Breaking News
light_mode

INSTIKI dan HOCA Gelar Program Inovasi Seni Nusantara 2026 dan Pameran UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PISN 2026 menghadirkan UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable di Park 23 Creative Hub Bali, dengan edukasi HaKI dan sertifikasi digital blockchain untuk mendokumentasikan karya.

DENPASAR – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) bersama House of Creative Artist (HOCA) menyelenggarakan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.

Program tersebut mempertemukan seni, pendidikan, teknologi, komunitas kreatif, serta edukasi mengenai pentingnya perlindungan karya melalui Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Puncak kegiatan diwujudkan melalui pameran seni visual bertajuk “UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable” yang mulai berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Park 23 Creative Hub, Tuban, Bali.

Pameran diselenggarakan INSTIKI dan HOCA dengan dukungan teknologi dari KRAFLAB yang dikembangkan oleh BALIOLA.

Edukasi Seni, Teknologi dan Perlindungan Karya

PISN 2026 dirancang sebagai program yang menggabungkan edukasi, pengembangan komunitas seni, pemanfaatan teknologi, serta penguatan pemahaman mengenai HaKI.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya perlindungan karya cipta kepada siswa SMK dan mahasiswa, workshop penggunaan KRAFLAB, hingga pameran seni visual UTOPIA 2026.

Melalui KRAFLAB, peserta mendapatkan pengalaman membuat identitas kreator digital, mengunggah karya, mengikuti proses kurasi, hingga memperoleh sertifikat digital berbasis blockchain.

Dalam pelaksanaannya, teknologi tersebut digunakan sebagai sarana pencatatan dan dokumentasi digital terhadap karya yang dihasilkan kreator.

“PISN 2026 tidak hanya berbicara tentang menghasilkan karya seni, tetapi juga bagaimana karya tersebut dapat didokumentasikan dan dilindungi,” demikian narasi program PISN 2026.

AI Menjadi Tantangan, Bukan Alat Membuat Karya

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu konteks yang melatarbelakangi pentingnya kesadaran terhadap perlindungan karya kreatif.

Namun, perlu ditegaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan dalam PISN 2026 tidak dibuat menggunakan AI dan kegiatan ini tidak menjadikan AI sebagai alat dalam proses penciptaan karya.

AI ditempatkan sebagai bagian dari tantangan perkembangan teknologi digital, terutama karena teknologi tersebut dapat memunculkan persoalan terkait duplikasi, orisinalitas, kepemilikan dan perlindungan karya.

Dalam konteks tersebut, pencatatan karya melalui sertifikat digital berbasis blockchain KRAFLAB menjadi salah satu upaya untuk membantu kreator mendokumentasikan karya mereka.

Karena itu, hubungan PISN 2026 dengan AI lebih diarahkan pada upaya menghadapi tantangan di era perkembangan AI, bukan pada penggunaan AI untuk menciptakan karya yang dipamerkan.

Libatkan Mahasiswa, Siswa dan Perupa
Pameran UTOPIA 2026 memperluas keterlibatan peserta dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Peserta berasal dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual dan UKM GRADASI INSTIKI, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, siswa SMK Negeri 1 Denpasar, siswa SMK Duta Bangsa Denpasar, anggota HOCA, serta perupa senior.

Pameran tersebut menjadi ruang pertemuan lintas generasi, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas hingga perupa profesional.

Kegiatan ini dikuratori oleh Dr. I Made Marthana Yusa, M.Ds. dan Yere Agusto.
UTOPIA 2026 juga merupakan pengembangan dari penyelenggaraan UTOPIA sebelumnya.

Jika UTOPIA 2025 lebih banyak melibatkan perupa senior HOCA, penyelenggaraan tahun ini memperluas ruang partisipasi dengan melibatkan generasi muda dan perupa profesional.

HOCA Perkenalkan Identitas Baru
PISN 2026 sekaligus menjadi momentum bagi HOCA untuk memperkenalkan identitas barunya.

