Breaking News
light_mode

Apartemen yang Menunggu Keadilan, Misteri Pembunuhan 26 Tahun di Nagoya Akhirnya Terungkap

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NAGOYA — Sebuah apartemen lantai dua di Distrik Nishi, Nagoya, selama lebih dari 26 tahun berdiri seperti kapsul waktu. Tak berpenghuni, namun sewanya selalu dibayar tepat waktu. Mainan anak masih tergeletak, perabotan tak bergeser sejak 1999. Apartemen itu sengaja “dibekukan” oleh seorang suami yang menolak membiarkan pembunuhan istrinya lenyap ditelan waktu. Di penghujung 2025, kesetiaan yang nyaris obsesif itu akhirnya berbuah keadilan.

Tragedi bermula pada Sabtu, 13 November 1999. Namiko Takaba (32), ibu rumah tangga yang dikenal ramah, menghabiskan hari bersama putranya, Yusuke, yang baru berusia dua tahun. Menjelang siang, saat berbincang di telepon dengan seorang teman, bel interkom apartemen berbunyi. Namiko menutup telepon dengan janji akan menelepon kembali. Panggilan itu tak pernah terjadi.

Tak lama kemudian, tetangga mendengar suara benturan keras diikuti langkah kaki tergesa menuruni tangga. Sore harinya, sang suami, Satoru Takaba, pulang lebih awal dan menemukan Namiko tergeletak bersimbah darah di genkan, tewas akibat luka tusuk di leher. Yusuke berdiri di dekat jasad ibunya—selamat, namun menjadi saksi bisu tragedi itu.

Penyelidikan Polisi Prefektur Aichi kala itu menemukan banyak petunjuk, namun tak satu pun mengarah pada kesimpulan jelas. Darah pelaku bergolongan B tertinggal di TKP, berbeda dengan darah korban dan suaminya. Ada jejak sepatu kets wanita ukuran 24 sentimeter menuju pintu keluar. Di dapur, polisi menemukan sisa minuman susu fermentasi yang diminum pelaku—tanda Namiko sempat menerima tamunya dengan sopan. Tak ada barang hilang. Ini bukan perampokan, melainkan kejahatan personal. Namun Namiko tak punya musuh. Dengan keterbatasan teknologi DNA saat itu, kasus pun membeku menjadi cold case.

Satoru Takaba menolak menerima kebekuan tersebut. Meski pindah karena trauma, ia tetap membayar sewa apartemen itu setiap bulan selama 26 tahun. Ia khawatir renovasi atau penyewa baru akan menghapus jejak mikroskopis yang suatu hari bisa berbicara. Apartemen itu dirawat apa adanya—sebuah TKP yang dijaga oleh tekad. Satoru rutin datang membersihkan debu, berdoa, dan terus mendesak polisi agar kasus tak ditutup. “Saya tidak akan menyerah,” ujarnya berulang kali di media.

Titik terang datang pada Oktober 2025. Kemajuan forensik genetik memungkinkan polisi memeriksa ulang sampel lama dengan metode genealogical DNA testing. Analisis itu menelusuri garis kekerabatan dan mengarah pada satu nama: Kumiko Yasufuku (69), perempuan pengangguran yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Ia ditangkap pada akhir Oktober 2025.

Pengungkapan motif mengguncang publik Jepang. Yasufuku tidak mengenal Namiko. Ia justru terobsesi pada Satoru—teman sekelasnya semasa SMA. Cinta sepihak yang terpendam puluhan tahun berubah menjadi kecemburuan gelap setelah mengetahui Satoru hidup bahagia bersama istrinya. Pada hari pembunuhan, Yasufuku datang bertamu. Keramahan Namiko membuka pintu—dan berujung tragedi. Dihadapkan pada bukti DNA yang tak terbantahkan, Yasufuku akhirnya mengakui perbuatannya.

Kini, Satoru berdiri dengan rambut memutih, sementara Yusuke telah berusia 28 tahun—mendekati usia ibunya saat nyawanya direnggut. Kebenaran akhirnya terungkap: pelaku bukan perampok, melainkan bayang-bayang masa lalu yang dipelihara obsesi. Upaya Satoru menjaga apartemen itu tak sia-sia; ia memastikan waktu bekerja untuk keadilan. Apartemen di Nishi-ku kini bisa dilepaskan. Penantian seperempat abad berakhir—keadilan, meski terlambat, akhirnya ditegakkan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • tlovertonet

    Thank you for another informative website. Where else may just I get that type of information written in such a perfect manner? I’ve a project that I am simply now running on, and I’ve been on the look out for such information.

