Breaking News
light_mode

Tembok Hijau Afrika! Perlawanan 20 Negara Menahan Ekspansi Gurun Sahara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Afrika — Lebih dari 20 negara di kawasan Sahel bersatu menghadapi ancaman serius berupa meluasnya Gurun Sahara yang terus menggerus wilayah subur di sekitarnya. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu krisis pangan dan sosial bagi jutaan penduduk yang bergantung pada lahan dan air.

Wilayah Sahel, yang membentang dari Afrika Barat hingga Timur, menjadi garis depan dari ancaman tersebut. Dalam beberapa dekade terakhir, perubahan iklim dan degradasi lahan telah menyebabkan tanah semakin kering, tanaman mati, serta sumber air menyusut drastis. Kondisi ini memperburuk ketahanan pangan dan meningkatkan risiko kemiskinan serta migrasi.

Sebagai respons, negara-negara Afrika menggagas proyek ambisius bernama Great Green Wall. Inisiatif ini bertujuan membangun sabuk hijau raksasa sepanjang lebih dari 8.000 kilometer melintasi benua Afrika. Namun, proyek ini tidak sekadar menanam pohon, melainkan juga mencakup upaya restorasi lahan, konservasi air, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Berdasarkan laporan berbagai lembaga internasional seperti UNCCD dan FAO, program ini telah berhasil memulihkan jutaan hektare lahan yang sebelumnya terdegradasi. Selain itu, jutaan warga kini mendapatkan akses terhadap pekerjaan baru di sektor pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Keberhasilan ini menjadi harapan baru di tengah ancaman perubahan iklim global yang kian nyata. Para ahli menilai, jika proyek ini terus berjalan konsisten, maka dampaknya tidak hanya dirasakan di Afrika, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas iklim dunia.

Meski demikian, tantangan masih besar. Pendanaan, konflik regional, serta perubahan iklim ekstrem menjadi hambatan yang harus dihadapi bersama. Namun, kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa solusi berbasis alam dapat menjadi benteng nyata dalam melindungi masa depan bumi.

Proyek Great Green Wall kini bukan hanya simbol penghijauan, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap krisis iklim yang perlahan mengancam kehidupan global.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut PT Dirgantara Indonesia Dianugerahi Lencana Kehormatan oleh Puri Ageng Blahbatuh Karena Berkomitmen Membangun Industri Aviasi di Bali Utara

    Dirut PT Dirgantara Indonesia Dianugerahi Lencana Kehormatan oleh Puri Ageng Blahbatuh Karena Berkomitmen Membangun Industri Aviasi di Bali Utara

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    Gianyar, Bali — Dalam sebuah prosesi sederhana namun penuh hikmat dengan makna budaya dan simbolisme adat, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Marsekal Muda TNI (Purn.) Gita Amperiawan, dianugerahi lencana kehormatan Puri Ageng Blahbatu oleh Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana yang merupakan penglingsir Blahbatuh, Gianyar (15/10/2025). Acara ini disaksikan sejumlah penglingsir yang tergabung dalam Paiketan […]

  • Empati Anak Dibentuk oleh Publikasi Positif di Media Sosial, Sembunyikan Kebaikan bentuk Kekolotan Ego Pribadi

    Empati Anak Dibentuk oleh Publikasi Positif di Media Sosial, Sembunyikan Kebaikan bentuk Kekolotan Ego Pribadi

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 91Komentar

    DENPASAR – Anak-anak tumbuh dengan meniru apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka dengar. Orang tua sering berharap anaknya menjadi pribadi yang baik dan penuh empati, namun ironi muncul ketika nilai itu hanya diucapkan tanpa ditunjukkan. Anak diminta tidak kasar, tetapi melihat orang tuanya membentak pelayan. Ia diingatkan untuk berempati, namun menyaksikan orang dewasa […]

  • Indonesia Longgarkan Sertifikasi Halal Produk AS dalam Kesepakatan Dagang ART

    Indonesia Longgarkan Sertifikasi Halal Produk AS dalam Kesepakatan Dagang ART

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan sejumlah produk asal Amerika Serikat yang masuk ke pasar domestik tidak diwajibkan memiliki sertifikasi atau pelabelan halal, khususnya untuk kategori non-halal. Kebijakan ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam skema tersebut, produk seperti kosmetik, alat kesehatan, serta berbagai barang manufaktur […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Buka 1.000 Layanan di Mall Lewat Program Eazy Passport dan Eazy Stay Permit

    Imigrasi Ngurah Rai Buka 1.000 Layanan di Mall Lewat Program Eazy Passport dan Eazy Stay Permit

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menghadirkan inovasi layanan publik dengan menggelar Eazy Passport dan Eazy Stay Permit di Discovery Mall Bali pada 6–7 Desember 2025. Program layanan akhir pekan ini menyediakan 1.000 kuota layanan, terdiri dari 500 permohonan paspor dan 500 layanan perpanjangan izin tinggal, 7 Desember 2025. Kepala […]

  • Panglima Militer Uganda Tutup Dua Media Independen, Kebebasan Pers Kembali Jadi Sorotan

    Panglima Militer Uganda Tutup Dua Media Independen, Kebebasan Pers Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    KAMPALA – Kebebasan pers di Uganda kembali menjadi sorotan dunia setelah Panglima Militer Uganda, Muhoozi Kainerugaba, memerintahkan penghentian operasional dua media independen terbesar di negara tersebut. Keputusan yang diumumkan pada Minggu (28/6/2026) itu memicu kekhawatiran atas meningkatnya pembatasan terhadap ruang kebebasan berekspresi. Muhoozi Kainerugaba, yang juga merupakan putra Presiden Yoweri Museveni, menyatakan bahwa harian Daily […]

expand_less