Sebelumnya, HOCA merupakan singkatan dari House of Cartoon Mania. Kini, HOCA menggunakan nama House of Creative Artist.

Perubahan tersebut menandai perluasan cakupan komunitas yang sebelumnya lebih dikenal melalui seni kartun dan ilustrasi, menjadi ruang yang mencakup seni rupa, desain komunikasi visual, seni digital, serta berbagai bentuk kreativitas lainnya.

UTOPIA X DISTOPIA Bicara Manusia dan Teknologi

Melalui tema “UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable”, pameran mengajak publik melihat kembali hubungan antara manusia, teknologi dan kehidupan di Bali.

Konsep Utopia merepresentasikan kondisi ideal, sementara Distopia menggambarkan kondisi yang penuh persoalan sebagai konsekuensi dari perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Dalam kerangka tersebut, perkembangan AI menjadi salah satu isu yang mendorong perlunya kesadaran baru mengenai orisinalitas, kepemilikan dan perlindungan karya.

Tema tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana generasi kreatif dapat mempertahankan nilai dan identitas karya di tengah perkembangan teknologi digital.

Dari Edukasi HaKI hingga Sertifikasi Blockchain

Pelaksanaan PISN 2026 dilakukan melalui sejumlah tahapan.

Peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai HaKI dan pentingnya melindungi karya. Selanjutnya, peserta mengikuti workshop KRAFLAB untuk mempelajari proses pencatatan dan sertifikasi digital berbasis blockchain.

Karya yang telah dibuat kemudian mengikuti proses seleksi dan kurasi sebelum ditampilkan dalam pameran.

Dalam program ini, blockchain digunakan untuk membantu menyediakan catatan digital terkait karya dan proses dokumentasinya.

PISN 2026 menargetkan penerbitan sedikitnya 50 sertifikat digital berbasis blockchain bagi karya-karya yang telah melalui proses kurasi.

Bangun Ekosistem Seni dan Teknologi
Kolaborasi INSTIKI, HOCA, BALIOLA melalui KRAFLAB dan Kemendiktisaintek diarahkan untuk membangun ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas seni, generasi muda, industri kreatif dan teknologi.

Program ini tidak hanya menempatkan pameran sebagai tujuan akhir, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman kreator mengenai nilai karya dan pentingnya dokumentasi serta perlindungan hak cipta.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni dan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang dialog mengenai masa depan manusia, seni, budaya, dan teknologi,” demikian narasi penyelenggara.

Melalui PISN 2026 dan UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable, seni ditempatkan sebagai ruang dialog terhadap perubahan zaman.

Sementara teknologi blockchain diperkenalkan sebagai salah satu sarana dokumentasi dan pencatatan karya, di tengah tantangan baru yang muncul dari perkembangan teknologi digital, termasuk maraknya duplikasi karya menggunakan AI.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

  • Gale

    OMT’s adaptive understanding tools customize tһe journey,
    turning math right into a precious friend and motivating steady exam commitment.

    Сhange mathematics challenges іnto victories witһ OMT
    Math Tuition’s mix of online аnd on-site options, Ьacked byy а track record of trainee excellence.

    Singapore’ѕ focus οn vital thinking thгough mathematics highlights tһe importance of math tuition, which
    helps students develop the analytical abilities demanded ƅy the nation’s forward-thinking
    syllabus.

    Tuition highlights heuristic рroblem-solving techniques, essential fⲟr taking
    on PSLE’ѕ challenging ѡoгd issues tһаt neеd numerous steps.

    Identifying ɑnd rectifying ϲertain weaknesses, lіke
    in possibility οr coordinate geometry, mаkes secondary tuition crucial fоr O
    Level excellence.

    Individualized junior college tuition helps bridge tһe void from
    O Level to Ꭺ Level mathematics, mаking ceгtain pupils adjust tо thе boosted roughness ɑnd depth caⅼled fⲟr.

    Tһe proprietary OMT educational program uniquely boosts
    tһe MOE curriculum witһ concentrated method οn heuristic
    aрproaches, preparing pupils mսch bettеr fߋr examination challenges.

    OMT’s online syѕtem promotes ѕeⅼf-discipline lor,
    key tօ constant reѕearch study and һigher test outcomes.

    For Singapore pupils dealing ѡith intense competition, math
    tuition guarantees tһey remain in advance by enhancing foundational
    abilities early on.

    Feel free to surf tߋ my homеpage … singapore math exam papers

    Balas22 Oktober 2026 10:57 AM
  • perangjitulogin

    I’ve been looking for a reliable way to access my account and this site makes it so easy. The login process is smooth and fast. Definitely check out perangjitulogin for a hassle-free experience.

    Balas3 September 2026 1:07 AM
  • unlocker

    unlocker.ai – The Ultimate AI Tool for Bypassing Restrictions and Unlocking Content Seamlessly!

    Balas9 Agustus 2026 7:57 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Mercure Kuta Beach Bali menghadirkan perayaan Malam Tahun Baru bertema “Kampung Nelayan”, sebuah konsep yang mengangkat kembali jejak sejarah Pantai Kuta sebagai kawasan pesisir yang dahulu dikenal sebagai kampung nelayan.   Menemui Pantri Arini selaku Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Menerangkan Tema “Kampung Nelayan” dihadirkan sebagai refleksi […]

  • Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pansus TRAP (Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan) DPRD Bali lupa menggeruduk aset Provinsi Bali yang rencananya digunakan untuk pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India di Jl. Tantular yang mangkrak sejak tahun 2004. 22 tahun aset ini terlihat terbengkalai tanpa sentuhan berarti lagi. Ide bagus pertukaran aset Provinsi […]

  • BTN Hadapi Gugatan PMH, Mantan Karyawan Tuntut Rp3 Miliar

    BTN Hadapi Gugatan PMH, Mantan Karyawan Tuntut Rp3 Miliar

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mantan karyawan BTN menggugat terkait dugaan penguasaan barang milik dan menuntut ganti rugi Rp3 miliar. BTN membenarkan gugatan dan menyatakan perkara masih dalam proses hukum. DENPASAR — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menghadapi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan seorang mantan karyawannya ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Penggugat berinisial NKA (43), […]

  • Drone! Aset Strategis Peperangan Modern, Indonesia Wajib Kembangkan Karya Anak Bangsa

    Drone! Aset Strategis Peperangan Modern, Indonesia Wajib Kembangkan Karya Anak Bangsa

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta, 7 Juli 2025 – Di tengah dinamika perang modern yang tak lepas dari penggunaan roket, rudal pertahanan dan serangan, kapal perang hingga jet tempur, kehadiran drone menjadi elemen penting dalam sistem pertahanan negara. Sebagai alat tempur yang ekonomis, fleksibel, dan mampu menjangkau wilayah luas, drone menjadi kebutuhan strategis, terlebih bagi negara kepulauan seperti Indonesia. […]

  • Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

    Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    DENPASAR – Isu keretakan yang menerpa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar dijawab langsung oleh I Made Arka, S.Pd, M.Pd., selaku Ketua PHDI Kota Denpasar. Hal itu dikatakannya hanya angin lalu, tidak benar adanya. “Tidak ada itu, tentang pernyataan itu nanti kami rapatkan dan akan panggil satu – satu untuk menjelaskan persoalan yang dialami, […]

  • Kuasa Hukum Sebut Sengketa Tanah Sesetan Sarat Cacat Prosedur

    Kuasa Hukum Sebut Sengketa Tanah Sesetan Sarat Cacat Prosedur

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dalam perkara sengketa tanah di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, menuai sorotan tajam. Putusan perdata nomor 990/Pdt.G/2025 yang dibacakan pada 27 Maret 2026 itu dinilai mengandung cacat hukum karena dianggap mengabaikan fakta-fakta persidangan. Kuasa hukum tergugat, Agus Sujoko dari ARJK Law Firm, menilai majelis hakim keliru dalam menetapkan subjek […]

expand_less