Breaking News
light_mode

Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Tegaskan Harmoni Alam dan Tradisi dalam Pariwisata Berkelanjutan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 resmi dibuka di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Sabtu (20/6/2026). Mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition”, festival tahunan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Ketua Panitia Jatiluwih Festival VII sekaligus Manajer DTW Jatiluwih, John K. Purna, mengatakan tema yang diangkat mencerminkan semangat masyarakat Jatiluwih dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, Jatiluwih tidak hanya dikenal karena panorama sawah terasering yang mendunia, tetapi juga karena keberhasilannya mempertahankan sistem Subak sebagai warisan budaya Bali yang diakui dunia.

“Jatiluwih Festival telah menjadi agenda penting dalam upaya pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus promosi pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

John menjelaskan, penyelenggaraan festival tahun ini memiliki makna istimewa karena untuk pertama kalinya masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pencapaian tersebut dinilai sebagai pengakuan atas konsistensi masyarakat Jatiluwih dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Jatiluwih Festival dapat menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara,” katanya.

Selain menyandang status Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2012, Jatiluwih juga terus mengukir prestasi di tingkat internasional. Pada 2024, kawasan ini meraih predikat Best Tourism Village by UN Tourism, masuk dalam Top 100 Green Destination tahun 2025, serta memperoleh penghargaan Leading UNESCO Culture Landscape Tourism Destination pada ajang Asian Tourism and Hospitality Awards 2026 di Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan tersebut, John juga mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Run yang digelar ASITA Bali dalam rangka menyambut 100 Tahun Pariwisata Bali. Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan bahwa sektor olahraga, pertanian, pelestarian lingkungan, dan pariwisata dapat berkembang secara harmonis.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata di Jatiluwih harus memberikan manfaat nyata bagi para petani yang selama ini menjadi penjaga utama kelestarian sawah, Subak, dan tradisi pertanian Bali.

“Keberhasilan pariwisata Jatiluwih harus memberikan manfaat nyata bagi para petani sebagai penjaga utama warisan budaya pertanian Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Jatiluwih yang selama tujuh tahun menyelenggarakan festival sebagai wadah promosi budaya, pertanian, kuliner, UMKM, dan kesenian lokal.

Menurut Sanjaya, angka tujuh memiliki makna filosofis sebagai simbol tujuan dan keberhasilan. Karena itu, pelaksanaan festival ke-7 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi unggulan berbasis budaya dan pertanian.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang promosi budaya, kuliner tradisional, UMKM, pertanian, dan seluruh potensi lokal yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Sanjaya menegaskan bahwa Jatiluwih merupakan representasi peradaban agraris Bali yang diwariskan melalui sistem Subak berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Menurutnya, keunggulan Subak tidak hanya terletak pada keindahan bentang sawah, tetapi juga pada tata kelola distribusi air yang menjamin pemerataan pengairan dari hulu hingga hilir.

“Kalau sawah hampir semua daerah punya. Tetapi sistem tata kelola air seperti Subak inilah yang menjadi keunggulan Bali dan diakui dunia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut Tabanan sebagai daerah agraris yang dianugerahi kekayaan alam melalui konsep Nyegara Gunung, yakni perpaduan wilayah pegunungan, danau, sungai, hingga laut yang menciptakan tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Namun di balik pesatnya perkembangan pariwisata, Sanjaya mengingatkan adanya tantangan berupa ancaman alih fungsi lahan pertanian yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian kawasan pertanian.

“Festival seperti ini menggerakkan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Seniman mendapat ruang berkarya, UMKM berkembang, produk pertanian memiliki nilai tambah, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Tabanan akan terus mempertahankan identitasnya sebagai lumbung pangan Bali.

“Pertanian adalah fondasi utama Kabupaten Tabanan, sedangkan pariwisata merupakan bonus yang harus dikelola dengan tetap menjaga keberlanjutan alam dan budaya,” tegasnya.

Sanjaya juga menyoroti pentingnya penataan kawasan Jatiluwih agar tetap mempertahankan keaslian lanskap sawah yang menjadi daya tarik utama. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung, termasuk area parkir, harus dilakukan secara bijaksana tanpa merusak panorama alam maupun karakter budaya setempat.

