Purnomo Ungkap Penghasilan YouTube, Netizen Pertanyakan Alasan Masih Diusut
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purnomo menyatakan siap membuka rekening dan data penghasilan media sosial. Pendapatan dari kanal YouTube disebut selama ini turut menopang berbagai kegiatan sosial, termasuk perawatan ratusan ODGJ.
LAMONGAN – Penghasilan dari kanal YouTube Purnomo Belajar Baik menjadi perhatian setelah Ipda Purnomo menyatakan kesiapannya membuka data pendapatan media sosial dan rekening apabila diperlukan.
Purnomo selama ini dikenal aktif membuat konten mengenai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu serta merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), anak terlantar, dan masyarakat yang membutuhkan.
Kanal YouTube Purnomo Belajar Baik tercatat memiliki sekitar 2,7 juta pelanggan. Data pihak ketiga dari HypeAuditor memperkirakan pendapatan kanal tersebut pada Agustus 2026 berada di kisaran US$750 hingga US$1.028. Angka tersebut merupakan estimasi pihak ketiga dan bukan laporan keuangan resmi yang disampaikan Purnomo.
Di tengah perhatian terhadap penghasilan tersebut, Purnomo menyatakan bahwa aktivitas media sosialnya sejak awal tidak ditujukan untuk memperkaya diri. Menurutnya, pendapatan dari media sosial justru menjadi salah satu sumber tambahan untuk mendukung kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.
Purnomo juga menyampaikan keterbukaan apabila ada pihak yang ingin melakukan pemeriksaan terhadap pemasukan dan pengeluaran dari aktivitas media sosialnya.
“Biar tidak terjadi fitnah silakan cek penghasilan saya. Jika perlu saya akan serahkan akun channel ini,” ujar Purnomo, sebagaimana dikutip sejumlah media dari pernyataannya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemasukan dari media sosial tidak selalu mampu menutup seluruh kebutuhan kegiatan sosial yang dijalankan.
“Memang lebih banyak pengeluaran dari pada penghasilan dari media sosial namun itulah caranya TUHAN membantu hambanya untuk terus bisa BERMANFAAT buat orang lain,” ungkap Purnomo.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan di media sosial. Salah satu respons warganet mempertanyakan mengapa penghasilan dari kanal tersebut masih menjadi persoalan untuk diperiksa, terutama ketika Purnomo menyatakan kesediaannya membuka data pemasukan dan rekening.
Sorotan terhadap kanal Purnomo Belajar Baik juga tidak terlepas dari aktivitas sosial yang dilakukannya. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyebut Purnomo telah merawat hampir 500 ODGJ selama hampir satu dekade melalui kegiatan sosialnya.
Dalam perkembangan terbaru, Purnomo bahkan menyatakan akan menonaktifkan monetisasi kanal YouTube Purnomo Belajar Baik mulai Oktober 2026. Kanal tersebut tetap dapat digunakan untuk membuat konten, tetapi pendapatan dari monetisasi YouTube akan dihentikan.
Keputusan tersebut disebut Purnomo tidak berarti aktivitas sosialnya berhenti. Ia menegaskan kegiatan membantu masyarakat tetap akan berjalan meski sumber pendapatan dari monetisasi YouTube dihentikan.
“Kalau seandainya masih ada untung tak suruh ngambil. Tapi kalau dari hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya, mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya,” kata Purnomo.
Bagi Purnomo, persoalan utama bukan sekadar berapa besar pemasukan yang diperoleh dari media sosial, melainkan bagaimana aktivitas tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar