Breaking News
light_mode

Desa Penglipuran Bali Masuk 53 Desa Terindah Dunia, Ini Pesan Pengelola

  • account_circle Admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengakuan Condé Nast Traveller menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, hutan bambu, dan pariwisata regeneratif berbasis masyarakat adat.

BANGLI – Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, masuk dalam daftar The 53 Most Beautiful Small Towns in the World yang diterbitkan majalah perjalanan internasional Condé Nast Traveller pada 31 Maret 2026. Pengakuan ini kembali menyoroti daya tarik desa adat Bali yang mampu mempertahankan karakter budaya, tata ruang tradisional, dan kelestarian lingkungan di tengah perkembangan pariwisata.

Masuknya Penglipuran dalam daftar tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat. Namun, bagi pengelola desa wisata, pengakuan internasional ini juga membawa tanggung jawab untuk menjaga warisan leluhur sekaligus memastikan aktivitas pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keunikan Penglipuran tidak hanya terlihat dari jalan utama yang tertata rapi dan deretan rumah tradisional Bali dengan arsitektur khas. Kehidupan masyarakat adat yang masih berpegang pada tradisi serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan turut menjadi bagian penting dari daya tarik desa tersebut.

Salah satu karakteristik yang dipertahankan adalah tata ruang berdasarkan filosofi Tri Mandala, yang membagi kawasan menjadi Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. Pembagian ini mencerminkan keteraturan ruang yang berkaitan dengan kehidupan spiritual, sosial, dan aktivitas masyarakat.

Selain itu, sekitar 40 persen wilayah Desa Penglipuran merupakan kawasan hutan bambu. Kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mempertahankan identitas desa.

Kepala Badan Usaha Desa Adat (BUPDA) Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menyampaikan bahwa pengakuan dari media perjalanan internasional tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya dan lingkungan.

“Bagi kami, masuknya Desa Penglipuran dalam daftar 53 desa dan kota kecil terindah di dunia versi Condé Nast Traveller merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Namun, yang lebih penting, pengakuan ini merupakan penghargaan terhadap masyarakat Desa Adat Penglipuran yang selama ratusan tahun menjaga warisan leluhur, mempertahankan arsitektur tradisional, melestarikan hutan bambu, serta menjadikan kebersihan dan keharmonisan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Wayan Sumiarsa.

Ia menegaskan, daya tarik Penglipuran tidak dibangun semata-mata untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata. Keindahan desa tersebut tumbuh dari tradisi dan pola kehidupan masyarakat yang diwariskan lintas generasi.

“Keindahan Penglipuran bukanlah sesuatu yang diciptakan hanya untuk kepentingan pariwisata. Keindahan ini tumbuh dari budaya dan cara hidup masyarakat kami. Pariwisata hadir kemudian, dan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa perkembangan pariwisata tidak menghilangkan jati diri desa,” katanya.

Wayan menjelaskan, prinsip Tri Hita Karana menjadi salah satu landasan masyarakat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Nilai tersebut diharapkan tetap menjadi pedoman dalam mengembangkan pariwisata tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran pun mendorong pengembangan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan regeneratif. Melalui pendekatan ini, keberhasilan destinasi tidak semata-mata dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan atau pendapatan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas lingkungan, keberlangsungan budaya, dan kesejahteraan warga.

Sejumlah upaya yang terus didorong meliputi pelestarian hutan bambu, penghijauan, pengelolaan sampah, pemeliharaan rumah adat dan fasilitas desa, peningkatan pelayanan wisatawan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik masyarakat.

“Kami memiliki visi bahwa pariwisata harus mampu menjadikan Desa Penglipuran lebih baik dari sebelumnya. Lingkungan harus semakin terawat, budaya semakin kuat, masyarakat semakin sejahtera, dan wisatawan mendapatkan pengalaman yang semakin berkualitas. Inilah makna pariwisata regeneratif yang ingin kami wujudkan di Penglipuran,” jelas Wayan.

Untuk memperkaya pengalaman pengunjung, Penglipuran juga menawarkan berbagai aktivitas yang memperkenalkan budaya lokal secara lebih dekat. Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Barong Macan, belajar membuat loloh atau minuman herbal tradisional Bali, mencoba melukis di atas bambu, menikmati kuliner khas, hingga membeli produk kerajinan hasil karya masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati pemandangan atau mengabadikan foto, tetapi juga memahami nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Pengelola turut mengajak pengunjung menjaga kebersihan, menghormati adat dan tradisi setempat, serta mendukung perekonomian warga dengan membeli produk UMKM lokal.

“Kami ingin wisatawan pulang membawa lebih dari sekadar foto dan kenangan indah. Kami berharap mereka membawa pengalaman tentang bagaimana masyarakat hidup harmonis dengan alam dan budaya. Kami juga ingin setiap kunjungan memberikan manfaat positif bagi desa dan masyarakat,” ungkap Wayan.