Mengakhiri sambutannya, Sanjaya secara resmi membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Jatiluwih Festival Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan tuntunan kepada kita semua dalam menjaga warisan budaya, alam, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saudi Bangun Kereta Cepat Rp112 Triliun, Indonesia Kaji Proyek Rp116 Triliun yang Baru Sampai Bandung

    Saudi Bangun Kereta Cepat Rp112 Triliun, Indonesia Kaji Proyek Rp116 Triliun yang Baru Sampai Bandung

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 6911Komentar

    Riyadh – Dua proyek kereta cepat kini menjadi sorotan global karena menampilkan kontras yang tajam, Arab Saudi tengah membangun jalur superpanjang Land Bridge senilai Rp112 triliun yang menghubungkan Jeddah–Riyadh–Dammam sejauh 1.500 kilometer, sementara Indonesia masih mengkaji perluasan proyek Whoosh Jakarta–Bandung senilai Rp116 triliun untuk bisa menembus Surabaya. Perbandingan biaya ini menimbulkan perdebatan publik mengenai efektivitas, […]

  • KFC Indonesia Masih Tertekan di 2025, Rugi Menyusut Namun Beban Utang dan Keraguan Auditor Membayangi

    KFC Indonesia Masih Tertekan di 2025, Rugi Menyusut Namun Beban Utang dan Keraguan Auditor Membayangi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Mataram – Kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia, sepanjang tahun buku 2025 masih menghadapi tekanan berat. Meski mencatat perbaikan pada rugi bersih, perusahaan belum mampu keluar dari zona kerugian operasional di tengah stagnasi pendapatan dan meningkatnya beban utang. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, FAST membukukan rugi bersih sebesar Rp369 miliar, […]

  • Savate Resmi Masuk Tabanan, KONI Bidik Lahirnya Atlet Bela Diri Kelas Dunia

    Savate Resmi Masuk Tabanan, KONI Bidik Lahirnya Atlet Bela Diri Kelas Dunia

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 2Komentar

    TABANAN | GATRADEWATA — Peta olahraga bela diri di Kabupaten Tabanan semakin berkembang dengan hadirnya cabang olahraga baru, Savate. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Savate Tabanan resmi melakukan audiensi perdana dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan, Selasa (19/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor KONI Tabanan itu menjadi langkah awal pengenalan seni bela diri asal […]

  • Sat Samapta Polresta Denpasar Gelar Sosialisasi di Sekolah, Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

    Sat Samapta Polresta Denpasar Gelar Sosialisasi di Sekolah, Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Satuan Samapta Polresta Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Pada Senin (20/10/2025), Kasat Samapta Polresta Denpasar Kompol I Ketut Adnyana T.J, S.Sos, S.H, M.M bertindak sebagai inspektur upacara bendera di SMAS Global Tourism Anugrah Denpasar. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 08.00 WITA ini diikuti oleh […]

  • Minta Pecalang Bali Jaga Keamanan, Tapi Insentif dan Mobil Patroli Masih Angin Surga

    Minta Pecalang Bali Jaga Keamanan, Tapi Insentif dan Mobil Patroli Masih Angin Surga

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Ribuan pecalang dari seluruh kabupaten/kota di Bali berkumpul dalam Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/9). Acara yang dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Forkopimda ini dipenuhi semangat yel-yel “Bali Aman” yang diteriakkan bersama-sama sebagai wujud komitmen pecalang menjaga ketenteraman Gumi Bali. Dalam pernyataan sikap yang […]

  • Sorotan Kesewenangan dan Dugaan Tebang Pilih Pemerintah Bali dalam Kasus Lift Kaca Kelingking

    Sorotan Kesewenangan dan Dugaan Tebang Pilih Pemerintah Bali dalam Kasus Lift Kaca Kelingking

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan pembongkaran total proyek Lift Kaca Kelingking di Nusa Penida kembali memicu sorotan publik terkait dugaan kesewenangan dan tebang pilih dalam penegakan aturan. Publik menilai, langkah tegas tersebut tercoreng oleh fakta bahwa sejumlah fasilitas serupa di lokasi lain tetap dibiarkan beroperasi tanpa sorotan yang sama kerasnya. Sebelumnya, proyek […]

expand_less