Peduli Anabul Terlantar, Yayasan Suara Kasih Satwa dan Kitabisa Salurkan 1,6 Ton Pakan di Bali
- account_circle Ray
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bantuan terdiri atas 200 kg ati ayam, 300 kg beras, 470 kg dog food, dan 470 kg cat food untuk mendukung para feeder dan rescuer merawat anjing serta kucing terlantar di Bali.
DENPASAR – Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, organisasi nirlaba yang bergerak dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan kesejahteraan hewan terlantar di Bali, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan hidup anjing dan kucing terlantar.

Melalui kolaborasi dengan Kitabisa, platform digital asal Indonesia yang menyediakan layanan penggalangan dana (crowdfunding), sedekah, dan pembayaran zakat secara daring, yayasan tersebut menyalurkan bantuan pakan kepada para feeder dan rescuer anjing serta kucing terlantar di Bali.

Michelle Angel.
Ketua Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia atau The Voice of PAW Bali Foundation, Michelle Angel, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para penyelamat hewan yang selama ini secara mandiri merawat anjing dan kucing terlantar.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan terdiri atas 200 kilogram ati ayam, 300 kilogram beras, 470 kilogram dog food atau pakan anjing, serta 470 kilogram cat food atau pakan kucing.

“Kami bergerak di bidang rescue anjing serta menjalankan berbagai program seperti pembagian pakan dan sterilisasi bagi anjing dan kucing jalanan setiap bulannya,” ujar Angel, 2 Oktober 2026.
Menurut Angel, dalam menjalankan program sterilisasi, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah dokter hewan atau veterinarian (vet) di berbagai wilayah Bali.

Sterilisasi dilakukan terhadap anjing dan kucing liar sebagai salah satu upaya membantu mengendalikan populasi hewan terlantar atau stray dogs and cats di Bali.

“Ke depan kami akan menggandeng PDHI Bali juga untuk menambah program kami, di antaranya sterilisasi, vaksinasi rabies, pengobatan, serta edukasi bagi masyarakat, khususnya terkait perawatan dan kesehatan anjing serta pemiliknya,” jelas Angel.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari para feeder dan pengelola shelter yang selama ini secara mandiri merawat hewan terlantar.

Fientje F. Ksligis.
Fientje F. Ksligis, salah seorang feeder anjing dan kucing, mengaku sangat terbantu dengan bantuan pakan yang diberikan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia.
“Kami membutuhkan makanan-makanan basah untuk anjing dan kucing yang kurang beruntung di Bali, yang dibuang begitu saja oleh majikannya,” ujarnya.
“Terima kasih untuk Kitabisa dan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia. Ini sangat bermanfaat bagi anabul-anabul kami,” imbuhnya.

Bella Bonita.
Hal senada disampaikan Bella Bonita, pemilik shelter independen yang selama ini merawat ratusan hewan terlantar.
“Hari ini saya dapat berkah. Melalui Kitabisa, terima kasih saya ucapkan juga kepada Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia,” kata Bella.
Bella mengungkapkan, saat ini dirinya merawat sekitar 300 ekor anabul, terutama anjing, serta sekitar 40 ekor kucing.

“Semoga Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia dan Kitabisa makin jaya dan sukses selalu,” pungkasnya.
Editor: Ray

Saat ini belum ada komentar