Breaking News
light_mode

“Bebeke Putih Jambul” Jadi Tamparan Keras untuk Pemimpin Bali, Dewa Sudarsana Sebut Gaya Kepemimpinan Rahwana

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pengamat politik budaya Bali, I Dewa Putu Sudarsana, melontarkan kritik tajam terhadap pola kepemimpinan Bali yang dalam hal ini bisa saja ditujukan kepada manuver sejumlah pihak dalam polemik kerja Pansus TRAP DPRD Bali yang belakangan menuai sorotan publik.

Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan dengan cara-cara demonstratif, termasuk aksi penyegelan dan tekanan di ruang publik, justru berpotensi keluar dari koridor kewenangan dan mengarah pada abuse of power apabila tidak dilakukan sesuai prosedur hukum yang benar.

Dewa Sudarsana menegaskan, mencari kebenaran tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar aturan. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk “mabener-beneran”, yakni sikap merasa paling benar meski menggunakan cara yang keliru.

“Menegakkan kebenaran dengan cara yang tidak benar itu sama saja menghalalkan segala cara. Secara etika maupun hukum, itu menyalahi prosedur formil. Kebenaran substansial tidak bisa ditegakkan dengan tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya, Selasa, 5 Mei 2026, melalui pesan aplikasi.

Ia bahkan menyindir keras pola kepemimpinan yang menurutnya mulai menjauh dari nilai-nilai luhur kepemimpinan Bali dan ajaran Hindu.

Dalam pandangannya, sebagian pemimpin saat ini lebih sibuk membangun kegaduhan di media sosial dibanding memberi keteladanan moral kepada masyarakat.

Kwar-kwer (berisik / gaduh) di media sosial, teriak-teriak mencari sensasi sesaat. Setelah gaduhnya hilang, apa yang tersisa? Yang kemarin ditenpat lain teriak itu sudah jadi apa? Menghilang? Atau sudah dibuka garis segelnya? ”

“Pemimpin seharusnya membawa kemakmuran dan keteduhan, bukan kemarahan dan kegaduhan,” ujarnya.

Sudarsana kemudian mengaitkan kondisi itu dengan tokoh Rahwana dalam epos Ramayana. Menurutnya, karakter pemimpin pemarah, penuh ego, dan merasa paling benar merupakan cerminan kepemimpinan yang jauh dari ajaran Asta Brata, delapan sifat utama kepemimpinan dalam filsafat Hindu.

Ia menyebut pemimpin yang melupakan dharma hanya akan melahirkan ketakutan dan konflik di tengah masyarakat.

Tan hana dharma mangrwa. Tidak ada kebenaran yang mendua atau tiada dharma yang mendua,” katanya.

Dalam kritiknya, Sudarsana juga mengangkat kembali tembang dolanan Bali “Bebeke Putih Jambul” yang menurutnya sarat pesan spiritual dan filosofi kepemimpinan. Lagu yang kerap dinyanyikan orang tua Bali kepada anak-anak itu disebut bukan sekadar permainan masa kecil, melainkan warisan nilai moral bagi calon pemimpin.

“Bebeke Putih Jambul,

Makeber Ngajekanginang,

Teked Kaje Kangin,

Ditu ye Tuun Mekejang,

Briak-Briuk Mesilemang,

Nyemak tiuk metalenan.”

Menurut Sudarsana, “Bebeke Putih Jambul” melambangkan kesucian niat dan kebijaksanaan seorang pemimpin. Sementara arah “kaje kangin” atau timur laut dimaknai sebagai simbol pencarian cahaya pengetahuan dan spiritualitas.

“Kalau ilmu dan kebenaran sudah ditemukan, maka pemimpin harus turun ke masyarakat membawa kesejahteraan dan keteduhan. Bukan justru membawa amarah, tekanan, dan kegaduhan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kisah “Pedanda Baka”, dongeng klasik tentang bangau yang berpura-pura suci demi memangsa ikan-ikan di kolam. Menurutnya, cerita itu relevan dengan situasi saat ini ketika ada pihak-pihak yang tampil seolah membela rakyat, namun sesungguhnya memiliki kepentingan lain.

“Pemimpin jangan menjadi Pedanda Baka, pura-pura menyelamatkan rakyat padahal ingin memangsa. Pada akhirnya kebohongan akan runtuh sendiri. Dharma tetap akan menang,” sindirnya.

Sudarsana menilai para pemimpin Bali saat ini mulai kehilangan makna filosofi budaya yang diwariskan leluhur. Ia mengingatkan bahwa tembang dolanan, kidung, hingga cerita rakyat Bali sejatinya adalah pendidikan moral yang harus dipahami oleh setiap pemegang kekuasaan.

“Leluhur Bali sudah menanamkan ajaran kepemimpinan sejak anak-anak lewat lagu dolanan. Tapi hari ini pemimpin justru lupa makna kesucian, lupa keteladanan, dan lupa bahwa kekuasaan itu untuk mengayomi,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Sudarsana mengajak seluruh pemimpin di Bali kembali pada nilai dharma, kebijaksanaan, dan ajaran Asta Brata agar tidak terjebak dalam politik pencitraan dan kekuasaan yang semu.

“Pemimpin sejati bukan yang paling keras berteriak, tetapi yang mampu membawa rakyat menuju terang,” pungkasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bazaar Pelayanan Publik 2026 di Kuta, Kajati Bali Tegaskan Kejaksaan Hadir untuk Melayani Masyarakat

    Bazaar Pelayanan Publik 2026 di Kuta, Kajati Bali Tegaskan Kejaksaan Hadir untuk Melayani Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BADUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menggelar Bazaar Pelayanan Publik 2026 di areal parkir Gedung Tsunami Center, Pasar Seni Kuta, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat dan wisatawan tersebut menjadi wujud komitmen Kejaksaan dalam menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, cepat, transparan, dan bebas biaya. Acara dibuka dengan aksi bersih-bersih Pantai Kuta serta pelepasan […]

  • BPJPH Gencarkan Sosialisasi Label Nonhalal, Haikal Hassan: Tidak Ada Larangan Jual Produk Nonhalal

    BPJPH Gencarkan Sosialisasi Label Nonhalal, Haikal Hassan: Tidak Ada Larangan Jual Produk Nonhalal

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan menegaskan bahwa kebijakan pencantuman logo nonhalal pada produk yang tidak halal tidak dimaksudkan untuk melarang peredaran produk tersebut. Ia menyebut, BPJPH saat ini tengah mengintensifkan sosialisasi guna meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat, terutama di media sosial. Hal itu disampaikan Haikal dalam rapat kerja […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Resmikan Immigration Lounge di Discovery Mall Bali, Urus Paspor Kini Lebih Mudah

    Imigrasi Ngurah Rai Resmikan Immigration Lounge di Discovery Mall Bali, Urus Paspor Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG – Masyarakat kini memiliki alternatif baru untuk mengurus berbagai layanan keimigrasian tanpa harus datang ke Kantor Imigrasi di Jimbaran. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai resmi membuka Immigration Lounge di Discovery Mall Bali melalui soft opening yang digelar pada Rabu (8/7/2026). Fasilitas ini menjadi Immigration Lounge pertama di Bali yang beroperasi di […]

  • Digitalisasi Keuangan Desa, Peran Strategis BPD Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

    Digitalisasi Keuangan Desa, Peran Strategis BPD Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Yogyakarta – Digitalisasi sistem keuangan desa menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI) yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Bank BPD DIY dengan mengusung tema “Implementasi Sistem Keuangan Desa Melalui BPDSI untuk Mendukung Tata Kelola Keuangan Desa.” Ketua […]

  • Kepercayaan Rakyat Bisa Pudar! “Hukum Jangan Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Penguasa”

    Kepercayaan Rakyat Bisa Pudar! “Hukum Jangan Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Penguasa”

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, Anak Agung Gede Aryawan yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap lemahnya respons sejumlah pihak dalam menyikapi berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik yang dinilai merugikan masyarakat. Dalam pernyataannya kepada awak media, Gung De menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan, apalagi dipinggirkan oleh […]

  • Saat Rupiah Terus Melemah, Harga-Harga Bersiap Menghajar Kantong Rakyat

    Saat Rupiah Terus Melemah, Harga-Harga Bersiap Menghajar Kantong Rakyat

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berlanjut dalam waktu dekat. Analis komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi kurs dolar AS berpotensi menembus level Rp18.000 hingga Rp18.200 apabila tekanan terhadap rupiah tidak mereda pada pekan depan. Menurut Ibrahim, level Rp18.000 per dolar AS kini sudah berada di depan […]

expand_less