Breaking News
light_mode

Gelombang Kemarahan Publik dan Bayangan Kudeta Sipil-Militer di September

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Terkadang saat didera sakit fisik, justru di sisi lain seseorang bisa menemukan kekuatan. Saya menguatkan naluri insting lewat bacaan situasi gerakan TSM The Gank of Oslo – September Bergejolak: rancangan kudeta sipil terhadap militer yang “sipilis.”

Pak Prabowo, tenanglah. Saya (Blimbing Sayur alias Samsul) sudah hadir di sini dengan bendera One Piece.

Berita Tempo (30/8/2025) berjudul “Kemarahan Publik terhadap Kekuasaan” menyebutkan bahwa memang “sang mantan-lah yang mengorkestrasi demo.” Aksi tersebut disetting sejak 25 Agustus 2025.

Analisis ala aktivis pengangguran yang tengah beristirahat karena kanker menyerangnya menyebut, ada tiga klaster isu yang mengemuka dalam aksi:

1. Kemarahan masyarakat terhadap ucapan kasar pejabat DPR (seperti “tolol” dan lainnya).

2. Desakan agar presiden membubarkan DPR.

3. Tuntutan mengadili Jokowi dan keluarganya.

Namun, dari pengamatan saya pribadi, isu pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menguat di tengah teriakan aksi.

“Mantan” yang dimaksud tampaknya merujuk pada “raja Jawa” (Solo). Dugaan itu mencuat karena analisis terhadap sejumlah akun media sosial tertentu yang pada masa pemerintahan sebelumnya mendorong narasi sejuk dan damai, kini justru bersalin rupa menjadi “kompor.”

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono (29/8/2025) menuding adanya pihak asing di balik demo. Menurutnya, pihak asing itu memiliki kaki tangan di dalam negeri, tetapi mereka tidak sadar sedang diperalat. “Asing-asing” yang dimaksud, katanya, adalah kelompok non-negara yang berisi George Soros, George Tenet, David Rockefeller, hingga Bloomberg. “Baca sendiri lah, kaum kapitalis,” ujarnya.

Senada, mantan binaan CIA sekaligus eks Wakil Menteri Luar Negeri/Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, meminta Presiden Prabowo Subianto menunda kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada 3 September mendatang. Alasannya, “mengingat situasi panas yang masih bergolak, hati rakyat yang sedang pedih dan gelisah.” Kunjungan itu sedianya untuk menghadiri undangan parade militer. Selain itu, pada 9–30 September 2025 akan berlangsung Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) di New York, dan Presiden dijadwalkan berpidato pada 23 September 2025.

September menjadi bulan yang padat dengan agenda luar negeri. Jika presiden bepergian, Gibran-lah yang memimpin sementara.

Dari sejumlah sumber saya di media dan politik nasional, demo Agustus hanyalah pemanasan yang akan diikuti rangkaian kejutan lain, berpuncak ketika tongkat estafet kepemimpinan ada di tangan Gibran. Aksi massa diperkirakan meningkat eskalasinya, diiringi desakan mengadili Jokowi, keluarga, dan kroninya, serta semakin menebalnya kemuakan publik terhadap institusi hukum tertentu.

Saya menilai tidak ada faktor tunggal. Kemarahan massa adalah sesuatu yang kompleks: aktor, emosi, lingkungan sosial, momentum, pemicu, dan faktor-faktor lain saling berkaitan. Dari pengamatan saya di media sosial, banyak Gen Z yang ikut aksi dengan beragam alasan, termasuk sekadar ingin memaki pemerintah. Itu wajar. Bukankah kemuakan terhadap pejabat tidak harus selalu diekspresikan dengan bahasa akademis?

Rakyat jijik melihat Sahroni yang pongah menyebut rakyat tolol, Eko Patrio yang garing berjoget, Mulan yang sibuk swafoto tanpa arah, Uya yang sok artis, hingga Saras yang belagu menceramahi anak muda tentang wirausaha padahal dirinya hidup dari uang negara.

Rakyat muak melihat poster pejabat penuh polesan, tangan menangkup di dada, disertai caption (dibantu AI) agar tampak intelek dan merakyat. Padahal banyak rakyat hidup susah. Mereka geram karena uang pajak hasil peras keringat justru dipakai membiayai gaya hidup mewah pejabat yang tinggal di rumah Rp32 miliar dan naik Porsche Rp14 miliar. Rakyat marah melihat ojol tewas dilindas kendaraan Brimob!

Di mata rakyat, kekuasaan tidak benar-benar mendengar jeritan kesusahan hidup. Permintaan maaf penguasa sekadar basa-basi untuk meredakan tensi kemarahan. Pelukan pejabat tidak hangat. Kata-kata manis hanya supaya terlihat populis di depan kamera. Ungkapan belasungkawa kering tanpa makna.

Ini bukan sekadar debat logis, tapi suasana batin massa. Soal rasa keadilan. Apa pun analisisnya, yang jelas “trust” rakyat pada pejabat sudah merosot.

