Breaking News
light_mode

Komisi III Soroti Dugaan “Hibah Membungkam Aparat” dalam RDP Kasus Videografer

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Komisi III DPR RI kembali menjadi sorotan publik setelah mengangkat isu sensitif dalam rapat dengar pendapat (RDP), yakni dugaan praktik pemberian hibah kepada aparat yang berpotensi melemahkan independensi penegakan hukum. Dalam forum tersebut, anggota dewan menyinggung indikasi adanya fasilitas seperti kendaraan dinas dan bentuk hibah lain yang diduga bisa memengaruhi objektivitas aparat dalam menangani perkara.

Sorotan ini muncul bersamaan dengan pembahasan kasus yang menimpa videografer Amsal Christy Sitepu, yang sebelumnya sempat dipidanakan dalam dugaan mark-up anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. Kasus tersebut dinilai sebagai contoh nyata bagaimana aparat dapat “mencari-cari” celah hukum terhadap individu, termasuk pekerja kreatif, dengan pendekatan yang dinilai tidak proporsional.

Dalam RDP, Komisi III menegaskan bahwa fungsi pengawasan terhadap aparat penegak hukum—mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga antirasuah—harus berjalan ketat dan transparan. Dugaan adanya hubungan tidak sehat melalui pemberian hibah menjadi perhatian serius karena berpotensi menciptakan konflik kepentingan serta membuka ruang kriminalisasi.

Ketua Komisi III, Habiburokhman, secara tegas menyebut bahwa kasus Amsal menunjukkan lemahnya pemahaman aparat terhadap sektor industri kreatif. Ia menilai pekerjaan seperti editing, cutting, dan dubbing tidak bisa serta-merta dianggap sebagai kerugian negara hanya karena masuk dalam komponen anggaran yang dianggap tumpang tindih.

Komisi III bahkan sempat mengambil langkah konkret dengan mengajukan diri sebagai penjamin untuk penangguhan penahanan Amsal, sekaligus mendesak evaluasi terhadap kinerja aparat di daerah. Selain itu, lembaga ini juga meminta pengawasan internal kejaksaan melalui Jamwas untuk memeriksa dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum terhadap Amsal, termasuk tekanan agar menghentikan aktivitasnya di media sosial.

Dalam perkembangan akhirnya, Amsal Sitepu dibebaskan dari tuntutan. Putusan tersebut diapresiasi Komisi III sebagai bentuk kemenangan bagi keadilan, khususnya bagi pelaku industri kreatif yang rentan dikriminalisasi akibat ketidakpahaman aparat.

Secara lebih luas, Komisi III selama ini memang dikenal aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kriminalisasi, sengketa pertanahan, hingga pelanggaran prosedur hukum oleh aparat. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada keseriusan lembaga penegak hukum dalam menindaklanjuti rekomendasi DPR.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa reformasi hukum tidak hanya soal regulasi, tetapi juga integritas aparat di lapangan. Dugaan praktik hibah yang dapat “membungkam” penegakan hukum menjadi alarm keras bahwa sistem masih memiliki celah yang harus segera dibenahi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Kuta Selatan Terkuak, Eks Karyawan Beberkan Sistem Kerja “Abu-Abu” dan Intimidasi

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Kuta Selatan Terkuak, Eks Karyawan Beberkan Sistem Kerja “Abu-Abu” dan Intimidasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 92Komentar

    Badung, Bali — Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan mencuat di kawasan Jalan Labuansait, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Seorang mantan karyawan berinisial R.M.C.A. mengungkap sejumlah praktik yang dinilai tidak profesional, merugikan pekerja, hingga mengarah pada intimidasi di lingkungan kerja. Dalam keterangannya pada Kamis (3/4/2026), R.M.C.A. memaparkan bahwa persoalan bermula dari struktur perusahaan yang dinilai tidak jelas dalam pembagian […]

  • Ichsanuddin Noorsy, Bongkar Kejanggalan Proyek Whoosh dan Tata Kelola BUMN Play Button

    Ichsanuddin Noorsy, Bongkar Kejanggalan Proyek Whoosh dan Tata Kelola BUMN

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    JAKARTA, 22 Oktober 2025 — Nama Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si. sudah lama dikenal publik sebagai ekonom dan pengamat politik ekonomi yang kritis terhadap arah kebijakan nasional. Sikapnya yang lugas dan argumentatif membuat pandangan Noorsy kerap dijadikan rujukan dalam diskusi publik, terutama terkait utang, proyek strategis nasional, dan tata kelola BUMN. Lahir di […]

  • Su-57E Pamer Kemampuan Siluman dan Manuver Ekstrem di Dubai Airshow 2025

    Su-57E Pamer Kemampuan Siluman dan Manuver Ekstrem di Dubai Airshow 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Pesawat tempur generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57E, mencuri perhatian besar di ajang Dubai Airshow 2025 setelah menampilkan sejumlah kemampuan yang selama ini jarang dipublikasikan. Salah satu sorotan utama adalah ruang senjata internal yang mampu membawa rudal anti-radiasi Kh-58UShK, fitur penting yang menjaga profil siluman pesawat. Dengan seluruh persenjataan tersimpan di dalam badan, Su-57E […]

  • Jejak Pohon Asem di Jalanan Warisan Kolonial, Strategi, Fungsi, dan Manfaat yang Masih Terasa Hingga Kini

    Jejak Pohon Asem di Jalanan Warisan Kolonial, Strategi, Fungsi, dan Manfaat yang Masih Terasa Hingga Kini

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    BALI — Pohon Asem Jawa yang tumbuh berjajar di berbagai ruas jalan tua bukan ditanam secara kebetulan. Pada masa kolonial Belanda, penanaman pohon ini menjadi bagian dari strategi infrastruktur yang dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis, navigasi, hingga keamanan perjalanan di wilayah tropis. Dalam catatan sejarah, pemerintah kolonial memilih Asem Jawa karena kemampuannya memberikan keteduhan alami […]

  • Koster! Jangan Hanya Sampah, Susruta Ngurah: Gedung Pancasila Juga Puputang

    Koster! Jangan Hanya Sampah, Susruta Ngurah: Gedung Pancasila Juga Puputang

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Politikus Susruta Ngurah Putra melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan mantan Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang memohon “tedun” atau turunnya Ida Betara untuk menyelesaikan berbagai persoalan Bali, termasuk masalah sampah. Namun menurut Susruta, permohonan spiritual seperti itu terasa timpang bila tidak dibarengi dengan keberanian moral untuk menuntaskan pelanggaran nyata, salah satunya pembangunan Gedung […]

  • Brigjen Pol (Purn) Siswadi Selenggarakan Acara 57 Idol

    Brigjen Pol (Purn) Siswadi Selenggarakan Acara 57 Idol

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jakarta – Brigadier Jenderal Polisi (Purn) Siswadi bersama komunitas Angkatan 80 menyelenggarakan acara Lima Tujuh Idol, bertempat di Kompleks Harmoni Plaza, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2025). Acara ini dihadiri sejumlah artis top nasional, antara lain Doyok, Roy Marten dan Tessy. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025. “Selain itu, […]

expand_less