Breaking News
light_mode

Konflik AS–Israel–Iran Memecah Dunia! Ketika Tujuan Keamanan Justru Memperuncing Ketidakstabilan Global

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 4 Maret 2026 — Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang meledak sejak akhir Februari 2026 telah menciptakan krisis baru dalam dinamika keamanan global. Sentimen pembelahan dunia ini bukan hanya soal militer di Timur Tengah, tetapi juga memantik kritik tajam terhadap global security — keamanan global yang justru retak karena konflik yang dimaksudkan untuk “menjaga perdamaian.”

Serangan Besar dan Balasan yang Meluas

Konfrontasi paling nyata terjadi pada 28 Februari 2026 ketika militer Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar ke berbagai target militer dan infrastruktur di Iran. Operasi yang disebut oleh beberapa sumber sebagai Operation Lion’s Roar ini menewaskan banyak komandan militer Iran termasuk Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei — suatu peristiwa yang langsung memicu gelombang balasan dari Teheran.

Iran merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk serta kawasan Arab. Eskalasi terus meluas saat kelompok militan yang didukung Teheran, termasuk Hezbollah di Lebanon, terlibat dalam gempuran balasan terhadap Israel.

Pemerintah AS juga memperingatkan potensi serangan siber dan ancaman terhadap instalasi dalam negeri sebagai bagian dari kemungkinan retaliasi Iran, meskipun serangan fisik besar di wilayah AS masih dinilai kurang kemungkinan terjadi dalam waktu dekat.

Kritik Internasional dan Persatuan Global yang Retak

Reaksi global terhadap konflik ini menunjukkan betapa tajamnya perbedaan pandangan di panggung internasional. Blok negara-negara Selatan Global seperti China, Turki, Brazil, Malaysia, Pakistan bahkan Indonesia menyatakan kecaman keras terhadap langkah militer AS dan Israel, menuding serangan itu melanggar hukum internasional dan mencerminkan praktik imperialisme modern.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, upaya menyatukan suara untuk merespons konflik gagal karena perbedaan posisi yang tajam antara anggota Dewan. AS dan Israel membela langkah mereka sebagai tindakan defensif yang sah, sementara Rusia, China, dan delegasi Iran menuduh kedua negara melakukan agresi ilegal.

Pernyataan Sekjen PBB menyuarakan keprihatinan akan potensi konflik yang lebih luas dan menyerukan penghentian segera kekerasan serta kembali ke jalur diplomasi.

Dampak Ekonomi dan Risiko Global

Dampak konflik tidak hanya terasa di medan perang tetapi juga di pasar global. Penutupan atau gangguan di Selat Hormuz — jalur laut strategis yang menjadi rute transit sekitar 20 % pasokan minyak dunia — telah mendorong lonjakan harga minyak mentah dan memperberat ketidakpastian ekonomi global.

Para analis memperingatkan bahwa gangguan pasokan energi dapat memicu inflasi global, penundaan pertumbuhan ekonomi, dan tekanan pada mata uang negara berkembang. Lonjakan premi asuransi di jalur pelayaran dan gangguan perdagangan pun semakin memperkuat sentimen risiko global.

Di beberapa negara seperti Indonesia, politisi dan pengamat ekonomi menekankan bahwa ketergantungan terhadap impor energi membuat negara-negara di luar kawasan konflik memiliki risiko ekonomi yang nyata akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian pasokan energi.

Potensi Konflik yang Lebih Luas

Walau di sebagian pihak pandangan tentang Perang Dunia III masih dipandang sebagai skenario yang tidak pasti dalam jangka pendek, banyak pengamat mengingatkan bahwa perluasan konflik di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap fasilitas diplomatik, menunjukkan risiko eskalasi yang tidak bisa diabaikan.

Kerawanan tersebut terutama karena konflik tak hanya melibatkan tiga negara besar, tetapi juga sejumlah milisi dan aktor proksi yang siap terlibat, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah yang sudah kompleks sejak lama.

Mengurai Ironi Keamanan Global

Konflik ini menyingkap ironi dalam konsep keamanan internasional modern:

“tindakan militer untuk menciptakan keamanan” justru menciptakan ketidakamanan yang lebih luas. Upaya untuk mencegah ancaman nuklir justru memperlebar ketidakpastian hukum internasional.

