Breaking News
light_mode

Jepang Tinggalkan Doktrin Pasifis? Ketegangan Taiwan Dorong Perubahan Besar Strategi Keamanan Tokyo

  • account_circle Ray
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokyo – Jepang menghadapi salah satu perubahan paling signifikan dalam kebijakan keamanannya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dan ekspansi militer China mendorong Tokyo memperkuat kemampuan pertahanan serta memperluas interpretasi terhadap peran militernya.

Selama hampir delapan dekade, Jepang dikenal sebagai negara dengan konstitusi pasifis yang membatasi penggunaan kekuatan militer. Namun dalam beberapa tahun terakhir, para pemimpin Jepang semakin sering menyatakan bahwa stabilitas Taiwan memiliki kaitan langsung dengan keamanan nasional Jepang.

Perubahan sikap tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan dan Laut China Timur. Beijing tetap menegaskan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mewujudkan reunifikasi.

Menurut sejumlah laporan intelijen Barat, Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan modernisasi militer yang memungkinkan Beijing memiliki opsi untuk melakukan operasi terhadap Taiwan dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, para analis menekankan bahwa target kemampuan militer tidak otomatis berarti keputusan untuk melancarkan invasi.

Taiwan dan Kepentingan Strategis Jepang

Bagi Jepang, isu Taiwan bukan semata persoalan hubungan lintas selat antara Beijing dan Taipei.

Pulau-pulau paling selatan Jepang berada relatif dekat dengan Taiwan. Selain itu, sebagian besar jalur pelayaran yang menopang perdagangan dan pasokan energi Jepang melintasi kawasan yang sama.

“Jika terjadi konflik di sekitar Taiwan, dampaknya terhadap Jepang akan sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan,” kata Profesor Narushige Michishita, pakar keamanan internasional dari National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Tokyo.

Ia menjelaskan bahwa kontrol atas jalur laut di sekitar Taiwan berpotensi memengaruhi akses Jepang terhadap perdagangan internasional dan distribusi energi.

China Merespons Keras

Pernyataan para pejabat Jepang yang mengaitkan keamanan Taiwan dengan keamanan nasional Jepang beberapa kali memicu protes keras dari Beijing.

Pemerintah China menuduh Tokyo mencampuri urusan dalam negeri China dan memperingatkan agar Jepang tidak melampaui batas dalam isu Taiwan.

Hubungan kedua negara juga sempat mengalami ketegangan ekonomi, termasuk sengketa perdagangan serta pembatasan terhadap sejumlah komoditas strategis.

Peran Amerika Serikat

Perubahan strategi Jepang juga tidak dapat dilepaskan dari peran Amerika Serikat, sekutu keamanan utama Tokyo sejak 1945.

Washington dalam beberapa tahun terakhir mendorong sekutu-sekutunya di kawasan Indo-Pasifik untuk meningkatkan kemampuan pertahanan masing-masing guna menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

“Amerika Serikat menginginkan jaringan aliansi yang lebih kuat, bukan lagi model di mana seluruh beban keamanan ditanggung Washington sendiri,” ujar Sheila Smith, peneliti senior bidang Jepang di Council on Foreign Relations.

Pemerintah Jepang merespons dengan meningkatkan anggaran pertahanan, mengembangkan kemampuan serangan balasan (counterstrike capability), dan mempererat kerja sama militer dengan Amerika Serikat serta negara-negara mitra lainnya.

Titik Balik Sejarah

Bagi banyak pengamat, perubahan kebijakan keamanan Jepang menandai titik balik terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Meski Tokyo tetap mempertahankan prinsip pertahanan diri, arah kebijakan menunjukkan bahwa Jepang kini semakin siap memainkan peran strategis yang lebih aktif di kawasan.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Jepang akan berubah, melainkan seberapa jauh perubahan itu akan berlangsung jika ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tatapan Terakhir Sang Induk, Ketika Cinta Sejati Tak Perlu Disuarakan

    Tatapan Terakhir Sang Induk, Ketika Cinta Sejati Tak Perlu Disuarakan

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Tahukah Anda mengapa seekor rusa betina tampak begitu tenang, bahkan saat dirinya dikelilingi dan dicabik oleh segerombolan cheetah? Dalam sebuah foto yang menyebar luas di media sosial, mata rusa itu tidak menunjukkan kepanikan. Justru terpancar sorot tajam penuh kelembutan, seolah masih menggenggam harapan meski maut sudah di depan mata. Narasi yang menyertainya menyebut […]

  • Polemik UNHI, Dewa Putu Sudarsana: Abaikan Arahan Sabha Pandita Sama dengan Alpaka Guru

    Polemik UNHI, Dewa Putu Sudarsana: Abaikan Arahan Sabha Pandita Sama dengan Alpaka Guru

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    DENPASAR – Polemik proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kini menjadi perhatian serius kalangan umat dan tokoh Hindu. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan Hindu, Dewa Putu Sudarsana, yang menegaskan bahwa arahan Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) wajib dihormati dan dilaksanakan. Menurut Dewa Sudarsana, dalam konteks ajaran Hindu, […]

  • Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 3Komentar

    ROTE NDAO — Publik Rote Ndao digegerkan dengan langkah kontroversial Bupati Paulus Henuk yang memberikan penghargaan kepada Regina Kedoh, Kepala Dinas P3AP2KB yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Alih-alih diproses hukum secara tegas, Regina justru menerima penghargaan dari orang nomor satu di daerah tersebut. Kasus ini bermula dari dugaan korupsi di Dinas P3AP2KB saat […]

  • Dugaan Keracunan Makanan, Siswa SD Impres Mokdale Dilarikan ke UGD

    Dugaan Keracunan Makanan, Siswa SD Impres Mokdale Dilarikan ke UGD

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 1Komentar

    ROTE NDAO, 21 Agustus 2025 – Seorang siswa kelas 3A SD Impres Mokdale berinisial In harus mendapatkan perawatan medis darurat setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis yang disediakan di sekolah. Menurut keterangan ibunya, sang anak tiba-tiba mengalami muntah-muntah hebat tak lama setelah makan siang. “Anak saya muntah daging semua, sampai enam kali. […]

  • Puasa 72 Jam Terbukti Dapat Regenerasi Sistem Imun Secara Menyeluruh

    Puasa 72 Jam Terbukti Dapat Regenerasi Sistem Imun Secara Menyeluruh

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR -Sebuah penelitian terobosan mengungkap bahwa berpuasa selama 72 jam mampu sepenuhnya meregenerasi sistem kekebalan tubuh manusia. Para peneliti menemukan bahwa puasa berkepanjangan dapat memicu tubuh untuk mendaur ulang sel-sel imun yang rusak atau tua, dan menggantinya dengan sel kekebalan baru yang lebih sehat. Proses ini terjadi ketika kadar sel darah putih menurun selama masa […]

  • Sidang Jro Kepisah! Prof Sadjijono Sebut Pemalsuan Silsilah Tak Bisa Dipidana Tanpa Putusan Perdata

    Sidang Jro Kepisah! Prof Sadjijono Sebut Pemalsuan Silsilah Tak Bisa Dipidana Tanpa Putusan Perdata

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan silsilah keluarga dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Oka kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (22/7/2025). Agenda persidangan kali ini menghadirkan ahli hukum pidana Prof. Dr. Sadjijono, S.H., M.Hum dari Universitas Bhayangkara Surabaya yang memberikan pendapat penting terkait konstruksi hukum dalam perkara tersebut. Dalam keterangannya, Prof. Sadjijono menegaskan […]

expand_less