Breaking News
light_mode

Gubernur Papua Barat Daya: Orang Papua Jangan Jadi Tamu di Tanah Sendiri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyoroti penguasaan hutan Papua oleh pihak luar dan meminta pemerintah mempercepat pengakuan hutan adat untuk melindungi hak masyarakat adat.

Sorong – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melontarkan kritik keras mengenai penguasaan hutan dan tanah di Papua. Ia menilai masyarakat adat berisiko semakin tersisih dari wilayah yang sejak turun-temurun menjadi ruang hidup mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Elisa saat membuka PAPEDA Summit 2026 di Kota Sorong, Rabu (2/9/2026). Forum tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta sejumlah delegasi dan pemangku kepentingan yang membahas pembangunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.

Elisa secara terbuka menyoroti kondisi hutan Papua yang menurutnya semakin banyak berada dalam penguasaan pihak luar. Ia bahkan menggambarkan masyarakat Papua seperti hanya menjadi penumpang di tanah leluhurnya sendiri.

“Kami tinggal di Papua, tetapi hutan sudah habis karena dikuasai konglomerat dan orang luar,” kata Elisa.

Dalam pernyataannya, Elisa juga menyebut adanya ketimpangan penguasaan sumber daya alam antara masyarakat Papua dengan kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi dan akses lebih besar.

“Jenderal punya hutan, konglomerat punya hutan. Orang Papua nggak punya, kita cuma numpang ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena disampaikan dalam forum yang secara khusus mengangkat isu pembangunan, ekonomi dan keberlanjutan alam di Tanah Papua.

Elisa menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak semestinya hanya diukur dari besarnya investasi, pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan harus dilihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta kemampuan masyarakat adat mempertahankan wilayah dan sumber daya alamnya.

Ia juga meminta pemerintah pusat mempercepat proses pengakuan dan penetapan hutan adat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat posisi masyarakat adat dalam menjaga dan mengelola wilayah mereka.

“Pembangunan Tanah Papua harus dilihat dari apakah masyarakat semakin sejahtera, apakah anak-anak Papua memperoleh masa depan yang lebih baik, apakah masyarakat adat semakin kuat menjaga wilayahnya, serta apakah hutan, laut, sungai, dan pulau-pulau kita tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Elisa.

PAPEDA Summit 2026 sendiri mengusung agenda pembangunan yang menempatkan masyarakat adat, lingkungan dan keberlanjutan sebagai bagian penting. Situs resmi forum tersebut menyebut perlindungan hak masyarakat adat atas wilayah darat, pesisir dan laut sebagai salah satu fokus strategis pertemuan.

Bagi Elisa, persoalan hutan Papua bukan semata-mata perkara lingkungan. Di dalamnya terdapat persoalan kepemilikan, kepastian hukum, kesejahteraan serta masa depan masyarakat adat.

Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dalam PAPEDA Summit tidak berhenti sebagai rekomendasi forum, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanah Papua.

“Mari kita pastikan setiap gagasan yang lahir dari Papeda Summit dapat diterjemahkan menjadi kerja bersama,” kata Elisa.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTID Salurkan Hewan Kurban di Serangan, Tradisi Toleransi Antarumat Kembali Menguat saat Idul Adha

    BTID Salurkan Hewan Kurban di Serangan, Tradisi Toleransi Antarumat Kembali Menguat saat Idul Adha

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang mempererat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Desa Serangan, Denpasar. PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada Masjid As-Syuhada Kampung Bugis, Desa Serangan. Pada perayaan Idul Adha tahun ini, BTID menyerahkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing […]

  • Sungguh Miris Nasib Nyoman dan Ketut Diujung Kepunahan, Ditindas Program KB

    Sungguh Miris Nasib Nyoman dan Ketut Diujung Kepunahan, Ditindas Program KB

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Sungguh sangat nikmat menyeruput kopi hitam disaat senja, sambil ditemani godoh maupun jajanan Bali, apalagi sambil mendengarkan lagu pop Bali masa kini “Emoni”, dengan judul Ketut Garing. Tetapi dalam perjalanan lagu tersebut, sontak saja terpikir nama Nyoman dan Ketut di Bali bisa punah oleh Program Keluarga Berencana (KB) milik pemerintah. Disinilah para Krama Bali […]

  • Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TITENI, TIRAKATI, ENTINI, Tiga Laku Jawa yang Mengajarkan Cara Menjalani Hidup JATENG – Di tengah zaman yang serba cepat, ketika segala sesuatu ingin diraih seketika dan diukur dari hasil yang tampak, masyarakat Jawa sesungguhnya telah lama mewariskan sebuah rumus kehidupan yang sederhana, namun sarat makna. Rumus itu terdiri dari tiga kata: Titeni, Tirakati, dan Entini. […]

  • Polsek Densel Gerak Cepat Tangani Kasus Pengerusakan, Kapolsek: Kami Sudah Koordinasi Dengan Pihak Imigrasi

    Polsek Densel Gerak Cepat Tangani Kasus Pengerusakan, Kapolsek: Kami Sudah Koordinasi Dengan Pihak Imigrasi

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pelaku kriminal di wilayah kerja Polsek Denpasar Selatan sepertinya harus merasakan shock Therapi, lantaran gerak cepat Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., yang mulai memimpin wilayah hukum tersebut sejak Maret 2025, patut diacungi jempol. Belum lagi kegiatan yang pernah dilaksanakan di SMK Negeri 3 Denpasar pada Senin (20/10/2025), dalam […]

  • Kapolda Bali Pasma Royce Tegaskan Penindakan, Lima Pengecer BBM Dikabarkan Ditangkap

    Kapolda Bali Pasma Royce Tegaskan Penindakan, Lima Pengecer BBM Dikabarkan Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Penjualan bensin dalam botol air mineral menjadi sorotan di tengah antrean panjang SPBU; polisi mendalami dugaan pelanggaran hingga praktik penjualan BBM berharga Rp200 ribu per 1,5 liter. DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menegaskan penindakan terhadap praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga melanggar ketentuan di tengah antrean panjang […]

  • Tiga Kali Beruntun Jadi Kampiun, Arya Arkananta Warnai Meriahnya UHA Futsal 2026

    Tiga Kali Beruntun Jadi Kampiun, Arya Arkananta Warnai Meriahnya UHA Futsal 2026

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    UBUD – Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai penutupan Ubud Hotels Association (UHA) Futsal Competition 2026 yang berlangsung meriah. Ajang tahunan yang mempertemukan puluhan properti anggota UHA ini kembali menjadi ruang mempererat solidaritas antar insan hospitality di kawasan Ubud melalui kompetisi olahraga yang penuh semangat. Partai final menghadirkan duel sengit antara tim Arya Arkananta Resort melawan […]

expand_less