Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan
- account_circle Admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, jika ditemukan praktik korupsi dalam pelaksanaannya, yang harus ditindak adalah pelakunya, bukan menghentikan program yang telah membantu jutaan penerima manfaat.

Pernyataan tersebut disampaikan Tutik usai mengikuti kegiatan Gerakan Langit Biru: Indonesia Asri yang diselenggarakan DPD Partai Demokrat Bali di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Denpasar dan Desa Adat Denpasar, Jumat (10/7/2026).
Sebagai anggota DPR RI yang rutin menyerap aspirasi masyarakat di berbagai desa di Bali, Tutik mengaku melihat langsung besarnya manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Terus terang saja, kalau saya turun langsung ke desa-desa, program MBG ini masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Tutik menjelaskan, keberadaan dapur MBG telah menciptakan mata rantai ekonomi baru karena kebutuhan bahan pangan dipasok dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
“Di mana ada dapur MBG, di sana hasil produksi masyarakat ikut terserap. Petani, peternak, nelayan hingga UMKM memperoleh manfaat karena kebutuhan bahan baku terus berjalan. Artinya, ekonomi desa juga ikut bergerak,” katanya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, dampak Program Makan Bergizi Gratis tidak berhenti pada aspek ekonomi. Program tersebut juga memiliki nilai sosial yang penting karena membangun kebersamaan di lingkungan sekolah.
Ia menilai kegiatan makan bersama mampu menghapus sekat sosial di antara para siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

“Anak-anak makan bersama tanpa ada perbedaan antara yang berasal dari keluarga mampu maupun yang kurang mampu. Kebersamaan seperti itu sangat penting ditanamkan sejak dini,” ungkapnya.
Selain itu, Tutik mengatakan Program Makan Bergizi Gratis menjadi sarana pendidikan mengenai pola makan sehat. Fokus utama program, kata dia, bukan sekadar memberikan makanan, tetapi memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Yang dibutuhkan anak-anak bukan makan sebanyak-banyaknya, tetapi makan dengan gizi yang seimbang. Itu yang akan mendukung pertumbuhan dan kualitas sumber daya manusia ke depan,” jelasnya.
Manfaat lain yang dirasakan masyarakat, lanjut Tutik, adalah berkurangnya beban para orang tua, khususnya di pedesaan. Banyak orang tua yang harus berangkat bekerja sejak pagi sehingga tidak selalu memiliki kesempatan menyiapkan sarapan bagi anak-anaknya.
“Banyak orang tua murid menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa terbantu. Beban keluarga menjadi lebih ringan karena anak-anak tetap memperoleh makanan bergizi di sekolah,” tuturnya.
Meski memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, Tutik menilai pemerintah tetap harus melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, apabila ditemukan penyimpangan atau tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan MBG, aparat penegak hukum harus bertindak tanpa kompromi.
“Hanya tata kelolanya yang memang harus diperbaiki. Kalau ada yang korupsi, silakan aparat penegak hukum menjalankan tugasnya. Yang salah adalah oknumnya, bukan programnya,” tegas Tutik.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan sebuah program pemerintah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan kebijakan yang terbukti memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Berdasarkan pengalamannya turun langsung ke lapangan, Tutik mengaku melihat antusiasme masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah terus menyempurnakan tata kelola program tanpa menghilangkan tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Bagi kami yang sering turun ke bawah, apa pun partainya, pasti tahu manfaat program ini. Bahkan di negara-negara maju pun program makan bergizi seperti ini masih dijalankan karena terbukti menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar