Breaking News
light_mode

Menteri LH Akui Penanganan Sampah Laut Masih Berat, Biaya Tinggi dan Ancaman Racun Jadi Sorotan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Pemerintah pusat mengakui bahwa penanganan sampah laut di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Kompleksitas wilayah kepulauan, tingginya biaya operasional, serta risiko pencemaran berbahaya disebut menjadi hambatan utama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Makassar, Minggu (5/4/2026). Dalam keterangannya kepada awak media, Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah akan jauh lebih rumit ketika limbah sudah masuk ke wilayah laut.

Menurut dia, penanganan sampah laut tidak dapat dilakukan dengan pendekatan biasa. Salah satu metode seperti pembakaran menggunakan insinerator, kata Hanif, tidak bisa diterapkan sembarangan karena karakteristik sampah laut berbeda dengan sampah darat.

Ia menjelaskan, kandungan garam yang tinggi pada sampah laut berpotensi memicu terbentuknya zat berbahaya seperti dioksin dan furan apabila dibakar tanpa teknologi yang memadai. Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki risiko serius bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.

Hanif menekankan bahwa sumber utama persoalan sebenarnya berada di daratan. Sampah yang berakhir di laut, menurutnya, pada dasarnya merupakan sampah dari wilayah darat yang tidak tertangani secara optimal sejak awal.

“Kalau sudah di laut, penanganannya jadi mahal dan tidak bisa sembarangan,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu menjadi langkah paling penting untuk menekan pencemaran laut. Tanpa perbaikan di tingkat sumber, aliran sampah ke sungai dan laut akan terus berulang.

Data nasional menunjukkan, dari total timbulan sampah di Indonesia, baru sekitar 25 persen yang berhasil diolah. Sementara itu, sekitar 60 persen berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), dan sisanya diperkirakan belum tertangani secara memadai sehingga berpotensi mencemari lingkungan, termasuk kawasan pesisir dan perairan laut.

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi daerah pesisir dan kepulauan, termasuk Bali, yang selama ini sangat bergantung pada sektor pariwisata berbasis alam dan kebersihan lingkungan. Jika persoalan di daratan tidak segera dibenahi, tekanan terhadap ekosistem laut dipastikan akan terus meningkat.

Pemerintah kini dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, yakni antara menempuh solusi cepat dengan biaya tinggi atau membangun perbaikan sistem dari hulu yang memerlukan waktu, konsistensi, dan pengawasan berkelanjutan.

Di tengah situasi itu, persoalan sampah laut tidak lagi bisa dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan sinyal darurat bagi keberlanjutan lingkungan Indonesia.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

  • Brandie

    Greetings! I knw this iis kinxa ooff topic but I wwas wondring iif yoou knew where I could fjnd a captcha plugin craving for some big dicks mmy commkent form?
    I’m usig thee sme boog platfform aas yours annd I’m haviung problwms fonding one?
    Thsnks a lot!

    Balas29 Mei 2026 12:27 AM
  • Isabelle

    Good info. Luccky mee I reecently found ylur blog bby accident (stumbleupon).
    I’ve saved iit for later!

    My homepage: amsteur hokmemade videos (Oliva)

    Balas27 Mei 2026 3:17 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JEMBRANA – Lonjakan arus mudik kembali memicu kepadatan di jalur penyeberangan Selat Bali. Antrean panjang kendaraan terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, terutama didominasi sepeda motor yang digunakan pemudik dari Jawa menuju Bali. Sebagai jalur utama penghubung dua pulau, Selat Bali kerap menjadi titik krusial setiap musim mudik. Meski jaraknya relatif pendek, tingginya volume kendaraan menyebabkan waktu […]

  • Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kepedulian BTID terlihat berkat kreativitas warga Serangan yang mengubah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang berguna fungsi. Ini terlihat dalam Island Bazzar yang diadakan di kawasan Kura Kura Bali SEZ edisi kedua. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 3 Mei 2026, sebuah perayaan yang memadukan budaya, kreativitas, dan gaya hidup dalam satu […]

  • Owner Diduga Keluar Grup, Nasib Dana Puluhan Anggota Arisan Twins_SJ Menggantung

    Owner Diduga Keluar Grup, Nasib Dana Puluhan Anggota Arisan Twins_SJ Menggantung

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Praktik arisan online dan dugaan investasi bodong kembali memicu keresahan. Kali ini, grup WhatsApp bernama Twins_SJ yang diduga dikelola perempuan berinisial NNS (31) alias Saska J, menjadi sorotan setelah puluhan anggotanya mengaku mengalami kerugian besar. Saska yang disebut-sebut berasal dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung, awalnya dikenal sebagai pengelola arisan yang dipercaya […]

  • FAJI Bali Gas Pol! Panitia Eksibisi Porprov 2025 Dibubarkan, Fokus Penuh Menuju Porprov 2027

    FAJI Bali Gas Pol! Panitia Eksibisi Porprov 2025 Dibubarkan, Fokus Penuh Menuju Porprov 2027

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    GIANYAR — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Bali tancap gas menata kekuatan. Usai menuntaskan Ekshibisi Porprov Bali XVI 2025, FAJI Bali resmi membubarkan panitia eksibisi dan langsung mengalihkan fokus ke agenda besar: penguatan organisasi dan kesiapan menuju Porprov 2027. Keputusan itu ditegaskan dalam rapat koordinasi FAJI Bali yang digelar Kamis (5/2/2026) di Bali Alaska […]

  • Rakerda Demokrat Bali Soroti Empati Rakyat dan Solusi Banjir Denpasar

    Rakerda Demokrat Bali Soroti Empati Rakyat dan Solusi Banjir Denpasar

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tak hanya membutuhkan keindahan dan ketertiban, namun juga perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Hal itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Renon, Denpasar, Selasa (16/9/2025). Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, […]

  • Menghentikan Tekanan Berkesinambungan

    Menghentikan Tekanan Berkesinambungan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Oleh: Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si. JAKARTA – Sejak Indonesia memberlakukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing beserta sejumlah regulasi lain pada periode 1967–1968, bangsa ini dinilai mulai terikat pada pengaruh kekuatan eksternal, baik lembaga multilateral, negara-negara besar, maupun korporasi industri dan keuangan global. Menurut penulis, keterikatan tersebut semakin menguat setelah […]

expand_less