Breaking News
light_mode

Panas! PHDI Denpasar Dihantam Isu Internal, Ini Klarifikasi Resminya

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Isu keretakan yang menerpa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar dijawab langsung oleh I Made Arka, S.Pd, M.Pd., selaku Ketua PHDI Kota Denpasar. Hal itu dikatakannya hanya angin lalu, tidak benar adanya.

“Tidak ada itu, tentang pernyataan itu nanti kami rapatkan dan akan panggil satu – satu untuk menjelaskan persoalan yang dialami, tetapi kami di PHDI Kota Denpasar berjalan seperti biasanya, ” Ungkap Made Arka, Selasa, 5 Mei 2026.

Tentang melakukan Upacara Sudhi Wadhani di kantor PHDI Kota Denpasar, itu juga dijelaskannya telah tertuang dalam keputusan Lokasabha V PHDI Kota Denpasar.

*Sudhi Wadhani adalah upacara penyucian diri dan janji suci bagi seseorang yang pindah keyakinan menjadi penganut agama Hindu atas dasar tulus ikhlas.

Salah satu yang dituangkan dalam hasil keputusan itu, Upacara Sudhi Wadhani dilaksanakan di Kantor PHDI Kota Denpasar. Jika tidak dilaksanakan di Kantor PHDI Kota Denpasar maka diijinkan dilaksanakan di Griya, Puri, Jero, perumahan, rumah serta di villa tetapi harus mengundang PHDI Kota Denpasar untuk melaksanakan Sudhi Wadhani tersebut sesuai dengan Keputusan Paruman Pandita Se-Bali dalam Pesamuhan Madya yang dilaksanakan oleh PHDI Provinsi Bali Tahun 2021.

Simak berita sebelumnya, 

Retak Kecil di Tubuh PHDI Denpasar, Pasca Banyak Kembalinya Umat ke Hindu, Ujian Transparansi dan Pelayanan

“Keputusan Paruman Pandita Se-Bali dalam Pesamuhan Madya tidak memaksakan Upacara Sudhi Wadhani harus dilaksanakan di kantor PHDI Kota Denpasar, ” Ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa yang melakukan Upacara Sudhi Wadhani di kantor PHDI Kota Denpasar tidak terlalu masif karena tersebar di PHDI Denpasar Selatan dan tempat lainnya.

“Itu bisa dihitung pakai data yang ada disini, lebih banyak cari piagam saja”

Kembali ia menekankan bahwa bila ingin mendapatkan piagam di kantor PHDI Kota Denpasar harus menyertakan pejati dan pernyataan sudah melakukan Upacara Sudhi Wadhani ditempat lain serta pernyataan sukarela untuk pindah keyakinan tanpa paksaan.

“Kami kalo diundang tidak dikantor justru lebih senang, kadang disediakan sesari, karena kami tahu telah diputuskan bahwa memberikan kesempatan kepada umat dimana saja, di villa, di griya dan lainnya, ” Senyumnya.

Menanyakan tentang transparansi pendapatan, Made Arka menerangkan bahwa PHDI tidak berbisnis.

“Kami bertujuan membantu umat, dari dulu tidak pernah minta uang untuk Upacara Sudhi Wadhani. Tetapi tentu ada biaya Serathi Banten yang tentu kami serahkan kepada ahlinya yang kami pilih agar tidak terlalu membebani umat, ” Jelas Made Arka.

Petunjuk dari Ida Pandita di angka Rp. 2.000.000,- dan itu tetap menjadi keputusan umat, Kanista, Madya maupun Utama.

“Kami mengajak sekitar 5 orang staff dan petugas yang untuk kebersihan juga, itu juga kami perhatikan upahnya”

Ia juga memperlihatkan pengisian buku dana punia umat untuk PHDI Kota Denpasar yang jumlahnya tidak terlalu mencolok dan tidak seberapa dari pengamatan awak media.

Ditanyakan kembali soal untuk mengratiskan biaya Upacara Sudhi Wadhani beserta Serathi Banten menggunakan dana hibah dari Pemerintah Kota Denpasar, dirinya senyum menjelaskan seluruh pengeluaran yang telah dikeluarkan bulan sebelumnya yang justru pada pos – pos tertentu uang kantongnya sendiri yang malah keluar untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang ada.

Ia juga menekankan berapapun yang didapat dari hasil Upacara Sudhi Wadhani tidak akan masuk kedalam kas PHDI Kota Denpasar.

“Kami tidak masukan, karena bila kami masukan akan ada kesan PHDI Kota Denpasar melakukan bisnis dunk, ” Tekannya.

Ia berharap semua pernyataannya menjadikan jawaban “pekrimik” yang terjadi diluar sana dan menjawab semua keresahan umat tentang apa yang menjadi perjuangan PHDI Kota Denpasar.

“Kami mencatat semuanya, itu semua ada catatannya dan notulennya, ” Pungkas Arka.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lempar Monyet Keramat, Pemuda “Kesurupan” di Ubud, Karma Bali Tak Pernah Salah Alamat!

    Lempar Monyet Keramat, Pemuda “Kesurupan” di Ubud, Karma Bali Tak Pernah Salah Alamat!

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Ubud, Gianyar – Bali kembali diguncang peristiwa nyeleneh yang menyulut amarah netizen. Seorang pemuda terekam dalam video viral berperilaku ganjil seperti kesurupan, menirukan gerakan monyet, dan kehilangan kendali di kawasan sekitar Monkey Forest, Ubud. Kejadian itu langsung memicu kehebohan di media sosial. Banyak yang meyakini bahwa pemuda tersebut kerasukan setelah nekat melempar seekor monyet yang […]

  • Mahasiswa FISIP Universitas Udayana Meninggal Jatuh dari Gedung Kampus, Penyebab Masih Diselidiki

    Mahasiswa FISIP Universitas Udayana Meninggal Jatuh dari Gedung Kampus, Penyebab Masih Diselidiki

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    DENPASAR – Duka menyelimuti lingkungan Universitas Udayana (Unud) setelah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Timothy Anugerah Saputra (22), ditemukan jatuh dari lantai atas gedung kampus di kawasan Sudirman, Denpasar, Rabu (15/10/2025). Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih menjadi teka-teki dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian serta tim internal kampus. Ketua […]

  • AJI Peringatkan Pers Makin Tertekan, Nany Afrida: Jangan Biarkan Kebebasan Diserahkan Kembali

    AJI Peringatkan Pers Makin Tertekan, Nany Afrida: Jangan Biarkan Kebebasan Diserahkan Kembali

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menegaskan tekanan terhadap jurnalis kini datang dari berbagai arah, mulai kekerasan, kriminalisasi, serangan digital, PHK hingga ancaman swasensor. Ia meminta jurnalis tetap berani menjaga independensi dan tidak menyerah pada tekanan kekuasaan. JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengingatkan bahwa kebebasan pers di Indonesia belum sepenuhnya aman. Tekanan terhadap […]

  • Gema 21 Tahun Ubud Hotel Association! Kolaborasi, Olahraga, dan Harapan Baru untuk Masa Depan Ubud

    Gema 21 Tahun Ubud Hotel Association! Kolaborasi, Olahraga, dan Harapan Baru untuk Masa Depan Ubud

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Ubud, Desember 2025 — Ubud Hotel Association (UHA) menandai perjalanan 21 tahun kiprahnya sebagai wadah kolaborasi lebih dari 130 hotel dan properti akomodasi di kawasan Ubud. Sejak berdiri pada 2004, asosiasi nirlaba dan non-pemerintah ini konsisten menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pariwisata Ubud melalui penguatan sumber daya manusia, promosi bersama, advokasi kebijakan, hingga pelestarian budaya […]

  • Hotel Accor Bali-Lombok Gelar “Taste of the Tropics”, Perkuat Kemitraan Pariwisata

    Hotel Accor Bali-Lombok Gelar “Taste of the Tropics”, Perkuat Kemitraan Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BALI — Jaringan hotel Accor di Bali dan Lombok memperkuat hubungan dengan mitra bisnis dan media melalui gelaran “Taste of the Tropics”. Acara apresiasi tersebut menjadi momentum untuk merayakan kolaborasi sekaligus menegaskan komitmen Accor dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata dan perhotelan di kawasan Bali–Lombok. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, di Garden, Nusa […]

  • Godfried Lubis Ancam Lawan Jika Ada Pelarangan, Penertiban Pedagang Babi di Medan Diduga Tebang Pilih

    Godfried Lubis Ancam Lawan Jika Ada Pelarangan, Penertiban Pedagang Babi di Medan Diduga Tebang Pilih

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Medan – Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Effendi Lubis, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pelarangan penjualan daging babi di Kota Medan. Pernyataan itu disampaikannya, Jumat (20/2/2026), menanggapi penertiban pedagang daging babi di wilayah Medan Kota dan Medan Amplas yang menuai protes warga. Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menyebut, langkah yang dilakukan pemerintah kota […]

expand_less