Breaking News
light_mode

Cerita Mistis Ida Ratu Amerika, Sesuhunan Bali yang Pernah Menjelajah Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR – Bali dikenal sebagai tanah yang sarat dengan kisah niskala. Di antara berbagai cerita mistis yang hidup dan dipercaya masyarakat, nama Ida Ratu Amerika menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Sesuhunan yang kini distanakan di Puri Ubud, Gianyar, ini diyakini memiliki perjalanan spiritual lintas negara sebelum akhirnya kembali ke tanah Bali.

Ida Ratu Amerika juga dikenal dengan sebutan Ida Ratu Gede Manik atau Ida Ratu Gombrang. Wujud awal sesuhunan ini diyakini berasal dari sebuah tapel celuluk milik seorang pemangku di kawasan Sanur, Denpasar. Pada era 1980-an, tapel tersebut diberikan kepada seorang wisatawan asal Kanada bernama Mr Carrel, yang saat itu menikah melalui prosesi adat Bali.

Tanpa mengetahui nilai sakral di balik tapel tersebut, Mr Carrel membawanya pulang ke Kanada dan menjadikannya sebagai pajangan. Namun sejak berada di luar Bali, berbagai kejadian ganjil mulai terjadi. Tapel tersebut disebut kerap berpindah tempat dengan sendirinya, bahkan menampakkan tanda-tanda yang sulit dijelaskan secara logika.

Perjalanan tapel celuluk itu tak berhenti di Kanada. Saat Mr Carrel berpindah negara, tapel tersebut turut “berkelana” ke Amerika Serikat hingga Hongkong. Di setiap tempat persinggahan, kejadian aneh kembali berulang. Tapel tersebut dilaporkan sering berpindah posisi tanpa disentuh, menimbulkan rasa heran sekaligus kegelisahan bagi pemiliknya.

Perjalanan lintas negara inilah yang kemudian melatarbelakangi penyebutan Ida Ratu Amerika. Namun rangkaian kejadian mistis tersebut membuat Mr Carrel meyakini bahwa tapel itu sejatinya tidak berkenan berada jauh dari Bali, tanah asalnya.

Keyakinan tersebut menemukan titik terang pada awal 1990-an, ketika Mr Carrel bertemu dengan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Bali. Dalam pertemuan itu, tapel celuluk tersebut akhirnya diserahkan untuk dibawa kembali ke Bali.

Sejak saat itu, tapel tersebut disungsung dan disakralkan sebagai sesuhunan yang distanakan di Puri Ubud.

Kisah Ida Ratu Amerika menjadi pengingat kuat akan kepercayaan masyarakat Bali bahwa benda sakral memiliki “jalan” dan kehendaknya sendiri. Dari Bali, menjelajah dunia, hingga akhirnya kembali ke asalnya, Ida Ratu Amerika kini dihormati sebagai sesuhunan yang diyakini menjaga keseimbangan spiritual hingga hari ini. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • From Jakarta to the World, The Journey of Wilson Lalengke

    From Jakarta to the World, The Journey of Wilson Lalengke

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    New York City – It was a quiet Sunday evening, October 5, 2025, when Wilson Lalengke stood at Soekarno-Hatta International Airport, surrounded by family and colleagues. The air was thick with anticipation. He wasn’t just boarding a flight—he was stepping into history. As Chairman of the Indonesian Citizen Journalists Association (Persatuan Pewarta Warga Indonesia – […]

  • Chernobyl Bangkit! Zona Mati Jadi Surga Satwa Liar

    Chernobyl Bangkit! Zona Mati Jadi Surga Satwa Liar

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Zona Eksklusi Chernobyl (CEZ) — Empat dekade setelah ledakan reaktor nuklir Chernobyl pada 1986 menciptakan salah satu wilayah paling terkontaminasi di dunia, zona seluas 1.600 mil persegi yang ditinggalkan manusia justru menjelma menjadi habitat subur bagi kehidupan liar. Penelitian terbaru menunjukkan lonjakan populasi rusa, rusa roe, babi hutan, dan bahkan serigala yang kini tujuh kali […]

  • Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat Desa Adat Serangan. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, menyuarakan kegelisahan warga yang selama puluhan tahun harus menanggung dampak lingkungan tanpa pernah merasakan manfaat dari operasional TPA tersebut. Menurut Jro Bendesa, TPA Suwung yang telah beroperasi sejak 1984 hingga kini […]

  • Lima Pilar Islam, Fondasi Utama Kehidupan Umat Muslim

    Lima Pilar Islam, Fondasi Utama Kehidupan Umat Muslim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Islam dibangun di atas lima pilar utama yang menjadi pedoman hidup umat Muslim dalam menjalankan ajaran agama. Kelima pilar tersebut meliputi iman, salat, puasa, zakat atau sedekah, dan ibadah haji. Rukun-rukun ini bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi spiritual dan sosial yang membentuk karakter serta arah kehidupan seorang Muslim. Iman sebagai Landasan Utama […]

  • Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Suwung hingga Arah Serangan

    Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Suwung hingga Arah Serangan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Antrean truk pengangkut sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Rabu pagi (4/3). Deretan truk bahkan mengular hingga memasuki akses jalan menuju Desa Serangan. Kondisi ini berdampak pada menumpuknya sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Denpasar karena pengangkutan tidak berjalan maksimal. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana, menjelaskan […]

  • Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Uang akan selalu menjadi polemik ketidakadilan bila tidak dikelola secara transparan atau terbuka bila menyangkut milik umum atau bersama. “Tuhan Yang Maha Esa akan mengambil kekayaan mereka yang suka memeras bawahan dan orang-orang disekitarnya. Demikian pula mereka yang tidak membagikan kekayaannya kepada pekerja-pekerja yang ulet membanting tulang”. (Rg.Veda V42.9) Laporan yang bergulir di […]

expand_less