Breaking News
light_mode

Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

  • account_circle Ray
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Isu keretakan yang menerpa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar dijawab langsung oleh I Made Arka, S.Pd, M.Pd., selaku Ketua PHDI Kota Denpasar. Hal itu dikatakannya hanya angin lalu, tidak benar adanya.

“Tidak ada itu, tentang pernyataan itu nanti kami rapatkan dan akan panggil satu – satu untuk menjelaskan persoalan yang dialami, tetapi kami di PHDI Kota Denpasar berjalan seperti biasanya, ” Ungkap Made Arka, Selasa, 5 Mei 2026.

Tentang melakukan Upacara Sudhi Wadhani di kantor PHDI Kota Denpasar, itu juga dijelaskannya telah tertuang dalam keputusan Lokasabha V PHDI Kota Denpasar.

*Sudhi Wadhani adalah upacara penyucian diri dan janji suci bagi seseorang yang pindah keyakinan menjadi penganut agama Hindu atas dasar tulus ikhlas.

Salah satu yang dituangkan dalam hasil keputusan itu, Upacara Sudhi Wadhani dilaksanakan di Kantor PHDI Kota Denpasar. Jika tidak dilaksanakan di Kantor PHDI Kota Denpasar maka diijinkan dilaksanakan di Griya, Puri, Jero, perumahan, rumah serta di villa tetapi harus mengundang PHDI Kota Denpasar untuk melaksanakan Sudhi Wadhani tersebut sesuai dengan Keputusan Paruman Pandita Se-Bali dalam Pesamuhan Madya yang dilaksanakan oleh PHDI Provinsi Bali Tahun 2021.

Simak berita sebelumnya, 

Retak Kecil di Tubuh PHDI Denpasar, Pasca Banyak Kembalinya Umat ke Hindu, Ujian Transparansi dan Pelayanan

“Keputusan Paruman Pandita Se-Bali dalam Pesamuhan Madya tidak memaksakan Upacara Sudhi Wadhani harus dilaksanakan di kantor PHDI Kota Denpasar, ” Ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa yang melakukan Upacara Sudhi Wadhani di kantor PHDI Kota Denpasar tidak terlalu masif karena tersebar di PHDI Denpasar Selatan dan tempat lainnya.

“Itu bisa dihitung pakai data yang ada disini, lebih banyak cari piagam saja”

Kembali ia menekankan bahwa bila ingin mendapatkan piagam di kantor PHDI Kota Denpasar harus menyertakan pejati dan pernyataan sudah melakukan Upacara Sudhi Wadhani ditempat lain serta pernyataan sukarela untuk pindah keyakinan tanpa paksaan.

“Kami kalo diundang tidak dikantor justru lebih senang, kadang disediakan sesari, karena kami tahu telah diputuskan bahwa memberikan kesempatan kepada umat dimana saja, di villa, di griya dan lainnya, ” Senyumnya.

Menanyakan tentang transparansi pendapatan, Made Arka menerangkan bahwa PHDI tidak berbisnis.

“Kami bertujuan membantu umat, dari dulu tidak pernah minta uang untuk Upacara Sudhi Wadhani. Tetapi tentu ada biaya Serathi Banten yang tentu kami serahkan kepada ahlinya yang kami pilih agar tidak terlalu membebani umat, ” Jelas Made Arka.

Petunjuk dari Ida Pandita di angka Rp. 2.000.000,- dan itu tetap menjadi keputusan umat, Kanista, Madya maupun Utama.

“Kami mengajak sekitar 5 orang staff dan petugas yang untuk kebersihan juga, itu juga kami perhatikan upahnya”

Ia juga memperlihatkan pengisian buku dana punia umat untuk PHDI Kota Denpasar yang jumlahnya tidak terlalu mencolok dan tidak seberapa dari pengamatan awak media.

Ditanyakan kembali soal untuk mengratiskan biaya Upacara Sudhi Wadhani beserta Serathi Banten menggunakan dana hibah dari Pemerintah Kota Denpasar, dirinya senyum menjelaskan seluruh pengeluaran yang telah dikeluarkan bulan sebelumnya yang justru pada pos – pos tertentu uang kantongnya sendiri yang malah keluar untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang ada.

