Breaking News
light_mode

Dokumen KEK Kura-Kura Bali Diserahkan ke Satpol PP, BTID Tegaskan Seluruh Izin Sesuai Prosedur

  • account_circle Ray
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar – PT Bali Turtle Island Development (BTID) resmi menyerahkan seluruh dokumen perizinan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, termasuk rencana pembangunan marina, kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Rabu (4/3). Dokumen tersebut selanjutnya akan dikompilasi dan dianalisis bersama Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menegaskan seluruh dokumen yang diminta telah diterima dari pihak pengembang.

“Dokumen perizinan seluruhnya sudah diminta. Kami kompilasi dan lakukan analisa bersama Pansus TRAP. Koordinasi juga akan dikonfirmasi dengan OPD teknis terkait lainnya, termasuk kementerian yang memiliki keterkaitan seperti kehutanan dan lingkungan hidup, BPN, hingga perhubungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap tahapan administrasi maupun substansi perizinan berjalan sesuai ketentuan. Pemeriksaan lintas sektor dinilai penting mengingat proyek tersebut berada dalam kawasan strategis nasional.

Sebagaimana diketahui, Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali di Pulau Serangan merupakan salah satu proyek strategis di sektor pariwisata dan investasi. Salah satu rencana pengembangannya, yakni pembangunan marina, belakangan menjadi perhatian publik dan legislatif.

Satpol PP memastikan tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen dari pengembang, tetapi juga melakukan koordinasi dengan instansi vertikal guna menguji kesesuaian tata ruang, aspek lingkungan hidup, hingga legalitas pertanahan.

Sementara itu, Kepala Departemen Perizinan/Licensing BTID, Anak Agung Ngurah Buana, menegaskan pihaknya telah menjalankan seluruh proses perizinan sesuai mekanisme yang berlaku dan berada dalam pengawasan instansi berwenang.

“Kami telah menyiapkan lahan mangrove pengganti seluas total 84,2 hektare sebagai bagian dari komitmen terhadap aspek lingkungan,” ujarnya di sela-sela penyerahan berkas.

Ia merinci, lahan pengganti tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni 44,2 hektare di Jembrana dan 40 hektare di Karangasem. Di Jembrana, lahan berada di kawasan Budeng dan Loloan yang akan direstorasi, sedangkan di Karangasem merupakan lahan kering seluas 40 hektare yang telah melalui proses reboisasi.

Menurutnya, seluruh tahapan pengembangan KEK, termasuk rencana pembangunan marina, telah melalui proses administratif sesuai prosedur yang berlaku. BTID juga menyatakan terbuka terhadap proses evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah dan DPRD sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

“Seluruh proses berjalan sesuai aturan dan terus dalam pengawasan instansi terkait. Kami menghormati mekanisme yang sedang berjalan,” tegasnya.

Dengan masuknya dokumen tersebut ke tahap kompilasi dan analisis bersama Pansus TRAP, proses evaluasi terhadap pengembangan KEK Kura-Kura Bali kini memasuki tahap pendalaman lintas sektor sebelum diambil kesimpulan lebih lanjut.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Pas-pasan di Dalam Negeri, Kerja Kapal Pesiar Dibayar Lebih Tinggi tapi Takut Istri Digoyang Tetangga

    Gaji Pas-pasan di Dalam Negeri, Kerja Kapal Pesiar Dibayar Lebih Tinggi tapi Takut Istri Digoyang Tetangga

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Tekanan upah minimum dan biaya hidup membuat sebagian pekerja Bali melirik pekerjaan di luar negeri, termasuk kapal pesiar, meski harus menghadapi konsekuensi berpisah lama dengan keluarga. DENPASAR — Pilihan bekerja di Bali atau mencari penghasilan ke luar negeri menjadi dilema bagi sebagian pekerja yang telah berkeluarga. Di satu sisi, bekerja dekat dengan istri dan anak […]

  • Bambang Widjojanto Awasi Praperadilan Kakanwil BPN Bali, Uji Wajah Penegakan Hukum

    Bambang Widjojanto Awasi Praperadilan Kakanwil BPN Bali, Uji Wajah Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 14Komentar

    DENPASAR — Sidang praperadilan terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging A. PTNH., S.H., kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (30/1/2026). Perkara ini menyita perhatian publik karena dinilai menyentuh jantung persoalan kepastian hukum dalam penanganan sengketa pertanahan, khususnya yang melibatkan pejabat publik. Sidang tersebut turut dipantau langsung […]

  • Asal-Usul Minyak Bumi Masih Jadi Perdebatan, Ilmuwan Ungkap Fakta Geologi yang Jarang Dipahami

    Asal-Usul Minyak Bumi Masih Jadi Perdebatan, Ilmuwan Ungkap Fakta Geologi yang Jarang Dipahami

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Minyak bumi selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi paling vital bagi kehidupan modern. Namun di balik perannya yang besar bagi industri, transportasi, hingga pembangkit listrik, proses terbentuknya ternyata masih menyimpan perdebatan ilmiah yang menarik perhatian para ahli geologi dunia. Dalam pandangan ilmiah yang paling banyak diterima saat ini, minyak bumi diyakini […]

  • Sejarah Adat Tanah Pelaba di Yeh Malet, Pengempon Pura: Mohon Hormati Hak Pura Masceti! 

    Sejarah Adat Tanah Pelaba di Yeh Malet, Pengempon Pura: Mohon Hormati Hak Pura Masceti! 

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Pengurus Pura Masceti menyebut kawasan Yeh Malet merupakan bagian dari Tanah Pelaba Pura seluas sekitar 54 hektare dan meminta pemerintah serta seluruh pihak menghormati sejarah, dokumen, adat, dan proses hukum. KARANGASEM – Polemik mengenai kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, kembali mendapat sorotan. Pengempon dan Pengurus Pura Masceti dari Desa Adat Angantelu […]

  • Samawartana Brahma Widya 2026, Ratusan Peserta Lulus, Sertifikat Pawintenan Turut Diserahkan

    Samawartana Brahma Widya 2026, Ratusan Peserta Lulus, Sertifikat Pawintenan Turut Diserahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ngurah Wesnawa
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kursus Teologi Hindu Brahma Widya (KTH BW) Angkatan VII Tahun 2025–2026 resmi ditutup melalui prosesi samawartana yang digelar di Denpasar, Maret 2026. Selain penyerahan sertifikat kelulusan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pawintenan (penyucian diri) yang menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual peserta. Menurut Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, S.H., Ketua Kursus Teologi Hindu […]

  • HOT NEWS! Jokowi Siap “Turun Gunung” Besarkan PSI hingga Akar Rumput

    HOT NEWS! Jokowi Siap “Turun Gunung” Besarkan PSI hingga Akar Rumput

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Makassar — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menegaskan kesiapannya untuk turun langsung mendukung dan membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bahkan hingga ke tingkat paling bawah seperti kecamatan dan RT/RW. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Dalam arahannya di […]

expand_less