Breaking News
light_mode

Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Ujian kenaikan tingkat Sanggar Tari Semara Duta yang digelar di Pura Desa lan Puseh Padang Luwih, Minggu (15/2/2026), tak sekadar menjadi ajang evaluasi bagi 162 anak penari dari Denpasar dan Badung. Di balik gerak gemulai dan sorot mata penuh percaya diri para peserta, tersimpan potret sosial tentang siapa sesungguhnya yang menopang pelestarian budaya Bali.

Anak – anak berdandan sebelum pentas.

Sejak pagi, halaman pura telah dipenuhi orang tua yang mengantar anak-anak mereka. Deretan sepeda motor terparkir rapi, helm menggantung di spion, tas kostum dijinjing sederhana. Tidak terlihat iring-iringan mobil mewah. Namun dari kesederhanaan itulah tampak komitmen kuat menjaga tradisi tetap hidup.

Sekretaris LSM Arun Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, S.T., yang akrab disapa Gung De, menilai kondisi tersebut sebagai cerminan nyata struktur sosial pelestari seni tari di tingkat akar rumput. Ia menyebut sebagian besar keluarga peserta berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Rata-rata masyarakat menengah ke bawah yang justru paling antusias melestarikan budaya Bali. Kalau bisa, dukungan pendanaan itu lebih banyak diberikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, pembinaan sanggar tidak boleh terus bertumpu pada iuran peserta. Biaya kostum tari Bali, perlengkapan, hingga riasan setiap kali tampil bukan angka kecil bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Meski demikian, para orang tua tetap konsisten membayar iuran dan mengantar anak latihan.


Aryawan membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah kegiatan lain yang kerap dihadiri kalangan ekonomi atas. “Kalau acara-acara tertentu, mobil kelas atas berjajar. Di sini, parkiran didominasi motor. Itu sudah jadi indikator sosial yang jelas,” katanya.

Ujian kenaikan tingkat yang telah digelar sekitar 12 kali itu menunjukkan konsistensi pembinaan di Sanggar Semara Duta. Tahun ini, 62 peserta berasal dari Denpasar dan 100 dari Badung. Jumlah tersebut menjadi bukti minat generasi muda terhadap tari Bali masih terjaga.

Namun, keberlanjutan pembinaan dinilai memerlukan dukungan struktural. Tanpa subsidi atau bantuan rutin, sanggar berpotensi terdampak ketika kondisi ekonomi keluarga peserta terguncang. Kegiatan seni kerap menjadi pos pengeluaran pertama yang dikorbankan.

Aryawan mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan konkret, mulai dari subsidi guru tari, bantuan kostum, hingga alokasi dana pembinaan berkala. “Minimal ada pembiayaan untuk guru tari atau bantuan semesteran. Supaya beban masyarakat tidak terlalu berat,” ujarnya.

Di sisi lain, berbagai kegiatan modern dengan konsep megah dan dukungan sponsor besar dapat digelar dengan fasilitas lengkap. Tidak ada yang keliru dengan perkembangan tersebut. Namun ketika seni tradisi yang menjadi identitas Bali justru lebih banyak bertumpu pada keluarga sederhana, pertanyaan tentang keberpihakan kebijakan menjadi relevan.

Di halaman pura itu, anak-anak menari tanpa memikirkan beban biaya yang ditanggung orang tua mereka. Senyum dan tepuk tangan tetap mengiringi setiap penampilan. Di balik layar, ada perhitungan rumah tangga yang cermat agar iuran sanggar tetap terbayar dan kostum bisa dikenakan dengan layak.

Ujian kenaikan tingkat Semara Duta akhirnya bukan hanya panggung evaluasi kemampuan teknis. Ia juga menjadi cermin tentang ketimpangan dukungan terhadap budaya tradisi. Jika Bali ingin tetap kukuh sebagai pulau budaya, maka pembinaan di tingkat sanggar menjadi fondasi yang tak bisa diabaikan.

Di antara deretan sepeda motor yang terparkir dan kostum yang disiapkan dengan penuh perjuangan, tersimpan pesan sederhana: budaya Bali tetap hidup karena keteguhan masyarakatnya. Kini, publik menunggu apakah dukungan kebijakan akan hadir sebanding dengan semangat itu.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal Ramadan 1447 H Masih Menunggu Sidang Isbat, Berpotensi Jatuh 18 atau 19 Februari 2026

    Awal Ramadan 1447 H Masih Menunggu Sidang Isbat, Berpotensi Jatuh 18 atau 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah hingga kini belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian dimulainya bulan suci tersebut masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagaimana tradisi penetapan awal bulan hijriah setiap tahunnya. Berdasarkan perhitungan kalender hijriah serta data astronomi, awal Ramadan 1447 H diperkirakan akan jatuh pada Rabu, 18 […]

  • Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Masih dalam pembahasan jejak gelap di balik tragedi naas yang menghantam Pariwisata di Bali pada waktu yang lalu. Paket widata misterius, travel ilegal dan 5 turis asal Tiongkok harus meregang nyawa tanpa selembar asuransi dari pihak agen travel. Kecelakaan maut yang merenggut lima turis Tiongkok di jalur ekstrem Singaraja–Denpasar, Jumat (14/11), bukan sekadar […]

  • Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara anggota dan sekutu BRICS, termasuk Indonesia, dengan mengancam pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk ekspor ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai berpotensi langsung memengaruhi kinerja ekspor Indonesia ke salah satu pasar terbesarnya. Trump menegaskan bahwa BRICS dibentuk untuk melemahkan dominasi dolar […]

  • Ichsanuddin Noorsy: Gubernur Bali dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lecehkan Presiden dan Rusak Iklim Serta Kepastian Investasi

    Ichsanuddin Noorsy: Gubernur Bali dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lecehkan Presiden dan Rusak Iklim Serta Kepastian Investasi

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi hirarki kebijakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) adalah panduan utama yang harus dipatuhi oleh seluruh jajaran pemerintahan – baik di tingkat pusat maupun daerah. Baca berita lainnya, Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo Subianto Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung […]

  • Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 3Komentar

    ROTE NDAO — Publik Rote Ndao digegerkan dengan langkah kontroversial Bupati Paulus Henuk yang memberikan penghargaan kepada Regina Kedoh, Kepala Dinas P3AP2KB yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Alih-alih diproses hukum secara tegas, Regina justru menerima penghargaan dari orang nomor satu di daerah tersebut. Kasus ini bermula dari dugaan korupsi di Dinas P3AP2KB saat […]

  • Surat Dinas Pariwisata Gianyar Buka Fakta, Izin Resort Mewah yang Dikelola PMA Hanya Pondok Wisata

    Surat Dinas Pariwisata Gianyar Buka Fakta, Izin Resort Mewah yang Dikelola PMA Hanya Pondok Wisata

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    GIANYAR – Menelusuri arsip surat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar Dinas Pariwisata pada tanggal 9 Maret 2015 dengan Nomor: 556/1722/Diparda/2015 yang ditujukan kepada GM Direktur salah satu hotel mewah di Desa Buahan, mengenai Informasi Zonasi. Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar melalui sekretaris Ngakan Ketut Jati Ambarsika,SE, MM., menyebutkan bahwa hotel tersebut dengan rekomendasi operasional […]

expand_less