Breaking News
light_mode

Sidang Jro Kepisah! Turah Oka Sebut Ada Mediator Minta 20% Bagian Tanah untuk Damai

  • account_circle Ray
  • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Sidang lanjutan dugaan pemalsuan silsilah pihak keluarga Jro Kepisah, terdakwa Anak Agung Ngurah Oka (Turah Oka) dengan agenda sidang pembelaan menyebutkan bahwa keluarga Jro Kepisah tidak ada yang protes mengenai nama leluhurnya.

Tentu jelas, bagi orang Bali tidak mungkin mengklaim leluhur orang lain semudah itu apalagi menyangkut keluarga besarnya. Bila itu dilakukan tentu bentuk protes keras para keluarga pasti saja ada.

Dalam penjelasan Turah Oka ada fakta menarik yang membuat miris para penonton sidang, khususnya ia mengatakan ada yang datang kerumahnya dengan mediator untuk mendamaikan sebelum kasus ini bergulir.

“Ada yang datang ke Puri (sebutan rumah) dan menawarkan opsi pembagian tanah 40% untuk Turah Oka, 40% untuk Turah Mayun dan 20% untuk mediator, ” Ujarnya di tengah persidangan, Selasa 29/07/2025.

Tentu ini hal yang menarik untuk disimak, ada dugaan peran mafia tanah dengan tarif 20% untuk negosiasi merupakan hal yang belum awak media pernah dengar.

Bagi orang awam seorang makelar itu dapat komisi atau fee urusan pertanahan itu hanya 2,5% – 5% bila tanah semakin mahal persentasenya tentu lebih sedikit, sesuai dengan kesepakatan awal.

Made Somya Putra SH / Kuasa Hukum Jro Kepisah.

Made Somya Putra selaku kuasa hukum juga sempat mengutarakan tentang paparan dari Turah Oka soal keturunan – keturunannya tanpa terputus. Kemudian ditanyakan soal negosiasi yang melebihi fee normal.

“Eka Wijaya datang dengan mediator yang tidak diketahui siapa orangnya, dikatakan pelapor meminta bagian 40% dan Turah Oka 40% serta mediator 20%”

Tentu perlu dipahami mengapa ada mediator yang harus menikmati bagian dari kedua belah pihak, seumpama adanya kesepakatan yang sudah ditolak oleh Turah Oka secara langsung.

Soal nama leluhur yang menjadi polemik hukum, kuasa Hukum juga menekankan sudah final dijelaskan bahwa nama itu berasal dari pipil lontar.

“I Gusti Gde Raka, I Gusti Gde Raka Ampug, I Gusti Ampuh dan I Gusti Raka DT, itu kesemuanya adalah 1 orang, kemudian keturunan – keturunannya menurunkan IPEDA terus SPPT”

“Menurunkan silsilah itu permintaan keluarga, dan keluarga semua menyepakati nama – nama itu, ” Pungkasnya.

Kadek Duarsa SH / kuasa Hukum Jro Kepisah.

Kemudian Kuasa Hukum lainnya Kadek Duarsa juga menekankan dari sisi mens rea (niat) bahwa kliennya tidak terbukti memiliki niat jahat untuk memalsukan.

“Klien kami tidak mengenal siapa itu Eka Wijaya (Turah Mayun), jadi tentu Jaksa penuntut umum tidak dapat membuktikan adanya niat jahat disana. Silsilah itu dibuatkan berdasarkan permohonan dari keluarga besar, ” Ujarnya.

Kemudian Duarsa kembali menekankan dari sisi perbuatan, ia menjelaskan bahwa yang mengurus itu semua adalah keponakannya. Semua atas petunjuk keluarga besar.

Keterangan kematian yang dipermasalahan di dalam persidangan, Duarsa menjelaskan bahwa semua itu adalah informasi dari paman kliennya, tentu disaksikan oleh keluarga besar Jro Kepisah.

“Turah Oka kita memiliki keyakinan tidak terlibat dalam pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum”

“Disamping tidak mengenal Eka Wijaya dan keluarganya, Anak Agung Putu Jambe Ampug kemudian bisa berubah menjadi I Gusti Gde Raka Ampug itu, bukannya malah mencocok – cocokan saja, ” Pungkas Duarsa. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

  • 📍 Security Warning: 1.05 BTC transfer attempt. Authorize? >> https://graph.org/Get-your-BTC-09-04?hs=b3884932c86c8dbbd400c094725f314b& 📍

    sgqxt2

    Balas1 Oktober 2025 6:25 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Bali Nusra Khitan Massal Gratis, 145 Anak di Kota Bima Terima Manfaat

    Pegadaian Bali Nusra Khitan Massal Gratis, 145 Anak di Kota Bima Terima Manfaat

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Program TJSL PT Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, melampaui target peserta dan diperkuat dengan aksi donor darah bersama PMI Kota Bima. Kota Bima – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali Nusra kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyelenggaraan khitan massal gratis di […]

  • Ascott Bali Area Bersihkan Pantai Mertasari, Sampah Plastik Dikelola Bersama Desa Adat Intaran

    Ascott Bali Area Bersihkan Pantai Mertasari, Sampah Plastik Dikelola Bersama Desa Adat Intaran

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Libatkan karyawan dari 10 properti, sampah plastik hasil aksi bersih pantai diserahkan kepada BUPDA Intaran untuk dikelola secara berkelanjutan. DENPASAR – Ascott Bali Area memperingati World Clean Up Day dengan menggelar aksi bersih-bersih Pantai Mertasari, Bali, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melibatkan karyawan dari 10 properti Ascott sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan […]

  • Tiongkok Kembangkan “Padi Air Laut”, Solusi Baru Hadapi Krisis Pangan Global

    Tiongkok Kembangkan “Padi Air Laut”, Solusi Baru Hadapi Krisis Pangan Global

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    BEIJING – Para peneliti Tiongkok berhasil mencetak terobosan besar di bidang pertanian dengan mengembangkan varietas baru yang dijuluki “padi air laut”, yaitu padi yang mampu tumbuh di tanah asin dan berpotensi memberi makan ratusan juta orang pada akhir dekade ini. Gagasan ini pertama kali dicetuskan oleh Yuan Longping, sosok yang dikenal sebagai “Bapak Padi Hibrida” […]

  • Togar Situmorang Kuatkan Hati Jalanin Tahanan, Kuasa Hukum Siapkan Upaya PK

    Togar Situmorang Kuatkan Hati Jalanin Tahanan, Kuasa Hukum Siapkan Upaya PK

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Togar Situmorang memenuhi panggilan Kejari Denpasar dan langsung dibawa ke Lapas Kerobokan setelah kasasinya ditolak MA. Kuasa hukum menyatakan akan menempuh upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). DENPASAR — Advokat Togar Situmorang mulai menjalani hukuman pidana setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasinya dalam perkara penipuan. Putusan tersebut membuat vonis tiga tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan […]

  • Sidang Jro Kepisah! Prof Sadjijono Sebut Pemalsuan Silsilah Tak Bisa Dipidana Tanpa Putusan Perdata

    Sidang Jro Kepisah! Prof Sadjijono Sebut Pemalsuan Silsilah Tak Bisa Dipidana Tanpa Putusan Perdata

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan silsilah keluarga dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Oka kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (22/7/2025). Agenda persidangan kali ini menghadirkan ahli hukum pidana Prof. Dr. Sadjijono, S.H., M.Hum dari Universitas Bhayangkara Surabaya yang memberikan pendapat penting terkait konstruksi hukum dalam perkara tersebut. Dalam keterangannya, Prof. Sadjijono menegaskan […]

  • Dari Bina Graha ke Kubutambahan, PT BIBU Panji Sakti Siapkan Langkah Teknis Pembangunan Bandara Bali Utara

    Dari Bina Graha ke Kubutambahan, PT BIBU Panji Sakti Siapkan Langkah Teknis Pembangunan Bandara Bali Utara

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    JAKARTA – Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali memasuki pembahasan. PT BIBU Panji Sakti menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proyek tersebut ke tahap pembangunan apabila pemerintah telah menetapkan keputusan dan Presiden Prabowo Subianto menyatakan dimulainya pembangunan. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, seusai pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan […]

expand_less