Breaking News
light_mode

Pencari Rumput Tak Sengaja Menemukan Benda Berbentuk Wajah yang Diduga Patung Kuno

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR – Penemuan sebuah patung batu yang disebut memiliki kemiripan dengan sosok Fir’aun menghebohkan masyarakat setelah ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pencari rumput di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Awalnya, benda tersebut dikira hanya batu biasa yang berada di antara semak belukar. Namun, setelah dibersihkan, tampak bentuk wajah lengkap dengan bagian kepala yang menyerupai patung-patung Mesir kuno sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Penemuan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi. Sebagian warganet menduga benda tersebut merupakan artefak bersejarah, sementara lainnya menilai kemiripannya dengan patung Fir’aun hanyalah kebetulan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan asal-usul maupun usia benda tersebut. Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa patung tersebut berasal dari peradaban tertentu sebelum dilakukan penelitian arkeologi secara menyeluruh.

Sejumlah pihak juga mengimbau agar lokasi penemuan tetap dijaga dan benda tersebut tidak dipindahkan sembarangan guna menghindari kerusakan yang dapat menghilangkan nilai ilmiahnya.

Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan penemuan itu bermula saat pencari rumput melihat batu dengan bentuk yang tidak biasa.

“Awalnya dikira batu biasa, tetapi setelah dibersihkan terlihat menyerupai wajah manusia sehingga langsung menarik perhatian warga,” ujar seorang saksi di lokasi.

Sementara itu, kalangan pemerhati sejarah menegaskan bahwa identifikasi suatu benda purbakala harus dilakukan melalui kajian ilmiah.

“Kemiripan bentuk dengan patung Fir’aun tidak bisa dijadikan dasar untuk menyatakan benda tersebut berasal dari Mesir atau peradaban tertentu. Diperlukan penelitian arkeologi, analisis material, serta penentuan usia benda secara ilmiah,” tegas pemerhati sejarah.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan pendataan dan penelitian agar asal-usul benda tersebut dapat diketahui secara pasti, sekaligus mencegah munculnya informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugatan John James Mooney Kandas di PN Denpasar, Andi Law Firm Menangkan Eksepsi Karsini

    Gugatan John James Mooney Kandas di PN Denpasar, Andi Law Firm Menangkan Eksepsi Karsini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Eksepsi Dikabulkan, Andi Law Firm Bawa Karsini Keluar dari Gugatan Mooney DENPASAR | Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengabulkan eksepsi yang diajukan pihak Karsini Martia Kusuma dalam perkara perdata Nomor 559/Pdt.G/2026/PN Dps yang diajukan John James Mooney. Putusan tersebut menjadi hasil penting bagi tim kuasa hukum Karsini dari Andi Law Firm and Partners, setelah Majelis Hakim […]

  • Revisi UU Polri dan Wacana Perpanjangan Pensiun Dinilai Sarat Kepentingan Politik Jelang Pemilu 2029

    Revisi UU Polri dan Wacana Perpanjangan Pensiun Dinilai Sarat Kepentingan Politik Jelang Pemilu 2029

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA — Wacana perpanjangan usia pensiun anggota Polri dalam revisi Undang-Undang (UU) Polri menuai sorotan tajam dari kalangan masyarakat sipil. Usulan yang memungkinkan perwira tinggi bintang empat tetap aktif hingga usia 60 tahun, bahkan dapat diperpanjang sampai 63 tahun sesuai kebutuhan presiden, dinilai berpotensi memunculkan kepentingan politik menjelang Pemilu 2029. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang […]

  • Dewan Pers Cabut Sertifikat UKW Oknum Wartawan di Jembrana Usai Terbukti Kasus Pencemaran Nama Baik

    Dewan Pers Cabut Sertifikat UKW Oknum Wartawan di Jembrana Usai Terbukti Kasus Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jembrana – Dewan Pers resmi mencabut status kompetensi wartawan berupa Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atas nama I Putu Suardana, seorang oknum wartawan di Kabupaten Jembrana, Bali. Keputusan ini diambil setelah yang bersangkutan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum. Pencabutan tersebut merupakan […]

  • Menulis sebagai Tanggung Jawab Sosial, Perspektif Komunikasi dalam Praktik Jurnalistik

    Menulis sebagai Tanggung Jawab Sosial, Perspektif Komunikasi dalam Praktik Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA — Dalam perspektif teori komunikasi, aktivitas menulis tidak sekadar menyusun kata menjadi kalimat, melainkan merupakan proses konstruksi makna yang menuntut akurasi sekaligus tanggung jawab sosial. Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Jürgen Habermas yang menempatkan komunikasi sebagai ruang publik untuk membangun pemahaman bersama secara rasional dan etis. Dalam praktik jurnalistik, konsep tersebut menjadi landasan penting […]

  • Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Laporan Khusus oleh Guru Gede Prama DENPASAR – Di Shambala Meditation Center, suasana teduh pagi itu dipenuhi embun dan cahaya lembut. Dalam ruang hening yang menjadi tempat banyak jiwa mencari kedamaian, Guru Gede Prama kembali membagikan pesan mendalam tentang perjalanan batin manusia—sebuah ajakan untuk membuka pikiran, melembutkan hati, dan kembali pada sumber cahaya di dalam […]

  • Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Standar kecantikan dan keperkasaan pria tidak selalu identik dengan tubuh atletis. Di pedalaman Lembah Omo, ukuran perut justru menjadi tolok ukur utama kehormatan dalam tradisi tahunan Suku Bodi melalui ritual Ka’el. Ritual ini memperlihatkan bagaimana tubuh gemuk dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan prestise keluarga. Setiap tahun, satu pria lajang dari tiap keluarga […]

expand_less