Pencari Rumput Tak Sengaja Menemukan Benda Berbentuk Wajah yang Diduga Patung Kuno
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR – Penemuan sebuah patung batu yang disebut memiliki kemiripan dengan sosok Fir’aun menghebohkan masyarakat setelah ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pencari rumput di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Awalnya, benda tersebut dikira hanya batu biasa yang berada di antara semak belukar. Namun, setelah dibersihkan, tampak bentuk wajah lengkap dengan bagian kepala yang menyerupai patung-patung Mesir kuno sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Penemuan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi. Sebagian warganet menduga benda tersebut merupakan artefak bersejarah, sementara lainnya menilai kemiripannya dengan patung Fir’aun hanyalah kebetulan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan asal-usul maupun usia benda tersebut. Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa patung tersebut berasal dari peradaban tertentu sebelum dilakukan penelitian arkeologi secara menyeluruh.
Sejumlah pihak juga mengimbau agar lokasi penemuan tetap dijaga dan benda tersebut tidak dipindahkan sembarangan guna menghindari kerusakan yang dapat menghilangkan nilai ilmiahnya.

Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan penemuan itu bermula saat pencari rumput melihat batu dengan bentuk yang tidak biasa.
“Awalnya dikira batu biasa, tetapi setelah dibersihkan terlihat menyerupai wajah manusia sehingga langsung menarik perhatian warga,” ujar seorang saksi di lokasi.
Sementara itu, kalangan pemerhati sejarah menegaskan bahwa identifikasi suatu benda purbakala harus dilakukan melalui kajian ilmiah.
“Kemiripan bentuk dengan patung Fir’aun tidak bisa dijadikan dasar untuk menyatakan benda tersebut berasal dari Mesir atau peradaban tertentu. Diperlukan penelitian arkeologi, analisis material, serta penentuan usia benda secara ilmiah,” tegas pemerhati sejarah.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan pendataan dan penelitian agar asal-usul benda tersebut dapat diketahui secara pasti, sekaligus mencegah munculnya informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar