Breaking News
light_mode

Warga RT 24 Kauman Babadan Hidupkan Cinta Budaya Nusantara

  • account_circle Ray
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA – Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, warga RT 24 Kauman Babadan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, menunjukkan semangat guyub rukun dengan mengangkat tema Cinta Budaya Nusantara. Melalui beragam kreasi, masyarakat setempat berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Jawa sekaligus mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda.

RT 24 Kauman Babadan terletak di kawasan bersejarah, hanya sekitar 5 kilometer sebelah timur Keraton Yogyakarta. Kawasan ini merupakan lokasi Masjid Pathok Negara Babadan atau Masjid Ad-Darojat yang dibangun pada 1774 oleh Sultan Hamengku Buwono I.

Masjid ini menjadi bagian dari empat masjid pathok negara yang berdiri di penjuru Yogyakarta sebagai simbol batas kekuasaan dan pusat penyebaran Islam.

Kehadiran masjid tersebut membuat kehidupan masyarakat sekitar tumbuh harmonis dengan budaya Jawa yang masih terjaga hingga kini.

Dalam perayaan kemerdekaan, warga RT 24 di bawah kepemimpinan Ketua RT Dalmuji serta koordinator kegiatan Surya Setiawan, berinisiatif memperindah lingkungan dengan sentuhan budaya. Dua gapura megah dibangun di pintu masuk wilayah.

Gapura pertama dihiasi ukiran batu candi dan gambar garuda sketsa awal yang pernah dijadikan rujukan lambang negara pada masa Presiden Soekarno.

Gapura kedua meniru bentuk gapura Masjid Pathok Negara Mlangi, yang berada di sisi barat Yogyakarta, sekaligus mengingatkan keterkaitan dengan Masjid Babadan di sisi timur. Di sampingnya, ornamen gunungan dipasang sebagai simbol alam semesta dan penanda cerita.

 

Tak berhenti di situ, tembok-tembok gang dihiasi lukisan motif batik nusantara hasil karya pemuda, ibu-ibu hingga bapak-bapak warga setempat. Setiap motif dilengkapi dengan keterangan nama dan filosofi, sehingga lingkungan tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi budaya.

Selain sebagai wujud kebanggaan atas pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai Warisan Budaya Dunia (2009) serta penetapan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia (2014), warga berharap mural ini bisa menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik.

Di ujung gang, warga juga menyiapkan spot foto khas yang menampilkan tokoh Punakawan, Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Selain mempercantik lingkungan, tokoh-tokoh pewayangan ini dipilih karena sarat makna tentang kesederhanaan, kebijaksanaan, gotong royong, dan kerukunan, yang memang menjadi cermin kehidupan masyarakat RT 24 sehari-hari.

“Tema tahun ini kami ambil untuk menegaskan bahwa cinta budaya adalah bagian dari cinta tanah air. Harapannya, kreativitas ini tidak berhenti saat peringatan kemerdekaan saja, tetapi bisa berkembang menjadi potensi wisata budaya di masa depan,” ujar Surya Setiawan selaku koordinator kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan, warga RT 24 Kauman Babadan tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga membuktikan bahwa warisan budaya leluhur masih bisa hidup dan relevan dalam kehidupan modern. Kreativitas ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi kampung-kampung lain di Yogyakarta dalam melestarikan budaya sekaligus menguatkan identitas bangsa. (Tim)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (12)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Transisi Kendaraan Listrik Global! Perang, Krisis, dan Arah Baru Energi Dunia

    Di Balik Transisi Kendaraan Listrik Global! Perang, Krisis, dan Arah Baru Energi Dunia

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Percepatan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di berbagai negara tidak lagi semata dipandang sebagai respons terhadap krisis iklim. Dalam dinamika global terbaru, perang, krisis energi, dan ketegangan geopolitik justru menjadi faktor kuat yang mendorong akselerasi perubahan tersebut. Transisi energi kini berlangsung dalam lanskap dunia yang tidak stabil, di mana konflik bersenjata dan gangguan […]

  • Kuasa Hukum Sebut Sengketa Tanah Sesetan Sarat Cacat Prosedur

    Kuasa Hukum Sebut Sengketa Tanah Sesetan Sarat Cacat Prosedur

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dalam perkara sengketa tanah di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, menuai sorotan tajam. Putusan perdata nomor 990/Pdt.G/2025 yang dibacakan pada 27 Maret 2026 itu dinilai mengandung cacat hukum karena dianggap mengabaikan fakta-fakta persidangan. Kuasa hukum tergugat, Agus Sujoko dari ARJK Law Firm, menilai majelis hakim keliru dalam menetapkan subjek […]

  • Kejati Bali Tambahkan Pemberitaan Yang Kurang Lengkap! Ungkap Penanganan 63 Perkara Korupsi Sepanjang 2025

    Kejati Bali Tambahkan Pemberitaan Yang Kurang Lengkap! Ungkap Penanganan 63 Perkara Korupsi Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    DENPASAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali meluruskan pemberitaan yang menyebut pihaknya hanya menangani tiga perkara korupsi. Melalui keterangan resmi, Kejati menegaskan bahwa sepanjang 2025, penanganan kasus tindak pidana korupsi di Bali jauh lebih banyak dan dilakukan secara konsisten, baik oleh Kejati maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh kabupaten/kota. Berita sebelumnya !  Bali Bersih? Jaksa Agung […]

  • Mencari Kesempurnaan pada yang Tidak Sempurna

    Mencari Kesempurnaan pada yang Tidak Sempurna

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    All Your Perfects and Finding Perfect DENPASAR – Kebingungan eksistensial manusia modern pernah dirumuskan dengan tajam oleh seorang bijak: ketika ditanya apa yang paling membingungkannya dalam hidup, jawabannya adalah “manusia itu sendiri”. Paradoksnya jelas—manusia mengorbankan kesehatan demi akumulasi materi, lalu mengorbankan materi demi memulihkan kesehatan. Ia cemas akan masa depan yang belum tiba, sementara masa […]

  • BTID Salurkan Hewan Kurban di Serangan, Tradisi Toleransi Antarumat Kembali Menguat saat Idul Adha

    BTID Salurkan Hewan Kurban di Serangan, Tradisi Toleransi Antarumat Kembali Menguat saat Idul Adha

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang mempererat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Desa Serangan, Denpasar. PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada Masjid As-Syuhada Kampung Bugis, Desa Serangan. Pada perayaan Idul Adha tahun ini, BTID menyerahkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Siaga Penuh Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah

    Imigrasi Ngurah Rai Siaga Penuh Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    BADUNG, 1 Maret 2026 – Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat eskalasi konflik regional berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menyatakan siaga penuh guna memastikan pelayanan keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti […]

expand_less