Breaking News
light_mode

Kurator Hotel Sing Ken-Ken Digugat Fee Broker, Mangkir di Sidang Perdana

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menunda sidang perdana gugatan dugaan perbuatan melawan hukum setelah tergugat, Dr. Ni Wayan Umi Martina, tidak menghadiri persidangan.

DENPASAR – Sidang perdana gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kurator penjualan aset Hotel Sing Ken-Ken, Dr. Ni Wayan Umi Martina, SH., MH., digelar secara terbuka di Ruang Sidang Sari, Pengadilan Negeri Denpasar. Namun, agenda persidangan harus ditunda setelah pihak tergugat tidak hadir.

Perkara tersebut terdaftar dengan Nomor 1053/Pdt.G/2026/PN Dps, dengan Muliadi Sumardi sebagai penggugat dan Dr. Ni Wayan Umi Martina sebagai tergugat.

Ketua Majelis Hakim Kadek Kusuma Wardani, SH., MH. menyatakan sidang akan dilanjutkan pada awal Agustus.

“Sidang resmi perdana dilanjutkan pada Senin, 3 Agustus 2026, karena pihak tergugat hari ini tidak hadir,” tegas Ketua Majelis Hakim dalam persidangan.

Penggugat Persoalkan Pengelolaan Dana Transaksi

Dalam gugatan yang diajukan, penggugat mendalilkan bahwa setelah diterbitkannya Internal Office Memo Nomor 05/IOM-CEL/III/23 tertanggal 8 Maret 2023, PT Indonesia Capital Group memerintahkan Departemen Finance dan Legal untuk melaksanakan pembayaran transaksi pembelian Hotel Sing Ken-Ken.

Berdasarkan dokumen tersebut, dana pembelian beserta biaya penyelesaian transaksi disebut dibayarkan ke rekening Bank Mandiri atas nama Dr. Ni Wayan Umi Martina dalam kapasitasnya sebagai kurator.

Penggugat berpendapat bahwa dana tersebut berada dalam penguasaan tergugat bukan sebagai penerima pribadi, melainkan sebagai kurator yang ditunjuk berdasarkan penetapan Pengadilan Niaga untuk melaksanakan penjualan harta pailit.

Dana itu, menurut gugatan, diperuntukkan bagi penyelesaian seluruh transaksi, meliputi pembayaran harga pembelian, pajak, biaya notaris, balik nama, pengurusan perizinan hingga biaya perkara. Karena itu, tergugat dinilai memiliki kewajiban mengelola dana tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai tujuan penggunaannya.

Klaim Berperan sebagai Broker

Dalam materi gugatan, Muliadi Sumardi juga mengklaim telah menjalankan perannya sebagai perantara atau broker sejak awal proses transaksi.

Ia menyebut telah mempertemukan calon pembeli dengan kurator, memfasilitasi komunikasi, mengikuti berbagai pertemuan, hingga membantu proses negosiasi yang berujung pada kesepakatan harga sebesar Rp55 miliar.

Penggugat juga mendalilkan bahwa keberhasilan transaksi bukan semata hasil kerja kurator, melainkan melibatkan sejumlah pihak yang bertindak sebagai perantara dan tidak pernah dipermasalahkan selama proses berlangsung.

Transaksi Disebut Mengalami Hambatan

Dalam gugatannya, Muliadi menyatakan sekitar Oktober 2024 memperoleh informasi dari pihak pembeli bahwa penyelesaian transaksi mengalami hambatan karena dana yang sebelumnya berada dalam penguasaan kurator disebut tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Penggugat juga mengungkapkan bahwa pada 24 Oktober 2024 dirinya bersama saksi Asriani Ali dipanggil oleh Budiman Tiang dan diberitahu mengenai kendala tersebut.

Selanjutnya, pada 29 Oktober 2024, Muliadi bersama Asriani Ali mendatangi kediaman tergugat di kawasan Renon, Denpasar, untuk meminta klarifikasi sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan transaksi.

Namun, dalam gugatan disebutkan bahwa tergugat diduga tidak memberikan penjelasan maupun penyelesaian terhadap persoalan yang disampaikan.

Penggugat kemudian mengaku kembali mempertemukan tergugat dengan pihak-pihak yang berkepentingan pada 6 November 2024 di Kantor Umalas Signature sebagai upaya melanjutkan penyelesaian transaksi.

