasitas hingga 1 ton per hari menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus upaya mengurangi beban lingkungan kawasan.

DENPASAR — PT Bali Turtle Island Development (BTID), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pengoperasian Island Compost Center (ICC). Fasilitas pengolahan sampah organik ini memiliki kapasitas maksimal hingga 1 ton per hari dan telah beroperasi sejak Juni 2026.

Hingga Agustus 2026, ICC tercatat telah mengolah sekitar 9,8 ton sampah organik yang berasal dari aktivitas di kawasan Kura Kura Bali. Sampah tersebut antara lain berupa daun, ranting, rumput, serta sisa makanan dari kegiatan kantor dan pemeliharaan lanskap.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BTID menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Sampah organik yang masuk ke ICC diproses menjadi kompos dengan pendekatan ekonomi sirkular. Setelah melalui proses pengomposan sekitar tiga bulan hingga matang, kompos tersebut dikembalikan untuk menyuburkan area hijau di kawasan Kura Kura Bali.

Dalam operasionalnya, ICC menggunakan dua metode, yakni open windrow composting dan ring compost. Metode open windrow digunakan untuk menangani volume sampah organik yang lebih besar dengan memanfaatkan panas alami dari proses penguraian. Sementara ring compost digunakan pada area yang lebih terbatas dengan mengoptimalkan sirkulasi udara agar proses pengomposan tetap terkendali dan tidak menimbulkan bau.

Pengembangan ICC diawali dengan uji coba pengelolaan sampah organik pada September 2025. Dalam periode 22 September hingga 6 Oktober 2025, sebanyak 3,4 kilogram sisa makanan diolah menggunakan biodigester anaerobik dan menghasilkan sekitar 1,3 kilogram raw compost.

Biodigester anaerobik bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan material organik tanpa kehadiran oksigen.

“Kami tidak menunggu sistem yang sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan dan infrastruktur serta sistem pengelolaan sampah yang bisa berdampak baik bagi lingkungan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy.

Menurut Zefri, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah di Kura Kura Bali bukan sekadar tanggung jawab operasional, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun kawasan yang tidak membebani lingkungan sekitarnya,” katanya.

Program ICC juga melibatkan masyarakat lokal. Dalam operasional fasilitas tersebut, BTID memberdayakan warga Desa Serangan sebagai tenaga pengelola. Pelibatan ini diharapkan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik dan pembuatan kompos.

Salah seorang warga Desa Serangan, Wayan Sudibya, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui program tersebut.

“Sebenarnya tugas ini termasuk baru untuk saya. Programnya benar-benar mendukung program pemerintah saat ini. Karena kita sedang bergulat dengan sampah yang menjadi beban lingkungan,” ujar Sudibya.

Hal senada disampaikan Ni Ketut Serini, pekerja asal Desa Serangan yang terlibat dalam pengoperasian fasilitas tersebut.

“Tiang ucapkan terima kasih kepada Kura Kura Bali sama BTID Bali juga. Karena tiang sudah mendapatkan kesempatan bekerja dan sekaligus belajar membuat kompos,” katanya.

Selain melibatkan tenaga lokal, pengoperasian ICC juga menggandeng komunitas sekitar. Salah satunya melalui pemanfaatan eco enzyme yang diproduksi PT Nukari, komunitas Angen binaan BTID.

Cairan hasil fermentasi tersebut digunakan sebagai dekomposer untuk membantu proses penguraian material organik dalam pengomposan.

Pengelolaan sampah di KEK Kura Kura Bali tidak berhenti pada sampah organik. Untuk sampah anorganik, pengelolaannya dipercayakan kepada Manah Liang, sedangkan pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dilakukan PT Bhakti Bumi Berseri. Keduanya disebut sebagai mitra resmi dan berlisensi yang menjalankan kegiatan sesuai ketentuan lingkungan hidup.

Ke depan, BTID menargetkan penerapan konsep zero waste to landfill secara bertahap seiring perkembangan kawasan. Strategi tersebut akan diperkuat melalui rencana pembangunan Recycle Material Warehouse (RMW) dan Eco Edu Centre (EEC).

RMW dirancang sebagai fasilitas pemilahan material untuk mengidentifikasi barang yang masih memiliki nilai guna sebelum disalurkan kepada pihak ketiga atau dikelola secara internal. Sementara EEC diarahkan menjadi pusat edukasi dan lokakarya pengolahan serta daur ulang sampah, termasuk kertas, kaca, dan kayu.

