Breaking News
light_mode

Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya alias Man Tayax, angkat bicara soal polemik reaksi keras Megawati Soekarnoputri terhadap penetapan Jenderal Besar H. Mohamad Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, publik keliru jika melihat ini hanya sebagai drama politik atau dendam personal. Ia menegaskan bahwa satu generasi bangsa membawa luka sejarah yang tidak pernah sepenuhnya ditutup.

“Dengan akal sehat yang jujur dan adil sejak dalam benak nurani, kita harus melihat persoalan ini bukan hitam-putih. Megawati terluka, itu fakta psikologis—tapi sejarah juga tidak sepenuhnya menyalahkan Soeharto sebagai individu tunggal,” tegas Man Tayax dalam analisisnya.

Ia mengurai pengalaman getir Megawati sejak 1966, ketika ayahnya dijatuhkan dan keluarganya mengalami penolakan sosial. Tahun 1967 ia dikeluarkan dari kampus hanya karena nama “Soekarno”. Tahun 1970 keluarganya tidak diberi izin memakamkan Sukarno di Bogor. Tahun 1973, PNI dibubarkan dan era de-Sukarnoisasi berlangsung. Semua itu, menurut Man Tayax, adalah rangkaian trauma transisional, trauma identitas, hingga duka yang tak pernah tuntas.

“Kita harus jujur: luka-luka itu nyata. Ini bukan soal baper, ini soal sejarah yang menimpa seseorang sejak remaja hingga dewasa, dan membentuk respons emosional yang meledak ketika simbol masa lalu diangkat kembali,” ujarnya.

Namun Man Tayax menekankan pentingnya keadilan perspektif. Menurutnya, Soeharto juga bukan sosok yang bekerja dalam ruang kosong. “Negara waktu itu kacau, tekanan militer tinggi, banyak kebijakan bukan keputusan personal, tapi produk situasi politik yang menggilas siapa saja,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia perlu berdamai dengan masa lalunya tanpa menafikan luka pribadi tokoh dan tanpa menutup prestasi atau kesalahan masa lalu. “Bangsa dewasa adalah bangsa yang mau melihat sejarah secara utuh, bukan fana oleh kultus individu atau dendam masa lampau,” kata Man Tayax.

Menurutnya, baik Megawati maupun Soeharto adalah manusia yang dibentuk zamannya. “Keduanya menanggung beban yang tidak ringan. Kita tidak boleh menempatkan mereka sebagai malaikat atau iblis. Narasi bangsa harus lebih besar dari satu tokoh dan lebih jujur dari glorifikasi sempit,” ungkapnya.

 

Man Tayax menutup dengan pesan penting:

“Polemik ini bukan soal Megawati vs Soeharto. Ini soal bagaimana bangsa ini mengelola ingatan kolektifnya—apakah tetap terjebak trauma, atau mulai matang membaca masa lalu dengan kepala dingin dan hati jernih.” (tim)

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (5)

  • Ericka

    Appreciate the recommendation. Let me try it out.

    Here is my blog; tkslot

    Balas22 Mei 2026 2:02 PM
  • Seymour

    Hey there! I just wanted to ask if you ever have any trouble with hackers?
    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing many months of hard work due to no backup.
    Do you have any methods to protect against hackers?

    Here is my web-site; buy oxycodone online.online pharmacy oxycodone

    Balas18 Januari 2026 8:17 PM
  • Tahlia

    Hello to all, it’s truly a good for me to go to see this web page, it includes useful Information.

    Also visit my web site Press release – Javier

    Balas16 Januari 2026 1:36 AM
  • Priscilla

    Hello there, I found your web site by means of Google at the same time as looking for a
    comparable topic, your site came up, it appears
    to be like good. I have bookmarked it in my google bookmarks.

    Hello there, simply became alert to your weblog via Google,
    and located that it is truly informative. I am gonna watch out for brussels.
    I will appreciate for those who continue this in future.
    Numerous other folks shall be benefited from your writing.
    Cheers!

    Here is my blog post F&B

    Balas12 Januari 2026 7:01 PM
  • Milford

    Awesome post.

    Also visit my website Visit US

    Balas11 Januari 2026 10:46 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Upah Belum Dibayar, Pembangunan Gedung BGN di Demak Terhenti

    Diduga Upah Belum Dibayar, Pembangunan Gedung BGN di Demak Terhenti

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Demak – Proyek pembangunan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menuai sorotan setelah sejumlah pekerja mengaku belum menerima upah mereka. Gedung tersebut rencananya akan difungsikan sebagai pusat penyediaan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah. Kekecewaan para pekerja memuncak lantaran pembayaran yang dijanjikan pihak pengurus berinisial LF tak kunjung terealisasi. Bahkan, […]

  • Jokowi Tanggapi Gugatan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres, Minta Hormati Proses di MK

    Jokowi Tanggapi Gugatan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres, Minta Hormati Proses di MK

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    SOLO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Pemilu yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait permintaan pelarangan keluarga presiden dan wakil presiden mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Jumat (2026), Jokowi menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki […]

  • Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif resiprokal atas produk Indonesia yang masuk ke pasar AS menjadi 19%, dari sebelumnya 32%. Sebagai imbal balik, Indonesia menghapus lebih dari 99% hambatan tarif bagi produk asal AS di berbagai sektor. Kesepakatan ini diteken oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson […]

  • Masyarakat Tangkil ke Pura Besakih, Posko PBMB Siap Berikan Layanan Terbaik

    Masyarakat Tangkil ke Pura Besakih, Posko PBMB Siap Berikan Layanan Terbaik

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 0Komentar

    Denpasar – Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, pada Saniscara Kliwon Landep, Sabtu (18/4/2026), bersama keluarga melaksanakan persembahyangan (tangkil) di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem. Selain bersembahyang dalam rangka Hari Raya Tumpek Landep, Tutik juga menyempatkan diri mengunjungi Posko Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB). Ia menyampaikan bahwa momentum Tumpek Landep dimaknai sebagai hari penyucian […]

  • Tetap Jaga Keajegan Bali, JMW Terus Dukung Semangat Profesionalisme Pecalang

    Tetap Jaga Keajegan Bali, JMW Terus Dukung Semangat Profesionalisme Pecalang

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 13Komentar

    Denpasar – Ketua MDA Kota Denpasar, Jro Mangku Wisna (JMW), seusai pelantikan Manggala Utama Pecalang Bali menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangkitkan semangat dan profesionalisme pecalang se-Bali. Menurut JMW, sosok Manggala Utama yang baru dilantik, Brigjen Pol (Purn) Drs. Dewa Made Suharya, diyakini mampu memberikan dukungan moral sekaligus penguatan kapasitas bagi pecalang […]

  • Mahasiswa UPI Bandung Luncurkan Motor Hidrogen “FCEV Jawara”, Dorong Transportasi Nol Emisi

    Mahasiswa UPI Bandung Luncurkan Motor Hidrogen “FCEV Jawara”, Dorong Transportasi Nol Emisi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BANDUNG — Sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung memperkenalkan inovasi kendaraan ramah lingkungan berupa motor hidrogen bernama FCEV Jawara. Karya ini menjadi sorotan dalam pameran vokasi UPI setelah dinilai mampu menghadirkan terobosan nyata menuju transportasi masa depan yang bebas emisi. Motor sport berbasis fuel cell ini dirakit oleh sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik […]

expand_less