Breaking News
light_mode

Dugaan Penyelewengan Bantuan di Kamp Tindouf Mencuat, Persisma Desak Pengungsi Sahrawi Dipulangkan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Infravest dan dugaan masalah pengelolaan bantuan memicu tuntutan audit independen serta pengawasan lebih ketat terhadap bantuan bagi pengungsi Sahrawi.

GENEVA – Dugaan penyelewengan bantuan kemanusiaan dan persoalan pengelolaan dana di Kamp Tindouf, Aljazair, kembali menjadi sorotan. Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) mendesak komunitas internasional memperkuat pengawasan bantuan sekaligus mendorong penyelesaian permanen terhadap persoalan pengungsi Sahrawi di kawasan tersebut.

Sorotan itu muncul setelah sejumlah laporan mengenai pengelolaan bantuan dan aktivitas ekonomi di Kamp Tindouf. Salah satu kasus yang mencuat adalah runtuhnya perusahaan Infravest for Contracting and Investment yang disebut beroperasi di kawasan kamp sejak 2022.

Sejumlah laporan menyebut perusahaan tersebut berada di bawah kepemimpinan Sallamou Abba Ali dan menghimpun dana dari warga, pedagang serta koperasi lokal. Setelah perusahaan mengalami kolaps pada September 2026, muncul tuntutan pengembalian dana dari sejumlah pihak yang mengaku mengalami kerugian.

Nilai kerugian yang diberitakan mencapai sekitar 886 juta dinar Aljazair atau sekitar 6,6 juta dolar AS. Sejumlah laporan juga menuding aktivitas perusahaan tersebut menyerupai skema Ponzi. Namun, angka kerugian, mekanisme penghimpunan dana, serta dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut masih memerlukan verifikasi dan penyelidikan oleh otoritas yang berwenang.

Persoalan lain yang turut dipersoalkan adalah pengelolaan program bantuan kemanusiaan dan medis yang berkaitan dengan perwakilan Front Polisario di Italia. Fatima Mahfoud memang tercatat sebagai perwakilan Front Polisario di Italia dan terlibat dalam sejumlah program solidaritas untuk masyarakat Sahrawi. Namun, tudingan mengenai penyalahgunaan dana yang diarahkan kepadanya masih berupa klaim dan membutuhkan pemeriksaan dokumen serta audit independen.

Di tengah munculnya berbagai tudingan tersebut, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga memastikan adanya mekanisme pengawasan yang transparan.

“Saya sangat sedih dan prihatin mengetahui bahwa kehidupan saudara-saudara kita para pengungsi di Kamp Tindouf akan semakin bahaya, terancam, dan sangat rentan akibat keserakahan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Bantuan kemanusiaan yang menjadi sandaran hidup rakyat justru ditilap dan dijadikan ajang memperkaya diri oleh pimpinan milisi Polisario,” kata Wilson Lalengke dari Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.

Wilson menilai persoalan tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap mekanisme penyaluran dan pengawasan bantuan internasional yang diperuntukkan bagi masyarakat Sahrawi.

“Dunia internasional tidak boleh lagi berdiam diri atau sekadar menyalurkan bantuan yang ujung-ujungnya dirampok. Saya kembali mendesak dunia untuk segera mengakhiri keberadaan Kamp Tindouf! Pulangkan seluruh warga pengungsi Sahrawi ke tanah air mereka yang aman, damai, dan sejahtera di wilayah Sahara Maroko,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan sikap Persisma dalam memandang penyelesaian persoalan pengungsi Sahrawi. Status dan masa depan Sahara Barat sendiri merupakan persoalan politik internasional yang telah berlangsung panjang, sehingga berbagai klaim mengenai wilayah, pemerintahan, maupun penyelesaian konflik perlu ditempatkan sesuai posisi dan sumber masing-masing.

Persisma juga menyerukan agar PBB, Uni Eropa, serta negara-negara donor melakukan pemeriksaan independen terhadap tata kelola bantuan dan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Desakan tersebut mencakup verifikasi data penerima bantuan, audit terhadap mekanisme distribusi, serta penguatan sistem akuntabilitas. Dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat, bantuan kemanusiaan diharapkan tidak rentan terhadap penyalahgunaan dan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat pengungsi.

