Pertamina Siapkan 5.000 Liter Pertalite Kemasan per Hari untuk Urai Antrean BBM di Bali
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar adalah ikustrasi AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Distribusi perdana dimulai dari SPBU Jalan Diponegoro–Sanggaran, Denpasar, dengan kemasan 1, 3, dan 20 liter. Pembelian diprioritaskan bagi pengendara sepeda motor tanpa kewajiban menggunakan barcode.
DENPASAR – Pertamina menyiapkan skema distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam kemasan untuk membantu mengurai antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Melalui skema tersebut, sebanyak 5.000 liter Pertalite dialokasikan setiap hari dari stok Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar.
Informasi ini diperoleh berdasarkan laporan hasil koordinasi tim Unit 2 dengan pihak Pertamina di Denpasar dan Depo Pertamina Sanggaran pada Jumat (16/10/2026). Dalam koordinasi tersebut, tim diterima Ferry Pasalini, yang disebut menjabat Region Manager Retail Sales Jatimbalinus.
Berdasarkan laporan itu, distribusi Pertalite kemasan mulai dilakukan pada hari ini untuk mempercepat pelayanan kepada konsumen di tengah antrean BBM. SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro, kawasan Sanggaran, menjadi lokasi pertama yang menerima pasokan tersebut.
Pada tahap awal, sebanyak 200 kemasan disiapkan untuk melayani konsumen. Jika persediaan di SPBU tersebut habis, pasokan berikutnya akan diambil kembali dari Depo Pertamina Sanggaran.
Pertalite akan disediakan dalam tiga pilihan ukuran, yakni 1 liter, 3 liter, dan 20 liter. Kemasan berukuran besar diperuntukkan bagi kebutuhan kendaraan roda empat, dengan batas pembelian yang disesuaikan berdasarkan jenis kendaraan.
Dalam mekanisme pelayanan yang dilaporkan, kendaraan konsumen diarahkan menuju stan khusus BBM kemasan. Petugas kemudian membuka kemasan dan menuangkan Pertalite langsung ke tangki kendaraan. Dengan demikian, botol atau wadah yang digunakan tetap dikelola petugas dan tidak dibawa pulang oleh konsumen.
Untuk sepeda motor, pembelian dibatasi maksimal 3 liter, sedangkan mobil maksimal 20 liter. Pelayanan akan memprioritaskan pengendara sepeda motor agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak konsumen yang membutuhkan BBM.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam skema ini adalah mekanisme pembelian. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, konsumen dapat membeli Pertalite kemasan tanpa menggunakan barcode.
Pengangkutan BBM kemasan menuju SPBU akan menggunakan empat unit mobil pikap milik Pertamina. Setiap kendaraan dilaporkan memiliki kapasitas angkut maksimal 500 kemasan. Kendaraan tersebut juga direncanakan melayani konsumen secara langsung di lokasi SPBU sesuai mekanisme antrean yang berlaku.
Meski demikian, jumlah kemasan yang dapat diangkut perlu dibedakan dari volume BBM yang didistribusikan. Pertamina disebut mengalokasikan 5.000 liter per hari dari stok Depo Sanggaran, sedangkan kapasitas angkut dalam satuan kemasan bergantung pada ukuran wadah yang dibawa.
Delapan SPBU Masuk Daftar Persiapan Tambahan Kemasan
Selain SPBU Jalan Diponegoro–Sanggaran, terdapat delapan SPBU lain yang tercantum dalam laporan sebagai lokasi persiapan tambahan jeriken atau wadah BBM kemasan. Persiapan tersebut dijadwalkan pada Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WITA, dengan jumlah awal minimal 100 wadah berkapasitas 2 atau 3 liter.
Delapan SPBU yang tercantum dalam daftar tersebut adalah:
SPBU 5480152 – Padma.
SPBU 5480157 – Nangka Utara.
SPBU 5480111 – Kesiman.
SPBU 5480123 – Trenggana.
SPBU 5180130 – Hayam Wuruk.
SPBU 5480112 – Antasura.
SPBU 5480115 – Renon.
SPBU 5480121 – Imam Bonjol.
Namun, daftar tersebut masih merupakan informasi persiapan penambahan wadah. Penetapan SPBU penerima pasokan BBM kemasan berikutnya disebut masih menunggu pertimbangan Pertamina, dengan memperhatikan kedekatan lokasi terhadap depo dan kebutuhan pasokan masing-masing SPBU.
Skema distribusi Pertalite kemasan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mempercepat pelayanan dan mengurangi kepadatan antrean kendaraan. Efektivitasnya akan bergantung pada kelancaran pasokan, kesiapan petugas, serta pelaksanaan distribusi di setiap SPBU.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar