Breaking News
light_mode

Monitor Langit Terkuak! Koridor 835 Meter Belah Mangrove Sidakarya, Akses Adat atau Jejak Proyek Energi?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Perubahan itu tak lagi bisa disembunyikan. Dari citra satelit, lanskap hijau lebat kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai kini terbelah oleh sebuah koridor panjang yang mencolok. Jalur lurus itu membentang dari daratan menuju pesisir di wilayah Sidakarya, Denpasar Selatan, membuka vegetasi yang sebelumnya tampak utuh.

Berita sebelumnya :

Dibalik Normalisasi Tukad Ngenjung, Diduga Ada Jalan Rahasia Menuju Kawasan Industri Baru di Hutan Mangrove? 

Perbandingan citra Google Earth antara Juni 2023 dan Mei 2025 memperlihatkan koridor tersebut memiliki panjang sekitar 835 meter hingga mendekati satu kilometer. Lebarnya tak sekadar jalan setapak, melainkan cukup besar hingga terlihat jelas dari udara.

Estimasi area terdampak mencapai sekitar satu hektare, setara lebih dari satu lapangan sepak bola. Padahal kawasan ini merupakan bagian dari Tahura Ngurah Rai yang luasnya sekitar 1.373 hektare, salah satu benteng ekologis penting di Bali Selatan. Ekosistem mangrove di wilayah ini berfungsi menahan abrasi, meredam gelombang, menyaring sedimen, sekaligus menjadi habitat berbagai biota, mulai dari ikan, kepiting, hingga burung air.

Perubahan sekecil apa pun di kawasan ini biasanya langsung memantik perhatian. Namun kali ini, yang tampak bukan perubahan kecil.

Sejumlah pejabat daerah menyebut jalur tersebut sebagai akses menuju pantai untuk kepentingan adat, termasuk ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi. Akses itu juga diklaim membantu kegiatan pemantauan kawasan pesisir.

Anggota DPRD Kota Denpasar, Suadi, menyebut keberadaan jalur tersebut mempermudah monitoring lingkungan.

“Dengan adanya akses sekarang lebih mudah melakukan monitoring,” ujarnya dalam keterangan kepada media.

Namun citra satelit menunjukkan fakta yang lebih kompleks. Koridor itu tampak lebar, terbuka, dan memanjang hingga ratusan meter ke arah laut, jauh melampaui karakter jalan setapak yang lazim digunakan untuk aktivitas adat.

Penjelasan lain datang dari pengelola kawasan. Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai sebelumnya mengungkap adanya pemanfaatan lahan sekitar 1,7 hektare melalui skema kerja sama yang berkaitan dengan jalur pipa. Infrastruktur tersebut, menurutnya, direncanakan ditanam di bawah tanah.

Jika merujuk angka itu, maka bukaan vegetasi yang terlihat, sekitar satu hektare, kemungkinan hanya sebagian dari total area yang terdampak dalam dokumen kerja sama.

Situasi ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan rencana pembangunan terminal LNG lepas pantai di kawasan tersebut. Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya memastikan proyek FSRU LNG Sidakarya tetap berjalan sebagai bagian dari upaya kemandirian energi Bali.

“Terminal LNG ini tetap dibangun. Lokasinya digeser ke laut sekitar 3,5 kilometer dari daratan agar lebih aman,” ujarnya dalam sejumlah kesempatan.

Di titik inilah pertanyaan mulai mengemuka, apakah koridor yang membelah mangrove itu murni untuk akses adat dan monitoring, atau bagian awal dari infrastruktur menuju proyek energi berskala besar?

Status kawasan Tahura Ngurah Rai sebagai area konservasi membuat setiap perubahan bentang alam semestinya melalui proses perizinan ketat, melibatkan otoritas kehutanan dan lingkungan hidup. Aktivitas pembukaan vegetasi dalam skala signifikan umumnya tidak bisa dilakukan tanpa kajian dan dokumen resmi.

Sementara itu, DPRD Bali tengah menjalankan Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pulau (Pansus TRAP) untuk mengkaji berbagai persoalan tata ruang. Namun hingga kini, perubahan vegetasi mangrove di Sidakarya belum terlihat menjadi fokus utama pembahasan publik.

Koridor yang kini tampak terang dari udara itu bukan sekadar garis di peta. Ia membuka babak baru pertanyaan tentang arah pengelolaan ruang pesisir Bali, antara kebutuhan adat, kepentingan lingkungan, dan tekanan pembangunan infrastruktur energi.

Jika benar jalur tersebut terhubung dengan proyek FSRU LNG di lepas pantai, maka yang terlihat hari ini bisa jadi baru permulaan. Sebab, seperti banyak kasus lain, perubahan besar sering kali diawali dari bukaan kecil yang luput dari perhatian, hingga akhirnya tak lagi bisa ditutup.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan usai Ucapan “Lu Punya Otak Enggak?” Tuai Kecaman

    Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan usai Ucapan “Lu Punya Otak Enggak?” Tuai Kecaman

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Hotman Paris Minta Maaf, Akui Emosi saat Bentak Wartawan JAKARTA – Advokat kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi pers setelah ucapannya kepada seorang jurnalis dalam konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menuai gelombang kritik. Permintaan maaf tersebut disampaikan Hotman melalui akun […]

  • Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Upaya memperdalam pemahaman spiritual berbasis kearifan lokal kembali digaungkan oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kota Denpasar melalui penyelenggaraan seminar bertajuk Upacara Dewa Yadnya, Pemendakan dan Pedatengan, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Shanti Graha Denpasar, Jalan PB Sudirman ini mengangkat tema “Widya Sastra Parama Guna”, yang menekankan pentingnya mempelajari sastra […]

  • Keputusan Gubernur Guncang Nusa Penida, Dewa Sudarsana usul Gugat Saja, Rusak Kepercayaan Investor

    Keputusan Gubernur Guncang Nusa Penida, Dewa Sudarsana usul Gugat Saja, Rusak Kepercayaan Investor

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Bali menghentikan proyek lift kaca di Nusa Penida yang sudah mencapai sekitar 70 persen memicu perpecahan tajam di masyarakat. I Dewa Putu Sudarsana, pengamat sosial politik, menilai dampak keputusan ini bukan hanya dirasakan langsung oleh warga setempat, tetapi juga mengancam kepercayaan investor terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Sudarsana menyebut budaya […]

  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    YOGYAKARTA — Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan pengalaman budaya yang sarat makna melalui Jampi Pawukon, ritual herbal tradisional Jawa yang ditawarkan kepada para tamu sebagai bagian dari pengalaman menginap. Program ini merupakan hasil kolaborasi eksklusif dengan Desa Wisata Sidorejo, Kulon Progo, sebagai wujud komitmen hotel dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkaya pengalaman tamu. Pengalaman Jampi Pawukon […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • PHMB Bersama Yayasan Hindu Bali Lepas Puluhan Tukik di Pantai Surabrata

    PHMB Bersama Yayasan Hindu Bali Lepas Puluhan Tukik di Pantai Surabrata

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    Tabanan – Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) menggelar kegiatan persembahyangan bersama, bersih-bersih pantai, dan pelepasan puluhan ekor tukik di Pantai Surabrata, Selemadeg Barat, Tabanan, pada Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga lintas komunitas, di antaranya Ketua Yayasan Bima Sakti Ida Bagus Surya Miasa, S.E., Ketua DPD Perkumpulan Garuda Indonesia Maju (GAIM) […]

expand_less