Breaking News
light_mode

Festival Penjor Serangan 2026 Perkuat Pelestarian Budaya, BTID dan Desa Adat Bersinergi Dukung Generasi Muda

  • account_circle Admin
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Festival Penjor 2026 kembali digelar di Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan, sebagai upaya melestarikan tradisi Bali sekaligus mempererat sinergi antara masyarakat adat dan PT Bali Turtle Island Development (BTID). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas tanpa meninggalkan pakem budaya yang diwariskan leluhur.

Semangat para yowana tampak begitu tinggi dalam proses pembuatan penjor yang berlangsung selama satu hingga dua bulan. Tak sedikit peserta yang bekerja hingga larut malam demi menghasilkan karya terbaik. Dalam tradisi Hindu Bali, penjor bukan sekadar hiasan Hari Raya Galungan dan Kuningan, melainkan simbol gunung suci yang melambangkan kemakmuran, kesucian, serta ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bendesa Adat Serangan, Nyoman Gede Pariartha, mengatakan Festival Penjor merupakan bagian dari rangkaian Pujawali Pura Dalem Sakenan yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan pada 17 Juni 2026 dan Hari Raya Kuningan pada 27 Juni 2026.

Menurutnya, tujuan utama festival bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi menjaga kelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami filosofi penjor melalui proses pembuatannya.

“Melalui festival ini, anak-anak muda belajar menjaga tradisi sekaligus memahami nilai spiritual yang terkandung dalam penjor,” ujarnya di sela kegiatan, Kamis (25/6/2026).

Festival tahun ini diikuti lima banjar, yakni Banjar Ponjok, Banjar Kaja, Banjar Kawan, Banjar Peken, dan Banjar Dukuh. Sementara Banjar Tengah belum dapat berpartisipasi sehingga jumlah peserta berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang melibatkan enam banjar.

Pariartha juga mengapresiasi dukungan BTID yang sejak awal menjadi penggagas sekaligus mitra penyelenggara festival. Menurutnya, biaya pembuatan satu penjor dapat mencapai lebih dari Rp5 juta sehingga bantuan perusahaan sangat membantu masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya di Desa Adat Serangan melalui berbagai program kolaboratif.

Ia menjelaskan, Festival Penjor 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga sejak diinisiasi BTID. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang sepenuhnya didukung perusahaan, tahun ini kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor.

“BTID mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 juta untuk mendukung penyelenggaraan festival sekaligus memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba,” kata Zefri.

Selain Festival Penjor, BTID juga secara rutin mendukung berbagai kegiatan masyarakat Desa Adat Serangan, mulai dari pembinaan kepemudaan hingga penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai perlombaan.

Dalam proses penjurian, aspek yang dinilai tidak hanya keindahan visual penjor. Dewan juri, I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa kelengkapan sebelas unsur wajib sebagaimana tercantum dalam Lontar Dharmaning Uparena menjadi syarat utama penilaian.

Setelah seluruh unsur tersebut terpenuhi, penilaian dilanjutkan pada aspek estetika, harmonisasi bentuk dan warna, serta kekuatan konstruksi penjor. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati akan memengaruhi perolehan nilai peserta.

Melalui Festival Penjor 2026, Desa Adat Serangan berharap tradisi yang menjadi salah satu identitas budaya Bali ini tetap lestari, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab generasi muda untuk menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bali Relaxing Resort & Spa, Destinasi Romantis di Tepi Pantai Tanjung Benoa

    Bali Relaxing Resort & Spa, Destinasi Romantis di Tepi Pantai Tanjung Benoa

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 11Komentar

    Celebrate Love, Relaxation, and Ocean Serenity TANJUNG BENOA – Bayangkan sebuah liburan di mana deburan ombak menjadi alunan musik alami, angin laut berhembus lembut, dan matahari terbenam melukis langit dengan semburat keemasan. Gambaran inilah yang nyata terasa saat berkunjung ke Bali Relaxing Resort (BRR) & Spa, sebuah oase ketenangan di kawasan elit Nusa Dua yang […]

  • Asal-Usul Minyak Bumi Masih Jadi Perdebatan, Ilmuwan Ungkap Fakta Geologi yang Jarang Dipahami

    Asal-Usul Minyak Bumi Masih Jadi Perdebatan, Ilmuwan Ungkap Fakta Geologi yang Jarang Dipahami

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Minyak bumi selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi paling vital bagi kehidupan modern. Namun di balik perannya yang besar bagi industri, transportasi, hingga pembangkit listrik, proses terbentuknya ternyata masih menyimpan perdebatan ilmiah yang menarik perhatian para ahli geologi dunia. Dalam pandangan ilmiah yang paling banyak diterima saat ini, minyak bumi diyakini […]

  • LBH Ansor Bali Nilai Unsur Melawan Hukum Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    LBH Ansor Bali Nilai Unsur Melawan Hukum Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali memberikan pandangan hukum kritis terhadap penetapan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. LBH Ansor Bali menilai terdapat kelemahan mendasar dalam konstruksi hukum perkara tersebut, khususnya pada pemenuhan unsur […]

  • Antida Sound Garden Resmi Dibuka, Ruang Seni Alternatif Hidup Lagi di Denpasar

    Antida Sound Garden Resmi Dibuka, Ruang Seni Alternatif Hidup Lagi di Denpasar

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Setelah lebih dari satu dekade vakum, ruang seni legendaris Serambi Art Antida di Denpasar kembali hadir dalam wajah baru: Antida Sound Garden. Peresmian ruang seni ini berlangsung meriah pada Sabtu malam (19/7) melalui acara bertajuk “The Rebirth of Antida Sound Garden”, yang disambut hangat oleh puluhan pelaku seni dan penonton dari berbagai komunitas. […]

  • Atalia Praratya Dikabarkan Gugat Cerai Ridwan Kamil, Publik Terkejut

    Atalia Praratya Dikabarkan Gugat Cerai Ridwan Kamil, Publik Terkejut

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kabar mengejutkan datang dari dunia politik dan tokoh publik nasional. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, dikabarkan mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Ridwan Kamil. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian luas masyarakat. Atalia Praratya yang akrab disapa Bu Cinta dikenal sebagai figur perempuan yang aktif di bidang sosial dan […]

  • Lima Pasien Meningitis Dirawat di RSUD Buleleng, Dokter Ingatkan Waspada Konsumsi Daging Babi Mentah

    Lima Pasien Meningitis Dirawat di RSUD Buleleng, Dokter Ingatkan Waspada Konsumsi Daging Babi Mentah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BULELENG – Kasus meningitis kembali menjadi perhatian di Kabupaten Buleleng. Saat ini, sedikitnya lima pasien meningitis tengah menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan jumlah tersebut masih dalam kategori wajar dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa kasus yang […]

expand_less