Breaking News
light_mode

LMND Desak Penghentian Proyek Terminal LNG Serangan, Soroti Ancaman Ekologi dan Minimnya Transparansi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar / Jakarta — Rencana pembangunan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di kawasan pesisir Sidakarya yang berdampak langsung pada wilayah Desa Adat Serangan, Denpasar, kembali menuai sorotan. Kali ini, penolakan datang dari Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) yang menilai proyek tersebut berpotensi mengancam lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan pada awal Maret 2026 di Jakarta, EN-LMND menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana pembangunan yang disebut sebagai bagian dari program “Bali Mandiri Energi Bersih”. Organisasi mahasiswa tersebut menilai proyek tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari transparansi proses perizinan hingga dampak ekologis bagi kawasan pesisir Bali.

EN-LMND menyoroti proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai belum sepenuhnya terbuka kepada publik. Mereka menyebut partisipasi masyarakat lokal, khususnya warga Desa Adat Serangan, belum dilibatkan secara maksimal dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut mereka, kawasan pesisir yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan memiliki nilai ekologis dan sosial yang penting, termasuk keberadaan terumbu karang, habitat penyu, serta kawasan yang dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat.

Selain itu, LMND juga mempertanyakan narasi “energi bersih” yang digunakan dalam proyek tersebut. Mereka menilai pembangunan fasilitas LNG yang berada relatif dekat dengan garis pantai berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang jika tidak direncanakan dengan sangat hati-hati.

“Investasi energi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada ekosistem laut,” demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap tersebut.

Dalam pernyataannya, EN-LMND juga menyatakan solidaritas kepada masyarakat Desa Adat Serangan dan berbagai kelompok sipil di Bali yang menyuarakan kekhawatiran terhadap proyek tersebut. Organisasi ini bahkan menginstruksikan kepada kadernya di berbagai daerah untuk memberikan dukungan moral dan advokasi terhadap perjuangan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, mereka mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana pembangunan Terminal LNG tersebut. Jika proyek dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, LMND meminta agar pembangunan dihentikan.

Sebagai alternatif, LMND mendorong pemerintah untuk mengembangkan konsep kedaulatan energi yang lebih berbasis pada potensi lokal dan tidak merusak keseimbangan ekologis maupun tatanan sosial budaya masyarakat.

“Pembangunan energi harus menempatkan rakyat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek dari ekspansi investasi,” demikian pernyataan sikap organisasi tersebut.

Hingga saat ini, polemik mengenai rencana pembangunan Terminal LNG di kawasan Serangan masih terus menjadi perdebatan publik di Bali, terutama terkait keseimbangan antara kebutuhan energi dan perlindungan lingkungan serta ruang hidup masyarakat pesisir.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • vorbelutrioperbir

    you are actually a good webmaster. The website loading velocity is amazing. It seems that you are doing any unique trick. Also, The contents are masterpiece. you have performed a great task in this subject!

    Balas27 Juli 2026 4:22 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di masa ketika keadilan sering kali dikendalikan oleh rasa takut, abad pertengahan menyimpan banyak kisah kelam tentang hukuman yang tak hanya menyakiti tubuh, tetapi juga menghancurkan jiwa. Salah satu bentuk penyiksaan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah adalah penyiksaan dengan tikus, metode yang dirancang bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk membuat […]

  • Aturan WhatsApp Call Dinilai Mundur dan Komersial

    Aturan WhatsApp Call Dinilai Mundur dan Komersial

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    JAKARTA – Wacana pengaturan layanan panggilan suara dan video melalui aplikasi seperti WhatsApp oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memantik kontroversi di ruang publik. Rencana ini disebut-sebut demi keadilan bagi operator seluler, namun banyak pihak menilai arah kebijakan ini lebih condong pada kepentingan ekonomi semata dibanding kemaslahatan publik. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Komdigi, […]

  • Sengketa Akses Jalan di Keramas, Benny Wulur Mengaku Diminta Rp1,5 Miliar

    Sengketa Akses Jalan di Keramas, Benny Wulur Mengaku Diminta Rp1,5 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Kuasa hukum Benny Wulur mengklaim dokumen pertanahan menunjukkan akses tersebut diperuntukkan sebagai jalan dan meminta aparat mengantisipasi potensi konflik. GIANYAR — Sengketa akses jalan menuju tanah seluas 5 are di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menjadi sorotan setelah Benny Wulur, pemilik tanah asal Bandung, Jawa Barat, mengaku diminta membayar Rp1,5 miliar oleh pihak yang […]

  • Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara anggota dan sekutu BRICS, termasuk Indonesia, dengan mengancam pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk ekspor ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai berpotensi langsung memengaruhi kinerja ekspor Indonesia ke salah satu pasar terbesarnya. Trump menegaskan bahwa BRICS dibentuk untuk melemahkan dominasi dolar […]

  • Polemik Bonnie Blue Mereda diduga Penyalahgunaan izin tinggal 

    Polemik Bonnie Blue Mereda diduga Penyalahgunaan izin tinggal 

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Drama kasus yang menyeret kreator konten dewasa asal Inggris, Bonnie Blue alias Tia Emma Billinger (26), akhirnya mereda setelah penyelidikan intensif Polres Badung dan Kantor Imigrasi Ngurah Rai memastikan tidak ada unsur pornografi dalam aktivitasnya selama berada di Bali. Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara menyatakan seluruh materi yang sempat viral telah diperiksa […]

  • Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan Play Button

    Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    TANGERANG – Assayid Bahar bin Smith tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (11/2/2026) sore hingga Rabu (12/2/2026) dini hari. Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, menyampaikan bahwa kliennya tidak ditahan setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan tim kuasa […]

expand_less