Breaking News
light_mode

KEK Kura Kura Bali Olah 9,8 Ton Sampah Organik, Targetkan Zero Waste to Landfill

  • account_circle Admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Island Compost Center berkapasitas hingga 1 ton per hari menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus upaya mengurangi beban lingkungan kawasan.

DENPASAR — PT Bali Turtle Island Development (BTID), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pengoperasian Island Compost Center (ICC). Fasilitas pengolahan sampah organik ini memiliki kapasitas maksimal hingga 1 ton per hari dan telah beroperasi sejak Juni 2026.

Hingga Agustus 2026, ICC tercatat telah mengolah sekitar 9,8 ton sampah organik yang berasal dari aktivitas di kawasan Kura Kura Bali. Sampah tersebut antara lain berupa daun, ranting, rumput, serta sisa makanan dari kegiatan kantor dan pemeliharaan lanskap.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BTID menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Sampah organik yang masuk ke ICC diproses menjadi kompos dengan pendekatan ekonomi sirkular. Setelah melalui proses pengomposan sekitar tiga bulan hingga matang, kompos tersebut dikembalikan untuk menyuburkan area hijau di kawasan Kura Kura Bali.

Dalam operasionalnya, ICC menggunakan dua metode, yakni open windrow composting dan ring compost. Metode open windrow digunakan untuk menangani volume sampah organik yang lebih besar dengan memanfaatkan panas alami dari proses penguraian. Sementara ring compost digunakan pada area yang lebih terbatas dengan mengoptimalkan sirkulasi udara agar proses pengomposan tetap terkendali dan tidak menimbulkan bau.

Pengembangan ICC diawali dengan uji coba pengelolaan sampah organik pada September 2025. Dalam periode 22 September hingga 6 Oktober 2025, sebanyak 3,4 kilogram sisa makanan diolah menggunakan biodigester anaerobik dan menghasilkan sekitar 1,3 kilogram raw compost.

Biodigester anaerobik bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan material organik tanpa kehadiran oksigen.

“Kami tidak menunggu sistem yang sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan dan infrastruktur serta sistem pengelolaan sampah yang bisa berdampak baik bagi lingkungan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy.

Menurut Zefri, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah di Kura Kura Bali bukan sekadar tanggung jawab operasional, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun kawasan yang tidak membebani lingkungan sekitarnya,” katanya.

Program ICC juga melibatkan masyarakat lokal. Dalam operasional fasilitas tersebut, BTID memberdayakan warga Desa Serangan sebagai tenaga pengelola. Pelibatan ini diharapkan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik dan pembuatan kompos.

Salah seorang warga Desa Serangan, Wayan Sudibya, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui program tersebut.

“Sebenarnya tugas ini termasuk baru untuk saya. Programnya benar-benar mendukung program pemerintah saat ini. Karena kita sedang bergulat dengan sampah yang menjadi beban lingkungan,” ujar Sudibya.

Hal senada disampaikan Ni Ketut Serini, pekerja asal Desa Serangan yang terlibat dalam pengoperasian fasilitas tersebut.

“Tiang ucapkan terima kasih kepada Kura Kura Bali sama BTID Bali juga. Karena tiang sudah mendapatkan kesempatan bekerja dan sekaligus belajar membuat kompos,” katanya.

Selain melibatkan tenaga lokal, pengoperasian ICC juga menggandeng komunitas sekitar. Salah satunya melalui pemanfaatan eco enzyme yang diproduksi PT Nukari, komunitas Angen binaan BTID.

Cairan hasil fermentasi tersebut digunakan sebagai dekomposer untuk membantu proses penguraian material organik dalam pengomposan.

Pengelolaan sampah di KEK Kura Kura Bali tidak berhenti pada sampah organik. Untuk sampah anorganik, pengelolaannya dipercayakan kepada Manah Liang, sedangkan pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dilakukan PT Bhakti Bumi Berseri. Keduanya disebut sebagai mitra resmi dan berlisensi yang menjalankan kegiatan sesuai ketentuan lingkungan hidup.