    Balas15 Januari 2026 1:12 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusia Klaim Jatuhkan F-16 Ukraina, Sinyal Keras di Tengah Perebutan Supremasi Udara

    Rusia Klaim Jatuhkan F-16 Ukraina, Sinyal Keras di Tengah Perebutan Supremasi Udara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Militer Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat yang dioperasikan Angkatan Udara Ukraina, sebuah peristiwa yang langsung menyita perhatian publik internasional. Klaim ini menjadi sorotan karena F-16 selama ini dipromosikan Kyiv dan sekutunya sebagai kekuatan kunci yang diharapkan mampu mengubah keseimbangan perang di udara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara […]

  • Tubuh Manusia Ternyata Berdengung, Begini Penjelasan Yogacara Tantra tentang Getaran Energi dan Aji Pengaradan

    Tubuh Manusia Ternyata Berdengung, Begini Penjelasan Yogacara Tantra tentang Getaran Energi dan Aji Pengaradan

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Selama ini banyak orang memandang ajian-ajian tradisional sebagai praktik mistis yang kerap dikaitkan dengan tindakan negatif. Namun sebuah penjelasan dari tradisi Yogacara Tantra mengungkap perspektif berbeda: tubuh manusia sesungguhnya adalah medan energi yang terus berdengung dan bergetar, menghasilkan frekuensi yang dapat memengaruhi hidup seseorang. Dalam kajian Tantra, setiap bagian tubuh memiliki dengungan atau […]

  • Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    GIANYAR – Sebagai rutinitas 3 tahunan, Desa Adat Kemenuh di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kembali menyelenggarakan Atiwa-tiwa Masa Kinembulan. Rangkaian upacara diawali dengan mapakeling pada 19 Juni 2025, sedangkan puncak ngaben pada Kamis, 26 Juni 2025. Karya Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh tahun 2025 mengupacarai sebanyak 54 sawa. Pelaksanaan upacara ini melibatkan tiga banjar adat yang […]

  • Bali Darurat Travel Ilegal, Tragedi 5 Turis Tiongkok Bukan Kecelakaan, tapi Kegagalan Pemerintah Bali

    Bali Darurat Travel Ilegal, Tragedi 5 Turis Tiongkok Bukan Kecelakaan, tapi Kegagalan Pemerintah Bali

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 5 turis Tiongkok di jalur ekstrem Singaraja–Denpasar pada Jumat (14/11) lalu itu yang membuka tabir kelam pengawasan industri pariwisata Bali. Berita sebelumnya, Kecelakaan Maut yang Menewaskan 5 Warga Tiongkok, Diduga Dikelola Travel Bodong Asal Tiongkok Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali Kendaraan Toyota […]

  • Imigrasi Ngurah Rai deportasi empat WNA kelompok Bonnie Blue, langgar lalu lintas dan izin tinggal

    Imigrasi Ngurah Rai deportasi empat WNA kelompok Bonnie Blue, langgar lalu lintas dan izin tinggal

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Polres Badung resmi mendeportasi empat warga negara asing (WNA) yang tergabung dalam manajemen konten kreator “Bonnie Blue”. Keempatnya terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas sekaligus menyalahgunakan izin tinggal selama berada di Bali. Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara menjelaskan, penindakan ini bermula dari laporan dan […]

  • Dibungkam AS, China Membangkang! SMIC Sukses Cetak Chip 5nm Tanpa Teknologi EUV Belanda

    Dibungkam AS, China Membangkang! SMIC Sukses Cetak Chip 5nm Tanpa Teknologi EUV Belanda

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    China Gegerkan Dunia Teknologi, Produksi Chip 5nm Tanpa Bantuan Mesin Canggih AS dan Belanda   Shanghai – Di tengah tekanan dan sanksi perdagangan dari Amerika Serikat yang melarang akses China terhadap teknologi semikonduktor tercanggih, negeri Tirai Bambu justru berhasil mencatatkan pencapaian monumental dalam dunia chip. Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), raksasa manufaktur chip terbesar di […]

expand_less