Breaking News
light_mode

Buleleng Bidik 30 Hektare Lahan Kritis Jadi Kampung Bambu, Gerakan “Menanam Air” Dimulai di Dencarik

  • account_circle Admin
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bamboo Learning Center bersama Bamboo Forest North Bali dan Krisna Group menginisiasi program konservasi terpadu di Desa Dencarik, Buleleng. Tahap awal menyasar 5–7 hektare lahan dengan penanaman bambu sebagai upaya memulihkan fungsi tanah dan tata air.

BULELENG – Upaya memulihkan kawasan lahan kritis di Bali Utara mulai diwujudkan melalui gerakan konservasi berbasis budidaya bambu. Bamboo Learning Center (BLC) bersama Bamboo Forest North Bali (BFNB) mengawali program penanaman bambu di kawasan Tandus Desa Corot, Desa Dencarik, Kabupaten Buleleng, pada 6 November 2026.

Program ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi membawa misi lebih besar, yakni mengembalikan fungsi ekologis lahan kritis sekaligus membangun kawasan produktif melalui pengembangan Kampung Bambu dan Kampung UMKM.

Informasi tersebut disampaikan Ir. I Nyoman Baskara, M.M., pendiri Let’s Save Bali Community, yang turut menyoroti pentingnya gerakan penyelamatan lingkungan melalui kolaborasi masyarakat dan berbagai pihak.

Kegiatan yang dipimpin Dr. Diah Kencana bersama tim Bamboo Learning Center (BLC) tersebut menjadi agenda awal dari program pengembangan kawasan yang merupakan kolaborasi BLC dengan Krisna Group.

Dari total sekitar 30 hektare lahan kritis yang direncanakan untuk direhabilitasi, tahap pertama akan difokuskan pada penanaman bambu seluas 5–7 hektare.

Empat jenis bambu disiapkan untuk ditanam, yakni bambu petung, bambu tali, bambu hitam, dan bambu tabah. Penempatannya akan disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan adaptasi masing-masing jenis terhadap kondisi lingkungan dan lahan.

Konsep utama yang diusung dalam gerakan ini adalah menanam bambu berarti menanam air. Bambu dipandang memiliki peran penting dalam konservasi tanah dan air, termasuk membantu menjaga kondisi lahan serta mendukung keberlanjutan ekosistem.

Ketua BLC, Dr. Diah Kencana, sebagaimana disampaikan dalam keterangan Nyoman Baskara, menegaskan filosofi tersebut.

“Upaya menanam bambu ini identik dengan menanam air. Tentu saja hal tersebut terkait dengan fungsi tanaman bambu sebagai tanaman yang efektif untuk kepentingan konservasi tanah dan air,” demikian pernyataan Diah Kencana.

Ir. I Nyoman Baskara, M.M., pendiri Let’s Save Bali Community.

Menurut Baskara, keberhasilan program budidaya bambu tidak boleh hanya diukur dari potensi keuntungan ekonomi. Ada tiga prinsip utama yang harus menjadi landasan, yaitu manfaat konservasi, sosial budaya, dan ekonomi.

Ia menekankan bahwa masyarakat dan kelompok pembudidaya harus terlebih dahulu memahami fungsi ekologis bambu sebelum berorientasi pada hasil ekonomi.

“Jangan langsung berpikir tentang manfaat ekonomi. Karena memang perlu waktu untuk mendapatkan nilai ekonomi atau sebagai sumber pendapatan yang cepat,” demikian pesan yang disampaikan dalam keterangan tersebut.

Karena itu, pendidikan dan pelatihan bagi kelompok masyarakat pembudidaya menjadi bagian penting dari program. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memahami teknik budidaya, karakteristik tanaman, serta manfaat bambu dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Baskara juga mengapresiasi antusiasme Kepala Desa Dencarik beserta jajaran pemerintahan desa dan kelompok budidaya bambu yang telah dikukuhkan untuk mendukung program tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi modal penting agar rehabilitasi kawasan tidak berhenti sebagai kegiatan penanaman seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan konservasi yang berkelanjutan.

Program Kampung Bambu dan Kampung UMKM diharapkan dapat mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya tergolong kritis berpeluang berkembang menjadi kawasan hijau yang memiliki nilai ekologis sekaligus manfaat sosial ekonomi.

