Breaking News
light_mode

Tersangka Bebas! Paralegal Mariza Sulton Berhasil Damaikan Konflik Remaja di Mapolres Gianyar

  • account_circle Vaza Fernantha
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konflik Antarremaja Berawal dari Perseteruan Fans Sepak Bola Berakhir Damai melalui Mekanisme Restorative Justice

GIANYAR – Kasus dugaan penganiayaan yang membuat 2 orang remaja menjadi tersangka dengan nomor LP/B/64/VIII/2026/SPKT/Polres Gianyar/Polda Bali, kini telah menghirup kembali udara bebas. Mereka yang berkonflik mengambil jalan damai dengan mekanisme restorative justice.

Baca berita sebelumnya, 

Korban Cabut Laporan, Dua Pelaku Tempuh Restorative Justice di Gianyar

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Surat Perdamaian dan Kesepakatan Bersama yang ditandatangani pada 17 Agustus 2026 di sebuah cafe di seputaran Denpasar. Semua kesepakatan itu merupakan upaya yang dilakukan oleh Mariza Sulton seorang Paralegal dari Parwata Law Office.

Alotnya perdebatan panjang yang dilakukan oleh Mariza Sulton dalam memediasi konflik tidaklah mudah, lantaran kelihaiannya dalam menegosiasikan keadaan yang tidak berat sebelah membuat perseteruan awalnya karena konflik Fans sepak bola menjadi mereda.

Perlu diketahui Paralegal merupakan pendampingan hukum yang bergerak di ranah luar pengadilan (non-litigasi) atau bersifat membantu tugas di belakang layar.

Rangga Irza Draviantsyah dan Imam Khoirul Huda selaku korban telah mendapatkan kompensasi yang telah disetujui bersama. Sedangkan pihak yang diduga melakukan perbuatan tersebut (ditahan di Mapolres Gianyar) Rifky Rangga Krisna dan Ahmad Agus Setiawan telah meminta maaf atas kejadian yang telah membuat cedera salah satu korban pada bagian telinga akibat ledakan petasan.

“Ya akhirnya tugas kami selesai, saya dari Paralegal mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Gianyar atas bantuannya, semoga konflik semacam ini tidak terulang kembali di masa – masa mendatang, ” Ungkapnya, Senin 31 Agustus 2026.

Sementara pihak pertama menyatakan tidak akan melakukan tindakan balasan. Kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang perselisihan serta tidak menyimpan dendam secara pribadi.

Apabila di kemudian hari muncul persoalan terkait pelaksanaan kesepakatan, para pihak sepakat mengutamakan penyelesaian melalui musyawarah.

Editor – Tim

Vaza Fernantha

Penulis

Berjalanlah bersamaku dengan akal sehat dan keadilan

Komentar (1)

  • cloverpit hypackel

    Looking for a fun, retro-style RPG? cloverpit hypackel delivers with its pixel art, engaging story, and challenging combat. Explore dungeons, defeat monsters, and embark on an epic quest. It’s a great choice for anyone who loves classic adventure games!

    Balas1 September 2026 10:13 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Man Tayax: Aceh Sudah Diberi Otonomi Luas, Jangan Jadikan Referendum Alat Tekan Jakarta

    Man Tayax: Aceh Sudah Diberi Otonomi Luas, Jangan Jadikan Referendum Alat Tekan Jakarta

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kericuhan Hari Damai Aceh dan pengibaran bendera Bulan Bintang kembali memantik kritik. Pengamat sosial Man Tayax mempertanyakan efektivitas pengelolaan otonomi dan Dana Otsus setelah dua dekade perdamaian Helsinki. BANDA ACEH — Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026 yang semestinya menjadi momentum refleksi perjalanan damai justru diwarnai kericuhan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, […]

  • Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

    Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Isu keretakan yang menerpa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar dijawab langsung oleh I Made Arka, S.Pd, M.Pd., selaku Ketua PHDI Kota Denpasar. Hal itu dikatakannya hanya angin lalu, tidak benar adanya. “Tidak ada itu, tentang pernyataan itu nanti kami rapatkan dan akan panggil satu – satu untuk menjelaskan persoalan yang dialami, […]

  • Samawartana Brahma Widya 2026, Ratusan Peserta Lulus, Sertifikat Pawintenan Turut Diserahkan

    Samawartana Brahma Widya 2026, Ratusan Peserta Lulus, Sertifikat Pawintenan Turut Diserahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ngurah Wesnawa
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kursus Teologi Hindu Brahma Widya (KTH BW) Angkatan VII Tahun 2025–2026 resmi ditutup melalui prosesi samawartana yang digelar di Denpasar, Maret 2026. Selain penyerahan sertifikat kelulusan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pawintenan (penyucian diri) yang menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual peserta. Menurut Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, S.H., Ketua Kursus Teologi Hindu […]

  • Langkah Pansus TRAP Disorot, BTID Nilai Tak Sesuai Mekanisme Pemerintahan

    Langkah Pansus TRAP Disorot, BTID Nilai Tak Sesuai Mekanisme Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kejadian yang sudah berlangsung puluhan tahun, Kepemimpinan berganti aturan berganti baru kali ini dipermasalahkan untuk sebuah kata ketertiban tata ruang. Sebelum galak soal Mangrove kita cek dulu normalisasi sungai ngenjung, berapa banyak mangrove tersentuh dan terbongkar untuk ambisi karena diduga terkait dengan rencana pembangunan terminal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) LNG. Kembali […]

  • AS Kembangkan Senjata AI Anti-Drone, Mampu Lumpuhkan 50 Drone Tanpa Tembakan

    AS Kembangkan Senjata AI Anti-Drone, Mampu Lumpuhkan 50 Drone Tanpa Tembakan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    WASHINGTON – Amerika Serikat dikabarkan tengah mengembangkan teknologi senjata berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu melumpuhkan hingga 50 drone musuh sekaligus tanpa perlu menggunakan peluru maupun rudal. Teknologi pertahanan modern tersebut memanfaatkan gelombang elektromagnetik dan sistem gangguan elektronik untuk mengambil alih atau menonaktifkan kendali drone lawan secara massal. Pengembangan sistem anti-drone itu dilakukan sebagai […]

  • SPI Tinggi, Tapi Ketertiban Rendah Cermin Retak di Wajah Pemerintahan Bali

    SPI Tinggi, Tapi Ketertiban Rendah Cermin Retak di Wajah Pemerintahan Bali

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR — A.A. Gede Agung Aryawan, S.T., atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap wajah pemerintahan Provinsi Bali yang dinilainya penuh ketimpangan antara citra dan kenyataan. Di tengah pujian atas skor tinggi Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 yang menempatkan Bali sebagai provinsi dengan nilai tertinggi kedua secara nasional, Gung De menyebut kondisi […]

expand_less