Kasus Infravest juga menambah sorotan terhadap perlunya transparansi aktivitas ekonomi di Kamp Tindouf. Sejumlah laporan menyebut warga, pedagang dan koperasi yang merasa dirugikan menuntut dana mereka dikembalikan. Kendati demikian, pihak-pihak yang disebut dalam berbagai laporan tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan proses hukum harus didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi.

Bagi Wilson, penyelesaian persoalan pengungsi tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan pola bantuan dalam jangka panjang. Ia mendorong komunitas internasional mencari solusi yang menurut Persisma dapat memberikan kepastian keselamatan, kehidupan layak, serta masa depan bagi masyarakat Sahrawi.

“Kita harus mengembalikan persoalan kemanusiaan kepada kepentingan manusia. Hak, keselamatan, dan martabat warga pengungsi harus menjadi prioritas utama,” tegas Wilson.

Sementara itu, sejumlah laporan mengenai dugaan penyelewengan tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Audit independen dan penyelidikan oleh lembaga yang berwenang diperlukan untuk memastikan kebenaran tuduhan, besaran kerugian, serta ada atau tidaknya keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam dugaan penyalahgunaan dana maupun aktivitas investasi di Kamp Tindouf.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    RIYADH — Pemerintah Arab Saudi kembali mempertegas kebijakan pembatasan penggunaan pengeras suara luar ruangan di masjid selama bulan suci Ramadan. Melalui Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Abdullatif Al Sheikh, otoritas kerajaan menegaskan bahwa speaker eksternal hanya boleh digunakan untuk azan dan iqamah, bukan untuk menyiarkan keseluruhan rangkaian sholat. Penegasan tersebut disampaikan secara resmi […]

  • Menkomdigi! Rekam Wajah di Ruang Publik, Jangan Sampai Hukum Dicari Setelah Kasus Viral

    Menkomdigi! Rekam Wajah di Ruang Publik, Jangan Sampai Hukum Dicari Setelah Kasus Viral

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pernyataan Menkomdigi Meutya Hafid soal perekaman tanpa izin memicu pertanyaan tentang batas antara privasi, pemrosesan data pribadi, dokumentasi publik, dan kepastian hukum. JAKARTA — Pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengenai perekaman seseorang tanpa izin di ruang publik menuai perhatian. Pernyataan itu muncul setelah polemik konten kreator Ebem Martono yang merekam seorang usher […]

  • Bangli menolak Jadi Tempat Buangan, Warga Siap Hadang Truk Sampah Denpasar

    Bangli menolak Jadi Tempat Buangan, Warga Siap Hadang Truk Sampah Denpasar

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Wacana Pemerintah Kota Denpasar yang berencana mengirim sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Bangli mulai awal tahun depan memicu penolakan keras dari masyarakat Bangli. Mantan Ketua DPRD Bangli, Ida Bagus Raka Mudarma, menegaskan rencana tersebut telah menimbulkan gejolak dan kemarahan publik karena muncul secara sepihak tanpa sosialisasi maupun persetujuan warga. Ia […]

  • Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Fokus pada Kinerja dan Modernisasi

    Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Fokus pada Kinerja dan Modernisasi

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp63,7 triliun untuk tahun anggaran 2026. Usulan ini disampaikan oleh Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astama Rena), Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/7/2025). Berdasarkan surat resmi Kapolri tertanggal […]

  • Pengempon Pura Bantah Isu Pembatasan Akses di KEK Kura Kura Bali! Umat Tetap Bebas Sembahyang, Nelayan Tetap Melaut

    Pengempon Pura Bantah Isu Pembatasan Akses di KEK Kura Kura Bali! Umat Tetap Bebas Sembahyang, Nelayan Tetap Melaut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Polemik mengenai dugaan pembatasan akses menuju pura-pura di kawasan KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan, kembali mendapat tanggapan dari para pengempon pura dan prajuru adat. Mereka menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali […]

  • Misteri Uang Bung Karno Terungkap, Mitos Khodam hingga Harta Karun Dipatahkan Fakta

    Misteri Uang Bung Karno Terungkap, Mitos Khodam hingga Harta Karun Dipatahkan Fakta

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Fenomena uang yang disebut-sebut sakti ternyata memiliki penjelasan ilmiah, sementara cerita harta karun dan khodam tidak memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. JAKARTA – Uang bergambar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, kembali menjadi perbincangan publik. Pecahan yang menyerupai uang Rp1.000 maupun Rp10.000 bertahun emisi 1964 kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis, mulai dari […]

expand_less