Keras! Ancaman China soal Campur Tangan AS Soal Penyatuan Taiwan
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- print Cetak

Victor Gao, ancam bagi pengganggu keamanan. Bila mereka ingin perang China akan berikan mereka perang yang tak kalah hebat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beijing — China menyampaikan peringatan keras terhadap Amerika Serikat yang dinilai semakin intens mencampuri kepentingan strategis Beijing, khususnya terkait isu Taiwan dan stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Wakil Presiden Center for China and Globalization (CCG), Victor Gao, menegaskan bahwa China tidak akan memulai konflik, namun tidak akan ragu membalas setiap bentuk serangan atau provokasi terhadap kedaulatannya.
“China tidak akan menembak lebih dulu, tetapi juga tidak akan membiarkan ada tembakan kedua,” tegas Gao, menegaskan doktrin pertahanan China yang bersifat defensif namun tegas.
Dalam pernyataannya, Gao menyoroti langkah Amerika Serikat yang mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln untuk berpatroli di kawasan Laut China Selatan (LCS). Beijing memandang kehadiran kekuatan militer strategis AS di kawasan tersebut sebagai bentuk provokasi terbuka yang berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan dan mengganggu stabilitas regional.

China menilai patroli kapal induk AS tidak dapat dipisahkan dari kepentingan geopolitik Washington yang diduga berupaya menahan pengaruh Beijing, sekaligus menghambat agenda pemersatuan Taiwan dengan China. Isu Taiwan kembali ditegaskan sebagai “garis merah” yang tidak dapat ditawar, dan segala bentuk campur tangan asing dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan.
Gao memperingatkan bahwa upaya mengerahkan tekanan militer, politik, maupun strategis terhadap China justru berisiko memicu konflik global. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba memicu perang atau menghancurkan China akan menghadapi balasan yang setimpal.
“Upaya menghancurkan China pada akhirnya akan menghancurkan pihak penyerang itu sendiri,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan menguatnya sikap Beijing di tengah rivalitas strategis yang kian tajam dengan Amerika Serikat. Meski terus menegaskan komitmen pada perdamaian dan stabilitas global, China menegaskan tidak akan berkompromi terhadap ancaman yang dinilai mengganggu persatuan nasional, integritas wilayah, dan keamanan kawasan.
Beijing pun menyerukan agar negara-negara besar menghentikan politik intimidasi militer dan menghormati kedaulatan negara lain, seraya memperingatkan bahwa eskalasi di Laut China Selatan dan isu Taiwan dapat menjadi titik rawan konflik internasional jika terus dipolitisasi.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar