Moncol MWBW Kukuhkan Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara
- account_circle Ray
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- print Cetak

Foto bersama usai acara pengukuhan Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara di Pura Luhur Gunung Sari, Jatiluwih, Tabanan, Minggu (19/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN – Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) secara resmi mengukuhkan Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara di Wantilan Pura Luhur Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (19/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Moncol Pusat MWBW, Guru Gede Alit Widana, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Koordinator Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara (PCBN) tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota se-Indonesia. Total sebanyak 150 pecalang yang dikukuhkan dalam kesempatan itu.
Pengukuhan PCBN menjadi langkah MWBW memperkuat peran pecalang dalam mendukung pengamanan kegiatan adat, keagamaan, sekaligus pelestarian budaya berbasis kearifan lokal. Prosesi pengukuhan tersebut disaksikan oleh Sabha Ida Rsi Bhujangga serta sejumlah tokoh atau moncol Warga Bhujangga Waisnawa.
Guru Gede Alit Widana didampingi Panitia Pelaksana, Guru Rai Suarta Waisnawa, mengatakan prosesi pengukuhan Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara berlangsung khidmat dan dihadiri perwakilan pecalang dari berbagai daerah. Selain peserta dari Bali, pengukuhan juga diikuti perwakilan dari Lombok, Lampung, dan Sulawesi.
Mantan Wakapolda Bali itu menjelaskan pembentukan Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara bertujuan memperkuat peran pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya dalam pelaksanaan upacara piodalan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam pelestarian adat dan budaya.
Menurutnya, keberadaan PCBN juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelangsungan tradisi dan keharmonisan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
“Tujuan utama kami adalah membantu mengamankan setiap pelaksanaan upacara piodalan di pura. Dalam pelaksanaannya, Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara akan selalu bersinergi dengan paiketan pecalang setempat maupun aparat keamanan terkait sehingga pengamanan berjalan tertib, aman, dan lancar,” Alit Widana.
Ia menegaskan, sinergi menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas. Pecalang yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjalin koordinasi dengan desa adat serta aparat keamanan tanpa mengesampingkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Bali.
Sementara itu, Guru Rai Suarta mengatakan pengukuhan ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan warga Warga Bhujangga Waisnawa yang tersebar di berbagai wilayah. “Dengan keterlibatan perwakilan dari luar Bali, kami berharap semangat menjaga warisan budaya Bali dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat perantauan,” kata advokat tersebut.
Sebanyak 150 Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara yang dikukuhkan selanjutnya akan menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawabnya, khususnya dalam mendukung pengamanan kegiatan keagamaan, adat, dan sosial kemasyarakatan.
Melalui pengukuhan tersebut, Moncol Pusat MWBW berharap Pecalang Cakra Bhuwana Nusantara mampu menjadi mitra strategis desa adat dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memperkuat persatuan, serta melestarikan budaya Bali sebagai identitas bangsa di tengah dinamika kehidupan modern. (*)

Saat ini belum ada komentar