Diplomasi yang diharapkan berfungsi menjadi semakin tersisih di tengah deru persenjataan.

Saat dunia memasuki fase baru ketegangan geopolitik, pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah ada ruang lagi bagi diplomasi dan aturan internasional untuk kembali memimpin, atau konflik ini akan terus mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan keamanan global di abad ke-21.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesaksian di PN Gianyar Ungkap Jejak Lama Tanah Subak Petulu, ARUN Soroti Praktik Kotor Gunakan Pajak Untuk Klaim SHM

    Kesaksian di PN Gianyar Ungkap Jejak Lama Tanah Subak Petulu, ARUN Soroti Praktik Kotor Gunakan Pajak Untuk Klaim SHM

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 47Komentar

    GIANYAR – Sidang perkara sengketa tanah di kawasan Subak Petulu Andong kembali bergulir di Pengadilan Negeri Gianyar, Senin (15/12/2025). Agenda pemeriksaan saksi justru membuka tabir lama penguasaan lahan yang kini disengketakan, sekaligus memunculkan tudingan serius soal praktik mafia tanah yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Dalam persidangan tersebut, majelis hakim mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan pihak […]

  • Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pekanbaru – Situasi penegakan hukum di Provinsi Riau mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Di tengah perjuangan para aktivis kemanusiaan membela Jekson Sihombing, seorang warga negara yang dikriminalisasi dan disiksa di sel isolasi (strapsel), muncul fenomena mengerikan: penggunaan kekuatan premanisme untuk membungkam suara kritis. Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore, 25 Januari 2026, menjadi bukti nyata […]

  • Daging 3D Tanpa Penyembelihan, Revolusi atau Kontroversi Moral Baru?

    Daging 3D Tanpa Penyembelihan, Revolusi atau Kontroversi Moral Baru?

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BELANDA – Sebuah pabrik di Belanda kini mampu memproduksi hingga 500 ton daging cetak 3D setiap bulan, dan pasokannya telah menjangkau lebih dari seratus restoran di Jerman. Teknologi ini berangkat dari sampel kecil sel induk hewan yang dibudidayakan dalam bioreaktor kaya nutrisi hingga berkembang menjadi sel otot dan lemak. Campuran tersebut kemudian dicetak berlapis menggunakan […]

  • Legalitas Resmi Dipegang Daerah, Arak Bali Masuki Era Industri Terukur

    Legalitas Resmi Dipegang Daerah, Arak Bali Masuki Era Industri Terukur

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG – Industri Arak Bali resmi memasuki babak baru setelah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyerahkan izin produksi kepada Pemerintah Provinsi Bali. Izin tersebut diterima secara simbolis oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan menjadi momentum penting dalam Peringatan Hari Arak Bali ke-6 yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua–Bali International Convention Centre (BICC), Kabupaten Badung, […]

  • BI Checking Resmi Diganti! Begini Cara Cek Daftar Pinjaman Lewat SLIK OJK Secara Online

    BI Checking Resmi Diganti! Begini Cara Cek Daftar Pinjaman Lewat SLIK OJK Secara Online

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA — Pengecekan daftar pinjaman kini tak lagi dilakukan lewat BI Checking milik Bank Indonesia (BI). Layanan ini resmi beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berganti nama menjadi SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan. Kini, masyarakat bisa dengan mudah mengecek status pinjaman atau riwayat kreditnya secara online melalui situs resmi idebku.ojk.go.id. Layanan ini sudah […]

  • KPK Buka Peta Gelap Gratifikasi, Bongkar Sektor Rawan Korupsi di Layanan Publik

    KPK Buka Peta Gelap Gratifikasi, Bongkar Sektor Rawan Korupsi di Layanan Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan Peta Kerawanan Praktik Gratifikasi sebagai senjata baru membongkar kebiasaan korupsi yang selama ini dianggap lumrah di birokrasi. Diluncurkan di Gedung ACLC KPK, Selasa (17/12), peta ini bukan sekadar dokumen teknokratis, melainkan alat telanjang untuk membaca pola risiko, memprediksi titik rawan, dan mengungkap sektor pelayanan publik yang diam-diam menjadi […]

expand_less