Massa tidak menyukai Anda, sekeras apa pun pencitraan dilakukan. Bahkan pemecatan pejabat tertentu belum tentu memulihkan kepercayaan masyarakat. Apalagi jika sekadar rotasi jabatan seperti dilakukan Partai Nasdem terhadap Roni.

Menurut saya, dalang semua ini adalah kesombongan dan ketidakadilan penguasa. Saya berharap presiden saat ini tidak mewarisi kesombongan dan ketidakadilan “raja Jawa” serta kaki tangannya.

Sekali lagi, saya mengajak sahabat-sahabat yang masih waras dan berniat cerdas untuk mewaspadai gelombang gerakan yang diciptakan dan bisa bermuara di akhir September. Ibarat kudeta Gestok di era baru, berbalik arah ketika sipil-militer mengkudeta presiden militer yang sipilis menjelang HUT TNI.

Ini hanyalah dugaan seorang yang dulu pernah ikut beramai-ramai berdemo. Semoga bermanfaat.

— Man Tayax

 

Redaksi tidak merubah karya tulis penulis, hanya mengkoreksi ejaan, kelengkapan huruf dan kosa kata sesuai EYD.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bali Merdeka Saja Kalo Begini” Tokoh Bali Mendesak Presiden Realisasikan Ground Breaking Bandara Bali Utara

    “Bali Merdeka Saja Kalo Begini” Tokoh Bali Mendesak Presiden Realisasikan Ground Breaking Bandara Bali Utara

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 206Komentar

    DENPASAR – Tokoh Masyarakat Bali, Para Penglingsir Bali dan masyarakat secara luas mendesak Presiden segera merealisasikan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng. Desakan itu mencuat dalam pertemuan antara jajaran PT BIBU dengan sejumlah tokoh puri dan masyarakat Bali, Kamis (12/2), di Jalan Soputan, Denpasar. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, […]

  • BI Checking Resmi Diganti! Begini Cara Cek Daftar Pinjaman Lewat SLIK OJK Secara Online

    BI Checking Resmi Diganti! Begini Cara Cek Daftar Pinjaman Lewat SLIK OJK Secara Online

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 20Komentar

    JAKARTA — Pengecekan daftar pinjaman kini tak lagi dilakukan lewat BI Checking milik Bank Indonesia (BI). Layanan ini resmi beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berganti nama menjadi SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan. Kini, masyarakat bisa dengan mudah mengecek status pinjaman atau riwayat kreditnya secara online melalui situs resmi idebku.ojk.go.id. Layanan ini sudah […]

  • Ancaman Kecil di Alam Terbuka, Kutu Tick Berkembang Biak Cepat dan Mengintai Manusia

    Ancaman Kecil di Alam Terbuka, Kutu Tick Berkembang Biak Cepat dan Mengintai Manusia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kutu jenis tick dikenal sebagai parasit kecil yang hidup dengan cara menghisap darah dari inangnya. Hewan seperti anjing, sapi, kucing, hingga rusa menjadi target utama, namun manusia juga berisiko terinfeksi, terutama saat beraktivitas di alam terbuka seperti hutan, padang rumput, atau area semak belukar. Parasit ini umumnya menempel pada bagian tubuh yang memiliki […]

  • Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Rok Siswi Robek di Depan Siswa Lain!

    Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Rok Siswi Robek di Depan Siswa Lain!

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 3Komentar

    Rote Ndao – Dunia pendidikan di Rote Ndao tercoreng oleh dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru SMP. Mesak Foenale, guru di SMP Rote Barat, diduga telah melakukan pelecehan terhadap S, seorang siswi kelas 8, pada hari Selasa, 9 September 2025. Kejadian ini semakin memilukan karena diduga terjadi di hadapan siswa-siswa lain. Kronologi […]

  • Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memperkuat upaya pemulihan kerugian negara melalui penelusuran, perampasan, dan pengelolaan aset hasil tindak pidana. Sepanjang 2025, lembaga tersebut berhasil mengembalikan dana sebesar Rp19,6 triliun ke kas negara. Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan paradigma penegakan hukum kini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman pelaku kejahatan, tetapi […]

  • UMP Bali Tertinggal Jauh dari Jakarta, ARUN Bali Soroti Ketimpangan di Tengah Maraknya Hotel Kelas Dunia

    UMP Bali Tertinggal Jauh dari Jakarta, ARUN Bali Soroti Ketimpangan di Tengah Maraknya Hotel Kelas Dunia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    DENPASAR — Ketimpangan upah minimum antara Bali dan Jakarta kian mencolok dalam satu dekade terakhir. Jika pada tahun 2010 Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Bali berada di kisaran Rp1,11 juta, hampir setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp1,18 juta, kini jurangnya melebar signifikan. Data terbaru menunjukkan UMP Bali berada di angka sekitar Rp3,2 […]

expand_less