Pengakuan internasional tersebut diharapkan mendorong semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman berbeda di Bali.

Meski demikian, pengelola menekankan bahwa mempertahankan identitas desa tetap menjadi prioritas di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap destinasi tersebut. Pengembangan fasilitas dan aktivitas wisata diharapkan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, tradisi, serta nilai-nilai adat.

“Bagi kami, penghargaan dan pengakuan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan tanggung jawab untuk terus menjaga Penglipuran. Kami ingin mewariskan desa yang bukan hanya tetap indah, tetapi semakin hijau, semakin lestari, dan semakin menyejahterakan masyarakatnya. Karena pariwisata yang berhasil bukan hanya membuat wisatawan bahagia, tetapi juga membuat desa dan masyarakatnya memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup Wayan Sumiarsa.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum Play Button

    Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Fenomena unik terjadi di sejumlah kafe di kawasan Jabodetabek. Demi menghindari risiko pelanggaran hak cipta musik komersial, beberapa pemilik kafe memilih langkah tak biasa. Mereka mengganti seluruh backsound mereka dengan lantunan chant “Om Mani Padme Hum” yang menenangkan. Awalnya, keputusan ini muncul setelah meningkatnya razia dan penagihan royalti dari pihak-pihak yang memegang hak […]

  • Dukung Ide Bagus! Awas Hak Karya Intelektual, Patung Charlie Chaplin Mohon Kaji Aspek Lisensi

    Dukung Ide Bagus! Awas Hak Karya Intelektual, Patung Charlie Chaplin Mohon Kaji Aspek Lisensi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Patung Charlie Chaplin di Denpasar Didukung, Susruta Ingatkan Aspek Lisensi Harus Aman Pengamat Kebijakan Publik Minta Pemkot Denpasar Pastikan Seluruh Aspek Hukum Sebelum Proyek Direalisasikan DENPASAR – Rencana Pemerintah Kota Denpasar membangun patung komedian legendaris Charlie Chaplin di pedestrian depan Inna Bali Heritage Hotel, Jalan Veteran, mendapat perhatian dari pengamat kebijakan publik sekaligus mantan Anggota […]

  • Gelombang Kemarahan Publik dan Bayangan Kudeta Sipil-Militer di September

    Gelombang Kemarahan Publik dan Bayangan Kudeta Sipil-Militer di September

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Terkadang saat didera sakit fisik, justru di sisi lain seseorang bisa menemukan kekuatan. Saya menguatkan naluri insting lewat bacaan situasi gerakan TSM The Gank of Oslo – September Bergejolak: rancangan kudeta sipil terhadap militer yang “sipilis.” Pak Prabowo, tenanglah. Saya (Blimbing Sayur alias Samsul) sudah hadir di sini dengan bendera One Piece. Berita […]

  • Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Buleleng, Bali — Polemik operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pemaron kembali memanas. Warga Perumahan Nirwana, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, bersama YLBHI–LBH Bali melaporkan dugaan dampak lingkungan, kesehatan, ekonomi, maladministrasi hingga pelanggaran hak asasi manusia yang mereka kaitkan dengan pengoperasian PLTD Pemaron. Pengaduan tersebut disampaikan pada 7 September 2026 kepada sejumlah lembaga, mulai dari Pemerintah […]

  • Pedagang Kecil Bawang Putih Tersegel, Propam Polda Bali Cepat Tanggapi Berita Viral

    Pedagang Kecil Bawang Putih Tersegel, Propam Polda Bali Cepat Tanggapi Berita Viral

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Langkah cepat Subbidpaminal Bidpropam Polda Bali dalam menangani berita viral di media sosial tentang usaha bawang putih di Bali lumpuh total akibat dugaan tindakan sewenang-wenang oknum aparat, yang dalam surat Nomor B//88/VII/WAS.2.4./2026/Bidpropam, pada tanggal 15 Juni 2026 patut diapresiasi. Pemanggilan klarifikasi kepada saksi I Wayan Reno Janu Asta asal Abiansemal berlangsung ± 5 […]

  • Bandara Bali Utara, Dari Kontroversi Partai Politik atau Menuju Prioritas Nasional

    Bandara Bali Utara, Dari Kontroversi Partai Politik atau Menuju Prioritas Nasional

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pembangunan Bandara Bali Utara kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan percepatan realisasi proyek strategis nasional tersebut. Kebijakan itu sekaligus menghidupkan kembali perbedaan pandangan yang sebelumnya sempat muncul dengan sikap Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang pernah menyatakan penolakannya terhadap pembangunan bandara baru di Bali. Bandara Bali Utara sejak […]

expand_less