Breaking News
light_mode

Kuota Internet Tak Bisa Lagi Hangus Sembarangan, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Kebiasaan kuota internet yang tersisa lalu hilang ketika masa aktif paket berakhir kini mendapat perlindungan lebih kuat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memperketat kewajiban operator seluler untuk melindungi sisa kuota yang telah dibayar pelanggan.

Ketentuan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan operator tidak boleh menghilangkan sisa kuota pelanggan secara sepihak. Operator juga dilarang membebankan biaya tambahan kepada pelanggan hanya untuk mempertahankan atau menggunakan kuota yang sebelumnya sudah dibeli.

“Kuota yang sudah dibayar oleh pelanggan adalah hak pelanggan. Sisa kuota tidak boleh begitu saja hangus dan operator tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan sisa kuota tersebut,” tegas Meutya dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Penerbitan surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada 23 Juli 2026. Dalam putusan itu, MK mengabulkan sebagian permohonan dan mewajibkan penyelenggara telekomunikasi menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota pengguna tetap aktif serta dapat digunakan.

MK tidak secara otomatis menghapus seluruh sistem paket internet berbatas waktu. Putusan tersebut menekankan kewajiban operator untuk menyediakan pilihan layanan yang memberikan perlindungan terhadap sisa kuota konsumen.

Bentuk perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui mekanisme akumulasi atau rollover, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana, maupun skema lain yang memberikan perlindungan yang proporsional kepada pelanggan.

Operator Wajib Beri Pilihan, Bukan Semua Paket Harus Rollover

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan bahwa substansi putusan MK bukan berarti seluruh paket internet yang tersedia harus otomatis menggunakan mekanisme rollover.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menjelaskan bahwa operator tetap dapat menawarkan paket reguler berdurasi tertentu, selama tersedia pula pilihan produk yang memberikan mekanisme perlindungan terhadap sisa kuota.

“Yang menjadi kata kunci dalam putusan MK adalah kewajiban menyediakan pilihan produk. Jadi masyarakat memiliki pilihan antara produk yang berbatas waktu dan produk yang menggunakan mekanisme rollover,” ujar Marwan.

ATSI sebelumnya juga menyampaikan bahwa operator seluler besar telah memiliki produk dengan fitur akumulasi kuota. Artinya, mekanisme rollover bukan sepenuhnya konsep baru dalam industri telekomunikasi Indonesia.

Namun, pemerintah melihat masih diperlukan penguatan kepatuhan dan perlindungan konsumen. Meutya mengatakan surat edaran diterbitkan karena implementasi putusan MK oleh operator belum mencapai kepatuhan penuh.

“Karena itu kami mengeluarkan SE dengan nomor 4 tahun 2026 isinya kewajiban pemenuhan pilihan layanan dan pelindungan sisa kuota,” kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).

Melalui aturan baru tersebut, posisi pelanggan menjadi lebih kuat ketika masih memiliki kuota yang belum terpakai. Operator tidak hanya dituntut menyediakan pilihan layanan, tetapi juga memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai mekanisme perlindungan sisa kuota.

Komdigi juga menetapkan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan tersebut. Operator diwajibkan menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban kepada pemerintah dan selanjutnya memberikan perkembangan secara berkala.

Bagi masyarakat, kebijakan ini menjadi perubahan penting dalam pola layanan internet seluler. Kuota yang telah dibeli tidak lagi semata-mata dipandang sebagai manfaat yang dapat hilang begitu masa aktif berakhir, melainkan sebagai hak konsumen yang harus mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, industri telekomunikasi masih menghadapi pekerjaan lanjutan berupa penyesuaian regulasi sektoral agar implementasi putusan MK dan kebijakan pemerintah memiliki landasan aturan yang semakin kuat.

Dengan diterbitkannya SE Menkomdigi Nomor 4 Tahun 2026, pemerintah kini menempatkan perlindungan sisa kuota sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen di sektor telekomunikasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan aturan tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten oleh seluruh operator dan mudah dipahami pelanggan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Laporan Khusus oleh Guru Gede Prama DENPASAR – Di Shambala Meditation Center, suasana teduh pagi itu dipenuhi embun dan cahaya lembut. Dalam ruang hening yang menjadi tempat banyak jiwa mencari kedamaian, Guru Gede Prama kembali membagikan pesan mendalam tentang perjalanan batin manusia—sebuah ajakan untuk membuka pikiran, melembutkan hati, dan kembali pada sumber cahaya di dalam […]

  • Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    DENPASAR – Polemik bangunan Gallery Kohinoor yang diduga melanggar ketentuan sempadan sungai kembali menjadi sorotan publik. Sekretaris ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST, meminta Pemerintah Kota Denpasar bersikap tegas dan tidak menjadikan izin bangunan sebagai alasan untuk melegitimasi dugaan pelanggaran aturan tata ruang. Dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (12/6/2026), Agung Aryawan menilai penegakan […]

  • Prabowo Malu Pantai Bali Kotor, Bila Pemda Tak Mampu Atasi Akan Turunkan Negara

    Prabowo Malu Pantai Bali Kotor, Bila Pemda Tak Mampu Atasi Akan Turunkan Negara

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    BOGOR — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola sektor pariwisata nasional sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Namun ia mengingatkan, persoalan serius yang kini mengancam wajah pariwisata Indonesia adalah krisis sampah, terutama di kawasan pantai yang selama ini menjadi andalan destinasi wisata dunia. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat […]

  • Tukang Parkir Liar Terancam Penjara hingga 9 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

    Tukang Parkir Liar Terancam Penjara hingga 9 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta — Keberadaan juru parkir (jukir) liar semakin menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya muncul di area minimarket, praktik parkir ilegal ini kini merambah toko-toko kecil hingga ruko di pinggir jalan, kerap disertai pungutan yang bersifat memaksa dan meresahkan masyarakat. Secara hukum, pengelolaan parkir di ruang publik bukanlah kewenangan perorangan. Mengacu pada keterangan […]

  • Pansus TRAP DPRD Turun ke Yeh Malet, Pengempon Pura Masceti Serahkan Bukti Riwayat Tanah Pelaba

    Pansus TRAP DPRD Turun ke Yeh Malet, Pengempon Pura Masceti Serahkan Bukti Riwayat Tanah Pelaba

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pansus TRAP menyerap aspirasi Pengempon Pura Masceti di tengah polemik status Yeh Malet; sejarah tanah, dokumen penguasaan, dan pelestarian sumber air menjadi perhatian utama. KARANGASEM – Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali turun langsung menyerap aspirasi Pengempon dan Pengurus Pura Masceti terkait polemik kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, […]

  • Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Desa Adat Serangan Bantah Banjar Kubu Hilang, Hanya Tempekan Apa kata Baga Palemahan Desa Adat Serangan I Made Karsa? Denpasar – Baga Palemahan Desa Adat Serangan, I Made Karsa, meluruskan informasi yang beredar mengenai keberadaan Banjar Kubu di kawasan Serangan. Ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut Banjar Kubu “dihilangkan” merupakan informasi yang tidak utuh dan […]

expand_less