Hingga sidang perdana berlangsung, pokok perkara belum diperiksa karena persidangan ditunda akibat ketidakhadiran tergugat. Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan pada 3 Agustus 2026.

Sebelumnya awak media telah menghubungi Dr Umi Martina, centang biru (telah terbaca) namun tidak menjawab apapun atas hak klarifikasinya, sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan yang berarti. Sebelum berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya menghubungi Dr. Ni Wayan Umi Martina untuk meminta tanggapan dan memberikan kesempatan menggunakan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.

Pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan diketahui telah terbaca, namun hingga berita ini ditayangkan belum diperoleh tanggapan atau pernyataan resmi dari yang bersangkutan. Apabila di kemudian hari Dr. Ni Wayan Umi Martina memberikan klarifikasi, redaksi akan memuatnya sesuai ketentuan hak jawab dan kode etik jurnalistik.

Catatan: Seluruh dalil mengenai pengelolaan dana, peran broker, dan dugaan perbuatan melawan hukum sebagaimana diuraikan di atas merupakan materi gugatan dari pihak penggugat dan masih akan diuji dalam proses persidangan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Australian Consulate-General Hosts Ibu Putri Suastini Koster to Strengthen Cultural and Women’s Empowerment Ties in Bali

    Australian Consulate-General Hosts Ibu Putri Suastini Koster to Strengthen Cultural and Women’s Empowerment Ties in Bali

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    Denpasar, Bali – 3 March 2026 – The Australian Consulate-General in Bali welcomed Ibu Putri Suastini Koster for a discussion focused on arts, culture, environmental preservation, and women’s empowerment in Bali. Australia’s Consul-General in Bali, Jo Stevens, hosted Ibu Putri Suastini Koster, Chair of the Bali Provincial Family Welfare Team (TP-PKK), during a morning tea […]

  • Ombudsman Soroti 652 Aduan THR Belum Tuntas, Minta Pengawasan 2026 Diperkuat

    Ombudsman Soroti 652 Aduan THR Belum Tuntas, Minta Pengawasan 2026 Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Ombudsman RI menilai pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja swasta belum berjalan optimal. Dalam kurun 2023 hingga 2025, tercatat 652 laporan dugaan maladministrasi distribusi THR yang belum sepenuhnya diselesaikan pemerintah. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, menyatakan persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius menjelang pembayaran THR 2026. Ia meminta […]

  • Pansus DPRD Badung Kejar Raperda Seni-Budaya Rampung 2 Bulan

    Pansus DPRD Badung Kejar Raperda Seni-Budaya Rampung 2 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Penyerapan aspirasi menyoroti kesejahteraan seniman, perlindungan karya budaya, hingga batasan komersialisasi seni di sektor pariwisata. BADUNG — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung menargetkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif Dewan tentang Perlindungan Seni dan Budaya dapat dirampungkan dalam waktu sekitar dua bulan. Target tersebut disampaikan setelah Pansus menggelar rapat kerja penyerapan aspirasi bersama berbagai pemangku […]

  • Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Aliansi Hak Pekerja Sejahtera (HAPERA) Bali membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) Nyepi serta Idul Fitri 2026. Posko ini disiapkan sebagai ruang advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, sekaligus memperluas jangkauan pengaduan hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi dan kurir online. Posko yang mulai dibuka pada […]

  • Fiskal Buleleng Tertekan, Rencana Pinjaman Daerah Soroti Defisit dan Beban APBD

    Fiskal Buleleng Tertekan, Rencana Pinjaman Daerah Soroti Defisit dan Beban APBD

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi menyebut keterbatasan fiskal menjadi alasan munculnya rencana pinjaman. Publik meminta keterbukaan soal nilai pinjaman, bunga, tenor, penggunaan dana, dan kemampuan pembayaran. SINGARAJA — Kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Buleleng menjadi sorotan seiring munculnya rencana pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Wakil Ketua I DPRD […]

  • Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Dr.(H.C.) Cipto Aji Gunawan DENPASAR – Wacana penerapan syarat minimal saldo rekening atau bukti solvabilitas bagi wisatawan mancanegara yang hendak masuk ke Bali menandai babak baru dalam arah kebijakan pariwisata Indonesia. Gagasan ini mencuat sebagai respons atas meningkatnya persoalan sosial dan keamanan yang belakangan kerap mencoreng citra Pulau Dewata, mulai dari fenomena wisatawan kehabisan bekal […]

expand_less