Breaking News
light_mode

Wabar, Mamalia Mirip Marmut di Arab yang Dikaitkan dengan Abu Jahal dan Dipercaya Berkhasiat untuk Vitalitas Pria

  • account_circle Admin
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hewan kecil penghuni bebatuan ini bukan tikus atau marmut. Secara ilmiah, wabar atau rock hyrax justru masih satu kelompok kekerabatan evolusioner dengan gajah dan dugong.

DENPASAR – Di tengah bentang alam berbatu dan tandus kawasan Timur Tengah, terdapat seekor mamalia kecil yang sekilas menyerupai marmut berukuran besar. Masyarakat Arab mengenalnya dengan nama wabar, sementara dalam dunia zoologi hewan tersebut dikenal sebagai rock hyrax dengan nama ilmiah Procavia capensis.

Penampilan wabar memang mudah membuat orang keliru. Tubuhnya relatif pendek, berkaki kuat, dan memiliki kemampuan memanjat serta bergerak lincah di antara bebatuan. Namun, secara klasifikasi, hewan ini sama sekali bukan tikus maupun marmut.

Rock hyrax merupakan mamalia herbivora yang mengonsumsi rumput, daun, dan tumbuhan. Hewan ini juga dikenal memiliki kebiasaan berjemur di atas bebatuan, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung aktivitas tersebut.

Penelitian zoologi menyebut rock hyrax sebagai mamalia berukuran kira-kira sebesar kelinci yang hidup di kawasan berbatu dan pegunungan. Studi mengenai anatomi dan evolusinya juga menempatkan hyrax dalam kelompok Paenungulata, bersama gajah dan mamalia laut seperti dugong serta manatee.

“Rock hyraxes are diurnal, rabbit-sized herbivores that inhabit rocky outcrops and mountainous regions,” demikian keterangan penelitian yang diterbitkan melalui PMC mengenai karakter biologis rock hyrax.

Keunikan hubungan evolusioner tersebut menjadi salah satu fakta paling menarik tentang wabar. Hewan yang secara kasatmata terlihat seperti pengerat ternyata berada dalam garis evolusi yang jauh lebih dekat dengan gajah dan sirenia dibandingkan dengan tikus atau marmut.

Dikaitkan dengan Abu Jahal

Nama wabar dalam sejumlah pemberitaan populer di Indonesia juga dikaitkan dengan Abu Jahal, tokoh Quraisy yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW. Wabar bahkan disebut-sebut sebagai hewan yang dahulu dipelihara Abu Jahal dan kemudian masih berkembang biak di kawasan Makkah.

Namun, klaim tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati.

Penelusuran terhadap sumber yang tersedia menunjukkan cerita mengenai wabar sebagai “hewan peliharaan Abu Jahal” lebih banyak muncul dalam pemberitaan populer dan konten media sosial, bukan dalam sumber sejarah primer yang kuat dan mudah diverifikasi. Karena itu, hubungan langsung antara Abu Jahal dan wabar lebih tepat ditulis sebagai klaim atau cerita yang beredar, bukan sebagai fakta sejarah yang sudah terbukti.

Salah satu pemberitaan yang mengangkat cerita tersebut bahkan bersumber dari video konten kreator Alman Mulyana yang merekam wabar di kawasan Makkah. Dalam video itu, Alman menyebut, “Ini guys binatang peliharaan Abu Jahal.”

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pembuat konten, bukan bukti sejarah yang secara independen membuktikan bahwa Abu Jahal benar-benar memelihara wabar.

Dipercaya sebagai obat kuat

Selain cerita sejarah yang kontroversial, wabar memiliki sisi lain yang membuatnya menarik perhatian, yakni kepercayaan tradisional mengenai khasiatnya.

Sejumlah catatan mengenai masyarakat Badui di kawasan Sinai dan Arab menyebut adanya kepercayaan bahwa daging serta darah hyrax memiliki khasiat pengobatan, termasuk dipercaya mempunyai sifat afrodisiak.

Catatan dalam publikasi Afrotherian Conservation menyebut hyrax dari sebuah koloni di Sinai disebut-sebut sesekali dijual kepada warga Saudi karena adanya kepercayaan bahwa darah dan dagingnya mempunyai khasiat medis serta afrodisiak. Catatan tersebut juga secara jelas menyebut informasi itu sebagai kepercayaan masyarakat, bukan hasil pembuktian medis.

Dengan demikian, klaim wabar sebagai “obat kuat” sebaiknya tidak dipahami sebagai fakta medis. Hingga kini, kepercayaan tradisional tersebut tidak dapat disamakan dengan obat peningkat vitalitas yang telah melewati uji klinis dan mendapatkan pembuktian ilmiah mengenai efektivitasnya.

Kepercayaan tersebut, bagaimanapun, membuat wabar memiliki nilai tertentu dalam sebagian komunitas. Sejumlah laporan populer di Indonesia bahkan menyebut harga wabar betina lebih tinggi daripada pejantan. Namun, angka harga yang beredar berasal dari laporan media sosial dan pemberitaan sekunder sehingga tidak dapat dijadikan patokan harga pasar resmi.