Dengan pengembangan fasilitas, pelibatan masyarakat dan kolaborasi dengan komunitas lokal, BTID menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kawasan yang lebih berkelanjutan.

Target jangka panjangnya adalah membangun sistem pengelolaan sampah yang semakin mandiri, terukur dan berbasis data, sekaligus mengurangi ketergantungan kawasan terhadap pembuangan sampah ke tempat pemrosesan akhir.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Denpasar – Proses persidangan perkara sengketa tanah dengan nomor 397/Pdt.G/2026/PN Dps menuai sorotan dari pihak tergugat, Indrawati. Kuasa hukumnya, I Made Somya Putra, SH, MH, mengaku terkejut dengan agenda sidang yang dinilai tidak berjalan sesuai tahapan hukum acara perdata. Somya menyampaikan bahwa pihaknya baru menerima panggilan sidang pertama pada 15 April 2026, yang mengagendakan mediasi […]

  • Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memperkuat upaya pemulihan kerugian negara melalui penelusuran, perampasan, dan pengelolaan aset hasil tindak pidana. Sepanjang 2025, lembaga tersebut berhasil mengembalikan dana sebesar Rp19,6 triliun ke kas negara. Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan paradigma penegakan hukum kini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman pelaku kejahatan, tetapi […]

  • Istana Gerak Cepat Penuhi Tuntutan Para Penglingsir, Bangun Bandara Internasional Bali Utara Demi Pemerataan 

    Istana Gerak Cepat Penuhi Tuntutan Para Penglingsir, Bangun Bandara Internasional Bali Utara Demi Pemerataan 

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    GIANYAR – Derap langkah cepat pembangunan untuk keadilan pemerataan pariwisata Bali, demi sebuah Bali yang utuh. BIBU atau Bandara Internasional Bali Utara harus dibangun, itu yang didorong pihak Ida Penglingsir Se-Jebag Bali, Rabu 29 Juli 2026 di areal Puri Blahbatuh, Gianyar. Kedatangan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik […]

  • Kecerdasan Spiritual Jadi Kunci Hidup Lebih Bermakna, Ini Cara Melatihnya agar Lebih Tenang dan Bijaksana

    Kecerdasan Spiritual Jadi Kunci Hidup Lebih Bermakna, Ini Cara Melatihnya agar Lebih Tenang dan Bijaksana

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    JAKARTA – Di tengah tekanan kehidupan modern yang semakin kompleks, kecerdasan spiritual semakin dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas hidup yang seimbang. Tidak hanya mendukung kesehatan mental dan emosional, kecerdasan spiritual juga diyakini membantu seseorang menemukan makna hidup, ketenangan batin, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan dengan lebih bijaksana. Selama ini, konsep hidup […]

  • Cancel Ojek Online Kini Bisa Kena Denda, Pakar Nilai Kebijakan Lindungi Hak Mitra Pengemudi

    Cancel Ojek Online Kini Bisa Kena Denda, Pakar Nilai Kebijakan Lindungi Hak Mitra Pengemudi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pelanggan layanan transportasi online kini perlu lebih cermat sebelum membatalkan pesanan. Pasalnya, sejumlah platform mulai menerapkan biaya pembatalan (cancellation fee) sebagai bentuk kompensasi kepada mitra pengemudi yang telah meluangkan waktu dan menempuh perjalanan menuju lokasi penjemputan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelanggan dan mitra pengemudi. Seluruh biaya pembatalan yang dibayarkan […]

  • Apresiasi Pengaduan ke Dewan Pers, SMSI Bali: Sengketa Pers Harus Lewat Mekanisme yang Benar

    Apresiasi Pengaduan ke Dewan Pers, SMSI Bali: Sengketa Pers Harus Lewat Mekanisme yang Benar

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 5839Komentar

    DENPASAR – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Emanuel Dewata Odja, mengapresiasi langkah Ipda Haris Budiyono yang melaporkan dua media siber ke Dewan Pers terkait pemberitaan yang dinilai merugikan dirinya. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penyelesaian sengketa pers yang tepat dan sesuai regulasi. Emanuel, yang akrab disapa Edo, menegaskan bahwa setiap pihak yang merasa […]

expand_less