Ia juga menekankan berapapun yang didapat dari hasil Upacara Sudhi Wadhani tidak akan masuk kedalam kas PHDI Kota Denpasar.

“Kami tidak masukan, karena bila kami masukan akan ada kesan PHDI Kota Denpasar melakukan bisnis dunk, ” Tekannya.

Ia berharap semua pernyataannya menjadikan jawaban “pekrimik” yang terjadi diluar sana dan menjawab semua keresahan umat tentang apa yang menjadi perjuangan PHDI Kota Denpasar.

“Kami mencatat semuanya, itu semua ada catatannya dan notulennya, ” Pungkas Arka.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut PT Dirgantara Indonesia Dianugerahi Lencana Kehormatan oleh Puri Ageng Blahbatuh Karena Berkomitmen Membangun Industri Aviasi di Bali Utara

    Dirut PT Dirgantara Indonesia Dianugerahi Lencana Kehormatan oleh Puri Ageng Blahbatuh Karena Berkomitmen Membangun Industri Aviasi di Bali Utara

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Gianyar, Bali — Dalam sebuah prosesi sederhana namun penuh hikmat dengan makna budaya dan simbolisme adat, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Marsekal Muda TNI (Purn.) Gita Amperiawan, dianugerahi lencana kehormatan Puri Ageng Blahbatu oleh Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana yang merupakan penglingsir Blahbatuh, Gianyar (15/10/2025). Acara ini disaksikan sejumlah penglingsir yang tergabung dalam Paiketan […]

  • BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali kembali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 dengan mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Saing”. Forum strategis tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat optimisme pemulihan ekonomi sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor di Bali. Dalam agenda tersebut, BI […]

  • Jejak Ramayana di Samudra Hindia, Mitos Jembatan Rama yang Terbentang antara India dan Sri Lanka

    Jejak Ramayana di Samudra Hindia, Mitos Jembatan Rama yang Terbentang antara India dan Sri Lanka

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Hamparan batu kapur sepanjang sekitar 30 kilometer yang membentang di antara Pulau Mannar, Sri Lanka, dan Rameswaram di pesisir tenggara India, dikenal luas sebagai Jembatan Rama. Struktur alami yang juga disebut Jembatan Sithubanda atau Jembatan Adam ini sejak lama menyimpan kisah mitologis yang hidup dalam kepercayaan Hindu. Dalam epos Ramayana, jembatan tersebut diyakini […]

  • Bijak Mengelola Keterikatan, Pesan Siddhartha Gautama tentang Luka Perpisahan

    Bijak Mengelola Keterikatan, Pesan Siddhartha Gautama tentang Luka Perpisahan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Pesan kebijaksanaan kembali mengemuka dari ajaran Siddhartha Gautama yang mengingatkan manusia untuk tidak terlalu melekat pada apa pun. Dalam ajarannya, Buddha menegaskan bahwa segala bentuk keterikatan berpotensi menimbulkan penderitaan, terutama saat harus berpisah dengan sesuatu atau seseorang yang dicintai. Ungkapan tersebut relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari, di mana manusia kerap menggantungkan kebahagiaan pada […]

  • Pansus Trap Temui BTID! Bendesa Serangan Malah Tuding Pansus Trap Tak Gubris Pengkavlingan kawasan LNG

    Pansus Trap Temui BTID! Bendesa Serangan Malah Tuding Pansus Trap Tak Gubris Pengkavlingan kawasan LNG

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Tim Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali bertandang ke PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk menanyakan laporan masyarakat dan ramainya media tentang pernyataan sebanyak 82 hektar hutan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai diduga telah beralih penguasaan ke PT Bali […]

  • Buzzer Menyala, Sampah Menggunung! Bali Ribut, Rakyat Bingung

    Buzzer Menyala, Sampah Menggunung! Bali Ribut, Rakyat Bingung

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Buzzer – buzzer mulai menyala, ada yang mulai menyalahkan masyarakat yang tidak tertib, ada yang mulai menyalahkan Forum Swakelola Sampah dan lainnya, tentu kondisi ini membuat masyarakat bingung. Gubernur Bali Wayan Koster yang dikutip dari media online Kompas menyebutkan bahwa tidak bisa Forum Swakelola Sampah Bali mengatur negara, negara punya kebijakan ikuti aturan […]

expand_less