Hidup di kawasan Tanah Haram

Keberadaan wabar di sekitar Makkah juga berkaitan dengan ketentuan mengenai perlindungan hewan buruan di kawasan Tanah Haram.

Dalam ketentuan fikih, terdapat larangan berburu hewan darat bagi orang yang sedang berihram. Selain itu, terdapat pula ketentuan khusus mengenai larangan berburu di wilayah Haram. Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa orang yang sedang berihram dilarang menangkap atau berburu hewan liar darat yang termasuk hewan buruan.

Karena itu, keberadaan satwa liar di kawasan suci tidak dapat dipandang semata-mata dari sisi ekonomi atau perburuan. Ada aturan keagamaan yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang berada dalam kondisi ihram maupun berada di kawasan yang memiliki ketentuan khusus tersebut.

Di balik penampilannya yang sederhana, wabar akhirnya menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks. Ia merupakan mamalia kecil penghuni bebatuan, bagian dari kelompok evolusioner yang mencakup gajah dan sirenia, sekaligus menjadi objek berbagai kepercayaan tradisional di sebagian masyarakat Arab.

Bagi dunia zoologi, wabar adalah salah satu contoh menarik bahwa kemiripan bentuk tubuh tidak selalu menunjukkan hubungan kekerabatan. Bagi masyarakat, hewan ini memiliki dimensi budaya dan cerita yang berkembang dari generasi ke generasi.

Namun, antara fakta ilmiah dan cerita populer tetap harus dibedakan. Wabar memang nyata, tetapi klaim mengenai hubungannya dengan Abu Jahal serta khasiatnya sebagai obat kuat belum memiliki dasar pembuktian yang setara dengan fakta zoologis mengenai spesies tersebut.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bali Kian Sepi Wisatawan Lokal, Ancaman Serius bagi Ekonomi Daerah

    Bali Kian Sepi Wisatawan Lokal, Ancaman Serius bagi Ekonomi Daerah

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    BALI — Pulau Dewata tengah menghadapi situasi genting yang menggerus kekuatan utamanya di sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan domestik yang selama ini menjadi penopang utama industri ini tercatat merosot tajam pada periode April hingga Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, termasuk saat momen libur Lebaran dan libur sekolah. Harapan akan kebangkitan pascapandemi kini berubah […]

  • Warga RT 24 Kauman Babadan Hidupkan Cinta Budaya Nusantara

    Warga RT 24 Kauman Babadan Hidupkan Cinta Budaya Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    YOGYAKARTA – Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, warga RT 24 Kauman Babadan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, menunjukkan semangat guyub rukun dengan mengangkat tema Cinta Budaya Nusantara. Melalui beragam kreasi, masyarakat setempat berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Jawa sekaligus mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda. RT 24 Kauman Babadan terletak di kawasan bersejarah, hanya sekitar 5 kilometer […]

  • Ratu Silver Bali Lengser

    Ratu Silver Bali Lengser

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG – Kondisi Pandemi covid-19 ini memukul banyak industri di Bali terutama seni perhiasan Silver. Toko Ratu Silver atau yang sekarang Cintamani Silver yang beralamat di Jalan Raya Legian No.373, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, mendapatkan surat yang berkop bernomor W24.U1/5205/HT.02/12/2020, dari pengadilan negeri Denpasar, bahwa toko tersebut melalui Putu Adi Yuliartha, SH memohonkan eksekusi […]

  • Setelah Shortcut Titik 11–12 Rampung, Koster Siapkan Bus Listrik Singaraja–Denpasar

    Setelah Shortcut Titik 11–12 Rampung, Koster Siapkan Bus Listrik Singaraja–Denpasar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan layanan transportasi darat berupa bus listrik yang akan melayani rute Singaraja–Denpasar dan sebaliknya. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas masyarakat Bali Utara sekaligus mengurangi beban biaya hidup, khususnya bagi warga Singaraja yang bekerja di wilayah Denpasar dan Badung. Rencana tersebut disampaikan Koster saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking […]

  • Penutupan Konsulat AS di Medan Jadi Sinyal Strategis Geopolitik Baru bagi Indonesia

    Penutupan Konsulat AS di Medan Jadi Sinyal Strategis Geopolitik Baru bagi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sumber berita: Nasional.Kompas.com, Dikutip dari,  Penulis : Sudiyatmiko Aribowo, Editor : Sandro Gatra,  Editor 2 : Ray AS Tutup Konsulat Medan, Sinyal Strategis untuk Indonesia? Peneliti: Efisiensi Anggaran Bisa Berujung pada Biaya Strategis JAKARTA – Rencana penutupan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Medan memunculkan perhatian di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Tenggara. Meski Pemerintah AS […]

  • AMPB Dorong Penguatan Polisi Pariwisata, Audiensi dengan Kapolda Bali Bahas Penertiban Wisatawan Asing

    AMPB Dorong Penguatan Polisi Pariwisata, Audiensi dengan Kapolda Bali Bahas Penertiban Wisatawan Asing

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR, BALI — Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) melakukan audiensi dengan Kapolda Bali untuk memperkuat sinergi antara pelaku pariwisata dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum penyampaian sejumlah catatan kritis terkait dinamika keamanan pariwisata di Bali, terutama meningkatnya […]

expand_less