Ke depan, BTID menargetkan penerapan konsep zero waste to landfill secara bertahap seiring perkembangan kawasan. Strategi tersebut akan diperkuat melalui rencana pembangunan Recycle Material Warehouse (RMW) dan Eco Edu Centre (EEC).

RMW dirancang sebagai fasilitas pemilahan material untuk mengidentifikasi barang yang masih memiliki nilai guna sebelum disalurkan kepada pihak ketiga atau dikelola secara internal. Sementara EEC diarahkan menjadi pusat edukasi dan lokakarya pengolahan serta daur ulang sampah, termasuk kertas, kaca, dan kayu.

Dengan pengembangan fasilitas, pelibatan masyarakat dan kolaborasi dengan komunitas lokal, BTID menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kawasan yang lebih berkelanjutan.

Target jangka panjangnya adalah membangun sistem pengelolaan sampah yang semakin mandiri, terukur dan berbasis data, sekaligus mengurangi ketergantungan kawasan terhadap pembuangan sampah ke tempat pemrosesan akhir.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Hukum, GPS Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Langkah Polda Bali

    Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Hukum, GPS Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Langkah Polda Bali

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Gugatan praperadilan yang diajukan Kepala Kanwil BPN Bali I Made Daging memasuki babak krusial. Kuasa hukumnya, Gede Pasek Suardika (GPS), secara tegas meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang dipimpin hakim tunggal Ketut Somanasa untuk mencabut status tersangka kliennya. Penetapan tersangka oleh Polda Bali dinilai bukan sekadar keliru, tetapi cacat hukum sejak awal. […]

  • Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan Play Button

    Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Suguhkan Single “Dulu Kau Indah” Bertempo Upbeat Bertema Patah Hati   DENPASAR – Musisi dan penyanyi solo Deva Dianjaya resmi merilis album perdananya bertajuk Pendevasaan, dengan single utama dan video klip Dulu Kau Indah yang diluncurkan pada Jumat, 4 Juli 2025. Rilisan ini tersedia di kanal YouTube Deva, Spotify, serta seluruh platform digital streaming lainnya. […]

  • Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina

    Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Jakarta — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, dijadwalkan akan berpartisipasi dalam seminar online internasional yang diselenggarakan Pemerintah Russia, pada tanggal 23 Oktober 2025 mendatang, yang dipusatkan di Wina, Austria. Pria yang baru saja memberikan pidato di PBB itu diundang Kedutaan Besar Rusia di Jakarta untuk berkenan menghadiri seminar dimaksud. Tema […]

  • ITLS 2025 Dibuka di Bali, Dorong Pemimpin Baru Pariwisata Global

    ITLS 2025 Dibuka di Bali, Dorong Pemimpin Baru Pariwisata Global

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    BALI, 26 September 2025 – International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2025 resmi dibuka di Trans Hotel & Resort Bali, Jumat (26/9). Gelaran yang diinisiasi Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali ini mengangkat tema “The Future of Hospitality & Tourism: Embracing Responsible & Inclusive Growth”, menegaskan pentingnya pariwisata sebagai motor pemulihan ekonomi dunia sekaligus […]

  • WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Warga Desa Adat Pemogan, yang dikenal dengan inisial WKS, kembali menegaskan sikapnya terhadap undangan Paruman Wicara Adat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 Juli pukul 19.00 WITA, di kantor LPD. WKS menyatakan hanya akan hadir jika paruman dilakukan di tempat yang dianggap netral, seperti Balai Kerta Adyaksa di kantor desa atau kecamatan. “Saya […]

  • Merawat Kebodohan, Menjaga Ketersesatan

    Merawat Kebodohan, Menjaga Ketersesatan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Ichsanuddin Noorsy DENPASAR – Miris melihat cara pandang dan sikap sebagian elite politik, birokrat, aparat penegak hukum, akademisi, jurnalis, hingga masyarakat Indonesia terhadap hegemoni Amerika Serikat (AS). Mengapa miris? Karena tekanan struktural, fundamental, dan fungsional AS terhadap Indonesia sesungguhnya telah berlangsung sejak era Republik Indonesia Serikat hingga hari ini. Argumentasi tersebut pernah saya uraikan dalam […]

expand_less