Putri Kerajaan Arab Saudi Tampil Anggun dengan Busana Adat Bali saat Liburan di Pulau Dewata
- account_circle Admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BALI – Kunjungan rombongan Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia beberapa waktu lalu tak hanya menyita perhatian karena skala delegasi yang besar, tetapi juga karena sejumlah momen budaya yang mengemuka selama berada di Pulau Dewata.

Facebook Wayan Adi Sumiran
Rombongan yang dipimpin oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, tiba di Indonesia dan sempat melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta dan Bogor. Setelah agenda kenegaraan, rombongan yang disebut berjumlah sekitar 1.500 orang, termasuk 25 pangeran dan putri, melanjutkan perjalanan untuk berlibur di Bali.
Pulau Dewata dipilih sebagai destinasi wisata, bahkan masa tinggal rombongan disebut diperpanjang dengan pertimbangan cuaca yang dinilai nyaman dan stabil. Di tengah kunjungan tersebut, perhatian publik tertuju pada salah satu anggota kerajaan, Ameera Al Taweel, yang terlihat mengenakan busana adat Bali.
Momen itu mencuat setelah pemilik ADI SPA, Wayan Adi Sumiran, mengunggah foto kunjungan sang putri di akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan kerajaan yang menikmati layanan spa sekaligus mencoba busana tradisional Bali. Foto yang beredar memperlihatkan sang putri tampil anggun dalam balutan pakaian adat khas Bali dan berpose bersama tuan rumah.

Wayan Adi Sumiran saat bersama Putri Ameera Al Taweel.
Kehadiran rombongan kerajaan Arab Saudi di Bali juga memunculkan perbincangan terkait keberadaan patung-patung semi-terbuka di sejumlah lokasi wisata. Pemerintah Provinsi Bali menegaskan tidak ada kebijakan untuk menutup atau menyembunyikan patung-patung tersebut selama kunjungan berlangsung.
Juru Bicara Gubernur Bali, Dewa Mahendra, menyatakan patung-patung itu merupakan bagian dari ekspresi budaya dan seni masyarakat Bali. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak menerima permintaan khusus dari pihak kerajaan untuk menutup karya seni tersebut. Menurutnya, fokus utama pemerintah daerah adalah menjamin keamanan dan kenyamanan tamu negara selama berada di Bali.
Sikap tersebut berbeda dengan langkah yang sempat dilakukan di Istana Bogor, di mana sejumlah patung semi-terbuka ditutup saat kunjungan kenegaraan. Namun, pemerintah Bali menilai konteks budaya lokal perlu dihormati sebagai bagian dari identitas daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Putri Raja saat bersama dengan karyawan ADI SPA.
Kunjungan ini tak hanya mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi, tetapi juga menghadirkan potret interaksi budaya yang menarik, ketika tradisi Bali dikenakan oleh anggota keluarga kerajaan Timur Tengah dalam suasana santai liburan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar