Breaking News
light_mode

UMK Denpasar Jomplang dengan Kebutuhan Hidup Layak, Gung De: Tekanan Ekonomi Jadi Bom Waktu Sosial

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Tingginya angka bunuh diri di Bali, khususnya di Kota Denpasar, dinilai bukan sekadar persoalan kesehatan mental, melainkan dampak langsung dari tekanan ekonomi yang kian menyesakkan. Jurang lebar antara Upah Minimum Kota (UMK) dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) disebut sebagai pemicu utama stres rumah tangga yang berujung pada krisis sosial serius.

Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST alias Gung De seorang pengamat sosial dan juga Selretaris Organisasi ARUN Bali menegaskan, kondisi ekonomi masyarakat Denpasar saat ini berada dalam situasi tidak sehat dan berbahaya. Ia menyoroti UMK Kota Denpasar tahun 2026 yang ditetapkan sekitar Rp 3,5 juta per bulan, jauh tertinggal dari standar KHL versi Kementerian Ketenagakerjaan yang mencapai Rp 5,2 juta per bulan. Selisih hampir Rp 2 juta tersebut dinilainya sebagai ketimpangan ekstrem yang mustahil ditutup oleh pekerja dengan penghasilan tetap.

“Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah minus penghasilan yang harus ditanggung manusia hidup setiap bulan. Bagaimana mungkin orang bisa hidup layak kalau sejak awal sudah defisit?” tegas Gung De.

Ia menjelaskan, beban hidup masyarakat Bali tidak hanya sebatas kebutuhan dasar. Biaya pendidikan yang mahal, termasuk kewajiban sosial-budaya seperti pembelian baju endek, serta biaya tambahan kursus tari dan tabuh bagi anak-anak, menjadi tekanan berlapis bagi rumah tangga.

Di sisi lain, minimnya transportasi umum memaksa masyarakat bergantung pada kendaraan pribadi, yang berarti cicilan motor dan biaya operasional rutin tak terhindarkan.
“Negara seolah menutup mata. Masyarakat dipaksa bertahan hidup dalam sistem yang tidak adil. Ini menciptakan stres kronis di tingkat keluarga, dan pada titik tertentu, orang bisa kehilangan harapan,” ujarnya.

Gung De membandingkan kondisi Denpasar dengan DKI Jakarta. Di ibu kota, UMP berada di kisaran Rp 5,7 juta, sementara KHL sekitar Rp 5,8 juta. Selisihnya hanya sekitar Rp 100 ribu, jauh lebih rasional dibandingkan Denpasar yang mengalami gap hampir Rp 2 juta. Menurutnya, perbandingan ini menunjukkan ketimpangan kebijakan pengupahan yang serius di Bali.

“Denpasar adalah kota pariwisata internasional dengan biaya hidup tinggi, tapi upahnya diperlakukan seperti kota dengan ongkos hidup rendah. Ini ironi sekaligus kegagalan kebijakan,” katanya.

Ia memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, Bali sedang duduk di atas bom waktu sosial. Angka bunuh diri yang meningkat hanyalah gejala dari masalah struktural yang lebih besar, yakni ketidakmampuan sistem upah menopang kehidupan layak warganya.

“Kalau pemerintah daerah dan pusat terus abai, jangan kaget kalau tekanan ekonomi ini terus memakan korban. Ini bukan isu individual, ini tragedi sosial,” pungkas Gung De.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSN Korda Bali Lakukan Upacara Banyu Pinaruh di 3 titik, Lakukan 7 jenis Penglukatan

    PSN Korda Bali Lakukan Upacara Banyu Pinaruh di 3 titik, Lakukan 7 jenis Penglukatan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 5Komentar

    DENPASAR – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali bersama Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Denpasar dan Yayasan Dharma Pinandita (YDP) Cabang Bali menyelenggarakan Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya (persembahan suci) umat Hindu Bali yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati untuk membersihkan diri secara jasmani dan […]

  • Paradoks Transisi Energi! Proyek LNG Bali Dinilai Abaikan Nelayan dan Ancam Ruang Hidup Pesisir

    Paradoks Transisi Energi! Proyek LNG Bali Dinilai Abaikan Nelayan dan Ancam Ruang Hidup Pesisir

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 16Komentar

    DENPASAR – Di tengah euforia diskusi transisi energi Asia Tenggara menuju 2050 yang mengemuka dalam forum MIT ASEAN: Powering Southeast Asia Through 2050 di Bangkok, Agung Wirapramana yang dihubungi via whatsapp justru melihat potensi krisis transisi energi justru kehilangan prinsip keadilannya di Bali. Aksi turun ke laut nelayan Serangan pada 15 Januari 2026 menjadi alarm […]

  • Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Isu soal pengenaan pajak bagi pengguna media sosial kembali memicu kebingungan publik. Apalagi setelah mencuatnya kebijakan kontroversial dari Uganda, negara di Afrika Timur, yang sempat menerapkan pajak atas penggunaan media sosial. Namun, narasi ini perlu diluruskan dikutip dari artikel yang tayang di www.pajak.go.id https://www.pajak.go.id/id/artikel/pengguna-media-sosial-dikenakan-pajak-sini-teliti-kembali Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), I Gede Suryantara, dalam […]

  • Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Stabilisasi Gaza, Menlu Jelaskan Skema Pendanaan

    Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Stabilisasi Gaza, Menlu Jelaskan Skema Pendanaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan mengirimkan hingga 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung dalam misi stabilisasi internasional di Gaza. Keputusan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian dan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut. Rencana pengiriman pasukan itu memunculkan pertanyaan publik, terutama terkait sumber pendanaan di […]

  • SPI Tinggi, Tapi Ketertiban Rendah Cermin Retak di Wajah Pemerintahan Bali

    SPI Tinggi, Tapi Ketertiban Rendah Cermin Retak di Wajah Pemerintahan Bali

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR — A.A. Gede Agung Aryawan, S.T., atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap wajah pemerintahan Provinsi Bali yang dinilainya penuh ketimpangan antara citra dan kenyataan. Di tengah pujian atas skor tinggi Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 yang menempatkan Bali sebagai provinsi dengan nilai tertinggi kedua secara nasional, Gung De menyebut kondisi […]

  • BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali kembali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 dengan mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Saing”. Forum strategis tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat optimisme pemulihan ekonomi sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor di Bali. Dalam agenda tersebut, BI […]

expand_less