Breaking News
light_mode

Parasit Laut Cymothoa Exigua, Makhluk yang Menggantikan Lidah Ikan untuk Bertahan Hidup

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Dunia bawah laut kembali menyuguhkan fakta biologis yang mencengangkan. Seekor parasit laut bernama Cymothoa exigua dikenal sebagai satu-satunya organisme di dunia yang mampu menggantikan lidah inangnya demi mempertahankan hidup.

Cymothoa exigua merupakan sejenis isopoda parasit yang menyerang ikan-ikan laut, terutama di perairan tropis dan subtropis. Parasit ini memasuki tubuh ikan melalui insang, lalu perlahan bermigrasi menuju rongga mulut tanpa disadari inangnya.

Proses invasi berlangsung secara bertahap. Parasit tersebut menempel pada lidah ikan dan mengisap aliran darah hingga jaringan lidah mengalami nekrosis atau kematian. Dalam kondisi normal, kehilangan organ vital akan berujung pada kematian inang. Namun, Cymothoa exigua justru melakukan mekanisme yang jarang ditemukan di alam.

Setelah lidah ikan mati dan terlepas, parasit ini menempatkan dirinya pada posisi yang sama, melekat pada otot dan pembuluh darah di rongga mulut. Sejak saat itu, Cymothoa exigua berfungsi sebagai “lidah pengganti”, memungkinkan ikan tetap menangkap dan menelan makanan.

Para ahli biologi kelautan menyebut hubungan ini sebagai bentuk parasitisme unik, di mana inang tetap hidup dan berfungsi normal meski organ vitalnya telah digantikan. Ikan yang terinfeksi masih mampu berenang, makan, dan bertahan hidup, meskipun seluruh aktivitas lidahnya kini sepenuhnya bergantung pada parasit tersebut.

Fenomena ini menjadikan Cymothoa exigua salah satu parasit paling ekstrem yang pernah tercatat. Alih-alih membunuh inang secara langsung, organisme ini memilih strategi bertahan hidup dengan mengambil alih fungsi organ tubuh inang secara permanen.

Keberadaan Cymothoa exigua menjadi pengingat bahwa ekosistem laut menyimpan mekanisme evolusi yang luar biasa kompleks. Di balik keindahan lautan, terdapat makhluk-makhluk dengan strategi hidup yang menantang pemahaman manusia tentang hubungan antara parasit dan inang.

Para peneliti menilai studi tentang parasit ini penting untuk memahami adaptasi ekstrem dalam biologi laut, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang keseimbangan alam yang terbentuk melalui proses evolusi panjang.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kritik Pedas Man Tayax untuk Koster, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Tinggal Slogan Kosong”

    Kritik Pedas Man Tayax untuk Koster, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Tinggal Slogan Kosong”

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Gubernur Bali periode kedua kembali mencuat di ruang publik. Kali ini datang dari tokoh masyarakat Bali, I Nyoman Sukataya atau yang dikenal sebagai Man Tayax, yang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap arah kepemimpinan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. Dalam pernyataan terbukanya, Man Tayax […]

  • FOX Jimbaran Beach Bali Meriahkan HUT RI ke-80 dengan “Sounds of the Homeland”

    FOX Jimbaran Beach Bali Meriahkan HUT RI ke-80 dengan “Sounds of the Homeland”

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 18Komentar

        https://trv.lk/accf39f7 BADUNG, 17 Agustus 2025 – Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa begitu istimewa di FOX Jimbaran Beach Bali. Bertempat di Sunset Bar, rooftop hotel dengan pemandangan laut lepas Jimbaran, acara bertema “Sounds of the Homeland” sukses digelar pada Minggu malam, menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu domestik maupun mancanegara. Dimulai […]

  • Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TITENI, TIRAKATI, ENTINI, Tiga Laku Jawa yang Mengajarkan Cara Menjalani Hidup JATENG – Di tengah zaman yang serba cepat, ketika segala sesuatu ingin diraih seketika dan diukur dari hasil yang tampak, masyarakat Jawa sesungguhnya telah lama mewariskan sebuah rumus kehidupan yang sederhana, namun sarat makna. Rumus itu terdiri dari tiga kata: Titeni, Tirakati, dan Entini. […]

  • Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan […]

  • Praperadilan Kandaskan Gugatan Kepala BPN Bali, GPS Keras Kritik Tafsir Hakim: “Dihentikan Kok Dianggap Jalan Terus”

    Praperadilan Kandaskan Gugatan Kepala BPN Bali, GPS Keras Kritik Tafsir Hakim: “Dihentikan Kok Dianggap Jalan Terus”

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    DENPASAR — Upaya praperadilan yang diajukan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, resmi kandas. Hakim tunggal Pengadilan Negeri Denpasar, I Ketut Somasana, menolak seluruh permohonan pemohon dalam putusan yang dibacakan pada Senin (9/2/2026). Dalam pertimbangannya, hakim menegaskan bahwa kewenangan praperadilan terbatas pada pengujian aspek prosedural penetapan tersangka. Penilaian mengenai […]

  • Kilas Balik! LNG Bukan Mandiri Energi Bersih, Moko: Bali Perlu PLTS berskala komunitas

    Kilas Balik! LNG Bukan Mandiri Energi Bersih, Moko: Bali Perlu PLTS berskala komunitas

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    BADUNG – Rencana pengembangan pembangkit listrik berbasis gas atau FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) LNG (Liquefied Natural Gas) gas alam cair, yang rencana dibangun di perairan dekat Pulau Serangan/Sidakarya, dengan titik lokasi sekitar 3,5Km dari garis pantai laut lepas (offshore) yang juga mendapat penolakan hebat dari Desa Adat Serangan dianggap bagian dari strategi ketahanan […]

expand_less