Baskara menilai inisiatif tersebut membawa harapan baru bagi masa depan Bali Utara.

“Bagi penulis, kegiatan terintegrasi ini akan membawa harapan baru bagi wajah Bali Utara. Let’s Save Bali,” ungkapnya.

Gerakan di Dencarik ini menjadi pengingat bahwa penyelamatan lingkungan tidak cukup hanya melalui penanaman pohon. Dibutuhkan edukasi, konsistensi, keterlibatan masyarakat, serta keberanian membangun ekonomi yang berjalan seiring dengan kelestarian alam.

Jika dikembangkan secara konsisten, kawasan Dencarik berpotensi menjadi contoh bagaimana lahan kritis dapat dipulihkan melalui konservasi bambu sekaligus menjadi ruang tumbuh ekonomi masyarakat Buleleng.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru 15 Persen Terbangun, KEK Kura Kura Bali Kejar Investasi Besar hingga 2029

    Baru 15 Persen Terbangun, KEK Kura Kura Bali Kejar Investasi Besar hingga 2029

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BTID mencatat investasi terealisasi Rp1,79 triliun hingga triwulan II 2026. Sebanyak 19 proyek disiapkan, mulai dari marina internasional, hunian, pendidikan hingga Knowledge District. DENPASAR — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali masih memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Dari total kawasan mencapai 498 hektare, pembangunan fisik hingga kini baru mencakup sekitar 15 persen. Kondisi […]

  • Gelombang Pelantikan Besar, Prabowo Tegaskan Arah Pemerintahan

    Gelombang Pelantikan Besar, Prabowo Tegaskan Arah Pemerintahan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan arah kepemimpinannya dengan melantik sejumlah pejabat strategis di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8). Dari jenderal, teknokrat, hingga diplomat senior, semuanya dipercaya untuk mengemban jabatan penting yang menyangkut pertahanan, keamanan, industri, hingga hubungan internasional Indonesia. Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan […]

  • Lapak Dagang Terbongkar, Satpol PP Diseret Ke Meja Opini Politik

    Lapak Dagang Terbongkar, Satpol PP Diseret Ke Meja Opini Politik

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Berita yang ramai ada kesan menyudutkan Satpol PP Provinsi Bali dalam salah satu media online ditanggapi santai oleh Ketua Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Darmadi dalam sambungan Voice note. Tudingan Satpol PP Mandul dan hanya jadi macan kertas serta kinerjanya harus dievaluasi mendapat jawaban santai bahwa tidak apa – apa […]

  • AHY Kenakan Busana Melayu Deli di Istana, Karya Datok Yan Djuna Jadi Sorotan

    AHY Kenakan Busana Melayu Deli di Istana, Karya Datok Yan Djuna Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Busana Melayu Deli berwarna Royal Blue yang dikenakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara ternyata memiliki cerita panjang, dari Tanah Deli hingga panggung kenegaraan. MEDAN — Penampilan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, 17 […]

  • Brimob Bersenjata Kawal Barang Bukti Fantastis, Polda Metro Jaya Pamerkan Rp543 Miliar dan 74 Kg Emas dari Kasus Korupsi-TPPU

    Brimob Bersenjata Kawal Barang Bukti Fantastis, Polda Metro Jaya Pamerkan Rp543 Miliar dan 74 Kg Emas dari Kasus Korupsi-TPPU

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Polda Metro Jaya memamerkan barang bukti senilai lebih dari Rp543 miliar dan 74 kilogram emas hasil penyidikan dugaan korupsi dan TPPU terkait sektor batu bara, PLN, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS-PT KNI. JAKARTA – Suasana berbeda terlihat di Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada Jumat (10/7/2026) sore. Puluhan personel Korps Brimob Polri bersenjata […]

  • Edukasi ASF di Bangli, Benteng Awal Selamatkan Peternak Babi dari Wabah Mematikan Play Button

    Edukasi ASF di Bangli, Benteng Awal Selamatkan Peternak Babi dari Wabah Mematikan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BANGLI – Ancaman African Swine Fever (ASF) yang terus menghantui peternak babi mendorong Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa turun langsung ke lapangan. Pada Sabtu, 15 November 2025, tim dosen FKIK Unwar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Tambahan, Bangli, dengan fokus utama edukasi pencegahan ASF—penyakit virus […]

expand_less