Polemik BPJS PBI Nonaktif, Ancaman Nyata bagi Pasien Cuci Darah
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) kembali menuai sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai berdampak serius terhadap kelompok rentan, terutama pasien cuci darah yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan negara.
Sorotan tajam disampaikan Purbaya yang menilai penonaktifan PBI tanpa mekanisme transisi dan perlindungan khusus bagi pasien penyakit kronis telah memunculkan persoalan kemanusiaan. Menurutnya, pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisis rutin berada dalam posisi paling rawan akibat kebijakan tersebut.
“Ini bukan semata urusan administrasi. Ini soal keselamatan manusia. Pasien cuci darah tidak bisa menunda pengobatan. Jika terhenti, risikonya bisa fatal,” tegas Purbaya.
Di lapangan, dampak kebijakan ini mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah pasien mengaku tidak dapat mengakses layanan kesehatan atau diminta menanggung biaya pengobatan yang besar karena status kepesertaan BPJS PBI mereka mendadak dinyatakan tidak aktif. Kondisi tersebut membuat keluarga pasien kebingungan, bahkan ada yang terpaksa mencari pinjaman demi kelangsungan terapi.
Purbaya menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah, serta sistem verifikasi penerima PBI yang belum optimal. Akibatnya, warga tidak mampu yang seharusnya memperoleh perlindungan justru terdampak kebijakan.
“Rakyat sudah hidup dalam keterbatasan. Jangan lagi dibebani kebijakan yang tidak berpihak. Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan mempersulit,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah bersama BPJS Kesehatan segera mengambil langkah cepat berupa reaktivasi darurat bagi peserta PBI yang terdampak, khususnya pasien penyakit kronis seperti gagal ginjal, kanker, dan penyakit jantung. Selain itu, evaluasi menyeluruh dinilai penting agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Hingga kini, polemik kepesertaan BPJS PBI nonaktif masih terus bergulir. Di tengah tarik-menarik kebijakan dan persoalan data, masyarakat kecil kembali berharap negara tidak abai terhadap penderitaan yang mereka alami.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar